Kesalahan Pendidik Jika Tidak Memperhatikan Teori, Konsep dan Prinsip dalam Pendidikan.

Oleh : Yoseph Payong Ado, M. Pd.

Rasionalisasi

YosephPayongADSektor pendidikan adalah sesuatu yang sangat menentukan di dalam pembangunan suatu bangsa. Karena lewat pendidikan suatu bangsa dapat mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi. Misalnya, persoalan kemiskinan, kebodohan, lapangan kerja, dan masih banyak lagi. Semuanya ini dapat diatasi lewat pendidikan. Karena hanya orang-orang yang terdidiklah yang dapat mencari jalan keluar yang terbaik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Kalau suatu bangsa mau maju dan berpartisipasi aktif dalam pertarungan internasional, maka janganlah mengabaikan sektor pendidikan. Dengan demikian maka pendidikan menjadi hal yang sangat menentukan keberadaan suatu bangsa, dan harus menjadi kebutuhan yang sangat vital.

Pembukaan UUD 1945 secara tegas dinyatakan dalam alinea ke 4 bahwa salah satu tujuan Negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Atas dasar amanat ini maka bagi Negara kita sektor pendidikan ini ditempatkan pada posisi yang sangat strategis di dalam pembangunan nasional kita. Maka menjadi tugas kita semua untuk berpartisipasi aktif guna menjadikan sektor pendidikan ini sebagai sarana untuk mencerdaskan seluruh anak bangsa menuju bangsa yang mandiri yang sanggup memenangkan persaingan internasional yang semakin ketat ini.

Menyadari betapa pentingnya sektor pendidikan ini, maka para pengelola pendidikan di Negara kita diharapkan menaruh perhatian yang serius di dalam mengembangkan pendidikan, karena lewat pendidikan yang dikelola dengan baik dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa kita di mata internasional. Perhatian yang serius artinya bukan hanya pada tataran wacana belaka, akan tetapi harus mampu diwujud-nyatakan dalam tindakan nyata. Seperti pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas pendukung pendidikan, biaya pendidikan yang terjangkau sampai kepada masyarakat yang paling bawah, dan yang tak kalah pentingnya adalah perhatian terhadap keberadaan para pengabdi pendidikan, guru.

Guru menjadi ujung tombak pendidikan. Berhasil tidaknya pendidikan sangat tergantung pada guru. Karena di pundak merekalah harapan besar akan keberhasilan pendidikan ini diletakan. Namun demikian guru terkadang dilupakan keberadaannya di masyarakat. Sudah saatnya masyarakat dan bangsa kita memberikan apresiasi yang wajar terhadap para pengabdi pendidikan yang adalah pahlawan tanpa tanda jasa ini. Tidak boleh lagi guru dipandang dengan sebelah mata lantaran jasa-jasa yang pernah ditorehkan pada segenap anak bangsa dewasa ini. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa guru, mulai dari pendidikan tingkat bawah sampai tingkat selanjutnya telah banyak memanusiakan manusia di Negara kita ini. Banyak yang telah menjadi orang penting di masyarakat kita lahir dari tangan guru. Laksana busur, maka guru telah banyak melepaskan anak panah pendidkan dan persis kena pada sasaran yang tepat.

Guru Dalam Keseharian

Tugas pokok seorang guru adalah membawa anak-anak bangsa kita ke suatu situasi yang baru. Artinya bahwa, anak yang datang ke sekolah pada awalnya belum tahu apa-apa. Fungsi gurulah yang membimbing, mengarahkan dan mendampingi mereka untuk memulai tahu apa yang belum diketahuinya, mulai membaca apa yang belum pernah dibacanya, dan menulis apa yang sebelumnya belum bisa dibuatnya sendiri. Inilah tiga hal yang menjadi tugas guru yang paling utama. Di atas ketiga hal ini, pembentukan karaketer anak didik sesuai dengan kepribadian bangsa kita adalah hal yang sangat mutlak dan tak dapat ditawar-tawar. Dari sinilah pembentukan peserta didik menjadi pribadi yang utuh harus dimulai. Dan karenanya, untuk menjadi guru harus benar-benar melalui suatu pendidikan dan latihan yang memadai dan bukan suatu pelatihan yang asal jadi. Sehingga pada saat berdiri di depan kelas guru sungguh menjadi model bagi anak didiknya, karena tahu apa yang seharusnya dilakukan bagi anak didiknya. Guru yang seperti inilah yang mampu membawa anak-anak memasuki situasi pendidikan yang memberi harapan akan masa depan.

Ada 3 hal yang penting yang harus diperhatikan dalam pendidikan. Teori, konsep dan prinsip pendidikan. Ketiga hal ini sangat menentukan keberhasilan pendidikan yang dilakukan oleh para guru. Lewat pemahaman teori yang baik seorang guru mampu mengembangkan pendidikan anak-anaknya. Tanpa teori maka jalan menuju ke suatu situasi yang baru menjadi tidak terarah. Guru berhasil memberikan penampilan terbaiknya di depan kelas karena guru tersebut mengusai teori pendidikan dengan baik. Maka dengan kualifikasi yang memadai seorang guru akan memiliki kepercayaan diri yang mantap menuntun para siswanya untuk mengetahui lebih banyak hal yang indah demi masa depan para siswanya. Dengan demikian maka haruslah dikembangkan terus kemampuan guru akan perkembangan teori pendidikan yang semakin hari semakin kompleks.

Guru juga harus mengetahui dengan jelas konsep pendidikan yang dikembangkan dalam suatu satuan pendidikan. Lewat konsep yang baik guru dapat mentransfer ilmu yang dimilikinya kepada para siswanya. Guru mampu mengarahkan para siswanya kepada konsep pendidikan yang benar tentang apa yang dipelajari dan untuk apa  suatu hal itu harus dipelajari. Guru mampu mengarahkan para siswanya untuk menjadi manusia seutuhnya karena memahami konsep pendidikan yang baik. Maka konsep pendidikan kita yang berlandaskan pancasila menjadi sangat penting untuk dipahami dan harus dilaksanakan oleh seorang guru dalam membimbing anak-anaknya. Membimbing anak-anak di dalam sebuah kelas bukan hanya untuk menguasai sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan, akan tetapi juga untuk membentuk mental spiritual anak menuju pribadi yang sempurna, yang pada gilirannya nanti dapat bertingkah laku yang baik di masyarakat sebagai manifestasi dari tingkat kognitif yang baik yang diperolehnya lewat pendidikan.

Di samping itu Prinsip-prinsip pendidikan yang dikembangkan di Negara kita juga harus mendapat perhatian guru. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam  pendidikan, guru harus tahu benar prinsip-prinsip yang harus dikembangkan sesuai dengan tuntutan pendidikan nasional kita. Secara umum prinsip pendidikan terhadap seorang anak adalah bagaimana membuat seorang anak dapat belajar dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki dalam dirinya. Guru harus tahu benar kebutuhan anak dalam belajar. Guru hendaknya mampu menempatkan dirinya dalam situasi anak sehingga anak merasa didampingi dan nyaman dalam belajar. Dalam mengembangkan suatu pendidikan haruslah diciptakan suasana belajar harmonis di mana siswa menemukan dirinya dan mau menjadi sumber belajar bagi dirinya sendiri. Selanjutnya guru sebagai fasilitator untuk berusaha membawa siswanya untuk menemukan hal-hal baru yang berguna bagi dirinya. Belajar tidak berarti harus mendapat ilmu sebanyak-banyaknya dari guru. Siswa juga harus diarahkan untuk menemukan sendiri segala sesuatu yang penting bagi diri dan masa depannya. Prinsip seperti inilah yang harus diperhatikan dan dikembangkan oleh guru dalam pendidikan.

Dilema Guru

Kesalahan besar sering terjadi dalam dunia pendidikan adalah, terkadang guru tidak memperhatikan tiga hal pokok seperti yang telah diuraikan di atas. Dalam praktek sehari-harinya, guru sering mengabaikan teori, konsep dan prinsip dalam pendidikan, dan menyelenggarakan pendidikan yang asal jadi. Seperti telah dikatakan sebelunya, betapa teori, konsep dan prinsip pendidikan itu sangat  penting, namun tidak dilakukan oleh guru. Hal ini biasa terjadi pada kondisi guru yang tidak memiliki spirit guru, atau yang tidak menyadari tugas pokok sebagai guru yang adalah memanusiakan manusia. Sehingga yang terjadi adalah unsur mengajar dan bukan dibarengi unsur mendidik. Dalam pelaksanaannya guru hanya memberikan ilmu sebanyak-banyaknya tanpa sedikitpun menyadari bahwa pada diri anak sebenarnya terdapat potensi besar yang kalau dikembangkan secara maksimal akan membawa hasil luar biasa bagi diri anak itu sendiri. Konsekuensi dari praktek yang seperti ini adalah anak menjadi pasif, tinggal menerima apa yang disampaikan oleh guru, tidak punya cukup waktu untuk mengemukakan pendapatnya, tidak punya cukup waktu untuk menemukan sendiri apa dianggapnya baru sebagai usaha mengembangkan potensi dalam dirinya. Semuanya ini bisa terjadi di samping karena guru yang tidak mempunyai spirit guru, juga Karena guru yang tidak mempunyai kualifikasi guru yang  memadai.

Yang menjadi dilema guru adalah karena tekanan system. Bahwa alasan tidak memperhatikan pentingnya teori, konsep dan prinsip dalam pendidikan disebabkan karena tidak ada spirit dan motivasi pada seorang guru, maka hal itu bisa diterima.  Yang menjadi masalah adalah bagi guru yang punya spirit guru yang luar biasa dan punya motivasi yang tinggi akan tetapi terkadang tidak memperhatikan pentinya teori, konsep dan prinsip dalam mengembangkan suatu pendidikan dan pengajaran. Hal ini terjadi karena tekanan system dari pengelola pendidikan kita.

Di dalam pendidikan dan pengajaran kita kenal adanya input, proses dan output    (IPO). Input adalah siswa yang masuk ke sebuah sekolah. Proses adalah proses belajar mengajar yang dikembangkan oleh sekolah (guru). Sedangkan output adalah lulusan (hasil) dari proses belajar mengajar itu. Seharusnya dalam proses pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan yang harus mendapat perhatian lebih adalah pada tingkat prosesnya. Yang terjadi dewasa ini adalah kita (para guru) yang karena tekanan system sangat mengejar hasil (output). Bahwa hasil pendidikan dan pengajaran kita harus bagus dan maksimal, apapun prosesnya tidak penting. Bahayanya, karena kita mengejar output (hasil) maka tidak pernah kita memperhatikan prosesnya. Tekanan system itu terjadi karena situasi pendidikan kita sudah terkontaminasi oleh nuansa lain yang memanfaatkan pendidikan sebagai tolok ukur keberhasilan dari sistem itu.

Pada kondisi ini sebenarnya para guru menyadari betul akan manfaat dan pentingnya teori pendidikan diterapkan, konsep  dilaksanakan dan prinsip-prinsip dijalankan dengan baik. Akan tetapi karena adanya tekanan system maka terabaikanlah semuanya itu, yang paling penting adalah bagaimana memperoleh hasil yang maksimal apapun caranya. Dengan tidak memperhatikan proses maka hasilnya sangat instant. Anak hanya belajar untuk bisa berhasil lulus, tanpa menghiraukan apa jadinya setelah itu di kemudian hari. Dengan demikian maka akibatnya pendidikan tidak memperhatikan perkembangkan mental spiritual anak didik dan hasilnya malah menimbulkan banyak masalah sosial yang merebak di mana-mana di tanah air kita.

Kondisi seperti ini terjadi secara berkelanjutan. Karena kita selalu mengejar hasil dan tidak memperhatikan proses, maka hal ini ternyata ditangkap oleh para siswa kita. Opini terbangun dalam pikiran siswa kita dewasa ini adalah bahwa, walaupun tidak belajar sungguh-sungguh, pada saatnya akan lulus juga. Akibatnya tidak ada usaha keras dari siswa di dalam mengikuti proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, betapapun hal ini tidak bisa dikatakan semua siswa ada dalam kondisi itu. Keinginan siswa untuk menguasai ilmu pengetahuan untuk masa depannya menjadi sangat kecil. Dan akhirnya kita menciptakan generasi yang tidak tahan uji, tidak sanggup mengikuti persaingan global yang kini semakin ketat.

Kesimpulan

Dari semua uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa : Apabila dalam mengembangkan pendidikan para pendidik tidak memperhatikan teori, konsep dan prinsip dalam pendidikan, maka yang terjadi adalah pendidikan hanya menghasilkan generasi yang tidak tahan tahan uji, tidak mampu bersaing di era global, yang hanya mempunyai kemapuan kognitif tanpa dibarengi mental spiritual yang baik di masyarakat, tidak sanggup mengemukakan pendapat, tidak sanggup menemukan sendiri apa yang baik bagi diri dan masa depannya.

Maka yang seharusnya terjadi adalah pendidikan yang memperhatikan pentingnya teori, konsep dan prinsip dalam pendidikan agar mampu menghasilkan generasi yang sempurna. Semoga!

*) Drs. Yoseph Payong Ado, M. Pd adalah guru senior bahasa Inggris pada SMK Negeri 1 Samarinda, Dosen Bahasa Inggris pada S T Kateketik Pastoral Katolik, Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda, Dosen Bahasa Inggris pada FaHutan Universitas Mulawarman Samarinda

 

Paradigma Baru Pengajaran Bahasa Inggris

 Oleh : Drs. Yoseph Payong Ado, M. Pd *)

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

YosephPADPengajaran bahasa inggris di sekolah-sekolah  harus dikemas sedemikian rupa agar peserta didik mempunyai gairah khusus untuk belajar. Hal ini penting, karena bahasa Inggris bukanlah merupakan mata pelajaran yang sangat diminati oleh para siswa di negara kita. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa  ada sebagian siswa kita sangat menggandrungi mata pelajaran yang satu ini, namun jumlahnya di dalam satu kelas masih dapat dihitung dengan jari. Alasan utama yang menyebabkan siswa tidak menyenangi  mata pelajaran bahasa Inggris adalah karena  sesungguhnya bahasa Inggris bagi negara kita adalah bahasa asing (foreign language) bukan bahasa ke dua (second language). Sebagai bahasa asing, bahasa Inggris hanya bisa digunakan oleh siswa pada saat mereka belajar di sekolah, akan tetapi, setelah pulang dari sekolah, siswa tidak pernah menggunakan bahasa itu lagi dalam interaksi sosialnya. Mereka kembali menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan menggunakan bahasa ibunya masing-masing. Dalam hal ini mereka (para siswa) tidak pernah diperhadapkan pada suatu tantangan yang ‘memaksa’  mereka harus menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian maka apa yang mereka pelajari di sekolah tidak pernah mereka wujud-nyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika demikian maka kemasan (packaging) pelajaran bahasa Inggris di sekolah sudah saatnya harus berubah yang dapat menghantar para siswa untuk terus menggunakannya setelah keluar dari sekolah.

Pemandangan yang berbeda manakala kita menyaksikan para siswa di negara-negara  yang  menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ke dua (second language). Katakanlah negara Malaysia. Ketika penulis bersama rombongan guru-guru bahasa Inggris se kaltim berkunjung ke salah satu negara bagian Malaysia, Sabah, kami semua tercengang menyaksikan suatu situasi yang hampir tidak pernah penulis dapatkan di negara kita, sekurang-kurangnya di samarinda. Para siswa di sana (setingkat SMA/SMK) mampu mempresentasikan hasil kerjanya dalam bahasa Inggris tanpa teks. Di saat sesi tanya jawab, merekapun dengan lancar memberikan jawanban dalam bahasa Inggris yang faseh sekali (very fluently). Bahkan di tempat kami menginap (di hotel Borneo Adventure) kami menemukan bahwa para cleaning service pun dapat menggunakan bahasa Inggris tingkat intermediate. Memang berbeda. Di samping para siswa  belajar bahasa Inggris di sekolah,  ada suatu tuntutan bagi mereka untuk harus tetap menggunakannya di luar sekolah di saat mereka berinterkasi sosial karena kondisi masyarakat yang menghendaki situasi tersebut harus terjadi. Jika tidak, maka sudah bisa dipastikan tidak akan terjadi interaksi sosial yang lancar. Jika di dalam hal bisnis, kemampuan bahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam menghandle suatu transaksi bisnis di tingkat manapun. Sehingga dapat dikatakan bahwa di setiap sektor kehidupan sosial  masyarakat di sana selalu diwarnai oleh penggunaan bahasa Inggris. Ada suatu hal yang bisa sangat ‘memalukan’ bagi tenaga kerja kita, adalah di saat kami ngobrol-ngobrol dengan para office boy dan waiter  di hotel tempat kami menginap tentang keberadaan tenaga kerja di sana.  Terungkaplah bahwa  tenaga kerja dari Indonesia sulit bersaing dengan para tenaga kerja dari negara-negara  lain, misalnya Philipna, Thailand, Srilangka dsb. Hanya karena tidak memiliki kemapuan berbahasa Inggris yang baik. Sehingga apabila tenaga kerja Indonesia dapat diterima bekerja di sebuah hotel atau restoran, maka mereka hanya bisa bekerja di bagian belakang, misalnya, cuci piring, memasak, membersihkan kamar dsb. Kondisi ini pasti membawa konsekuensi logis bahwa sudah pasti tenaga kerja Indonesia kalah bersaing dalam hal pendapatan finasialnya.

Menyimak kondisi riil di atas, Mari kita menoleh ke belakang melihat kondisi di negara kita. Sudah sejauh mana kita menjadikan bahasa Inggris sebagai  suatu kebutuhan atau malah menjadi konsumsi ke dua dalam hidup kita dan anak-anak bangsa kita.  Sudah saatnya penguasaan Bahasa asing khususnya bahasa Inggris tidak dapat ditawar-tawar lagi, apalagi di dalam menghadapi era masyarakat Asean di tahun 2015 ini. Jika tidak, kita harus rela menjadi orang asing di negara kita sendiri. Oleh karena itu, harus ada suatu keinginan yang kuat (strong desire)  untuk memberdayakan penguasaan terhadap Bahasa Inggris ini. Kita harus berani membuat suatu penetrasi dalam membudi-dayakan kemampuan bahasa Inggris ini di kalangan masyarakat dan bangsa kita. Tidak ada yang salah memang. Namun kita semua, pada posisi masing-masing mempunyai andil di dalam menciptakan suatu situasi di mana ‘memaksa’ kita untuk menggunakan bahasa Inggris ini di dalam keseharian kita. Dan untuk itu Sekolah sebagai suatu institusi formal yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kecerdasan  bangsa harus memandang kondisi di atas sebagai suatu tantangan untuk mau berbuat lebih di dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut.

2.  Rumusan Masalah

Agar jelas bagi kita untuk melangkah maju di dalam menanggapi fenomena di atas, maka permasalahan yang muncul dapatlah dirumuskan sebagai berikut.

1). Sejauh mana pentingnya paradigma baru dalam pengajaran Bahasa Inggris?

2).   Apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran Bahasa Inggris?

  1. Tujuan Penulisan

1).  Untuk memberikan perbendaharan pengetahuan bagi guru-guru bahasa Inggris akan adanya usaha untuk meningkatkan kwalitas pengajaran bahasa Inggris di sekolah.

2).  Untuk memberikan masukan yang bermanfaat bagi guru-guru bahasa Inggris akan adanya paradigma baru pengajaran bahasa Inggris yang seharusnya dikembangkan disekolah.

 TINJAUAN PUSTAKA

 1. Pengertian Paradigma

Menanggapi kondisi di atas, adalah penting bagi kita untuk  mempunyai paradigma yang jelas dalam memandang sesuatu. Karena hal ini dapat menuntun kita untuk meraih sesuatu yang lebih berguna bagi kehidupan kita sendiri maupun orang lain. Lewat paradigma yang dimiliki diharapkan dapat membantu kita untuk memecah kebuntuan yang kita hadapi dalam kehidupan sosial kita. Sehingga Thomas Kuhn dalam bukunya “The Structure of Science Revolusion” menjelaskan paradigma dalam dua sisi. Di satu pihak dia memandang paradigma  merupakan suatu keseluruhan konstelasi kepercayaan, nilai, teknik yang dimiliki bersama oleh anggota masyarakat ilmiah tertentu. Di pihak lain ia menjelaskan bahwa paradigma sejenis unsur pemecahan permasalahan dan teka-teki normal sains yang belum tuntas. Pada pengertian yang ke dua dari Kuhn ingin mengajak kita untuk merefleksikan diri dalam kehidupan sehari-hari terlebih pada saat di di mana segala sesuatu terlalu menjadi teka-teki bagi kita. Kita harus terus berusaha menemukan solusi terbaik dari teka-teki hidup kita itu dengan berupaya menemukan cara terbaik untuk keluar dari teka-teki itu.

Sangat penting bagi kita untuk memiliki suatu paradigma dalam setiap menghadapi persoalan hidup kita sehari-hari.  Karena lewat paradigma itu kita terbantu untuk  merumuskan apa yang seharusnya kita pelajari,  persoalan apa yang harus dijawab dan aturan apa yang harus diikuti dalam menginterpretasikan jawaban yang diperoleh.  Kamus psychology menjelaskan paradigma diartikan sebagai  1) suatu model atau pola untuk mendemonstrasikan semua fungsi yang memungkinkan kadar dari apa yang tersajikan . 2) rencana riset berdasarkan konsep-konsep khusus, dan, 3) satu bentuk experimental. Dari penjelasan ini sangat mungkin bagi kita bahwa, lewat paradigma dapat membantu kita untuk selalu berusaha menemukan model atau pola terbaru untuk membimbing kita mencapai hasil yang menggembirakan dari suatu usaha dalam bidang ilmu pengetahuan, juga kita dituntut untuk selalu berexperimen terhadap sesuatu yang baru guna membuat apa yang hendak kita lakiukan itu lebih berhasil guna. Karena secara etimologi arti paradigma adalah suatu model dalam teori ilmu pengetahuan atau kerangka berpikir.

Suatu paradigma hanya bisa cocok digunakan  untuk suatu bidang ilmu pada suatu permasalahan dan pada suatu periode tertentu. Karena jika kita mengikuti pendapat Kuhn di atas maka lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya terikat oleh ruang dan waktu. Dari sinilah kita sedapat mungkin selalu berinovasi terhadap sesuatu dalam hubungannya dengan suatu ilmu pengetahuan agar tidak ketinggalan oleh derasnya arus perubahan di segala bidang kehidupan kita. Kita diminta untuk tidak bertumpu pada sesuatu yang kita yakiini adalah baik yang pada dasarnya sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman,  jika kita ingin berusaha untuk mendapatkan  suatu yang terbaik untuk diri kita juga orang lain. Maka menjadi keharusan bagi kita untuk berpindah dari suatu paradigma ke paradigma lain jika hal itu mampu memberikan ‘mutiara’  dalam usaha dan perjuangan kita. Untuk sampai pada titik itu, pastilah bukan hal yang mudah. Kita butuh suatu perjuangan yang besar yang harus pula didukung oleh hal-hal yang lain yang membuat kita memiliki semangat juang yang tinggi untuk terus berkreasi memanfaatkan setiap potensi diri kita dalam meraih mutiara tersebut di atas.

Memiliki paradigma berarti juga memiliki kemampuan memandang sesuatu yang baik dan indah dalam hidup kita. Jika sesuatu yang kita pandang itu ternyata baik, maka kita butuh suatu keberanian untuk merubah sesuatu yang yang sudah ada, sudah kita miliki dan gunakan dengan  sesuatu yang  lebih baik itu. Di sinilah Patton (1975) mendefinisikan paradigma sebagai “A world view, a general perspective, a way of breaking down of the  complexity of the real world”. (Suatu pandangan dunia, suatu cara pandang umum, atau suatu cara untuk menguraikan kompleksitas dunia nyata). Sesuatu yang baik menurut patton ini adalah yang mampu menjawab problematika yang tengah kita hadapi saat ini. Seiring dengan itu kamus filsafat juga menjelaskan bahwa paradigma merupakan cara pandang sesuatu yang sekaligus menjadi dasar untuk menyeleksi  problem-problem dan pola untuk memecahkan problem-problem riset.

Dari pengertian paradigma di atas jelaslah bagi kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita membutuhkan suatu paradigma yang jelas yang mampu membawa kita kepada suatu perubahan yang lebih baik. Paradigma yang kita miliki haruslah sesuai dengan apa yang ingin kita lakukan, apa yang menjadi problema dalam hidup kita yang harus kita pecahkan dan apa yang harus kita perjuangkan untuk mendapat sesuatu yang terbaik dalam hidup kita. Kita butuhkan suatu keberanian yang luar biasa untuk keluar dari kebuntuan dalam usaha untuk memperbaiki apa yang sedang kita hadapi, betapapun kita butuh dukungan yang berarti dari pihak-pihak yang terkait agar apa yang kita impikan pada gilirannya menjadi kenyataan. Memang berat. Akan tetapi jangan putus asa, apabila apa yang kita pandang itu baik yang dapat memecah kebuntuan dan mampu menunjang perjuangan kita, dan apabila kita siap melaksanakannya dengan iklas maka pada saatnya akan memberikan mutiara  yang luar biasa bagi kita.

2. Pembahasan

Dalam pengajaran bahasa Inggris tidaklah cukup bagi para guru bahasa Inggris untuk bertahan dalam menggunakan suatu metode pengajaran dalam kesehariannya. Guru bahasa Inggris mempunyai tugas untuk menjawab  kondisi real di atas dalam usaha menjadikan bahasa Inggris sebagai sesuatu yang dibutuhkan untuk menghadapi percaturan global yang semakin keras ini. Oleh karena itu guru bahasa Inggris sangatlah diharapkan menemukan suatu pendekatan yang membuat para siswa menyenangi pengajaran bahasa Inggris, sehingga dengan demikian para siswa mau belajar dengan hati yang senang, gembira dan sungguh-sungguh dan kemudian mampu menggunakannya dalam pergaulan hidup sehari-hari. Untuk membuat situasi ini terjadi, kreatifitas guru dalam menciptakan iklim belajar yang menyenangkan sangatlah diharapkan. Situasi pembelajaran bahasa Inggris yang harus ada  seperti misalnya, teknik menyapa siswa di saat memulai pelajaran, bagaimana memulai pelajaran. Guru bahasa Inggris hendaknya tidak langsung masuk pada materi pelajaran yang akan diajarkan pada hari itu. Mulailah dengan menciptakan suat kondisi yang membuat siswa bisa tersenyum atau malah tertawa sebelum memulai pelajaran. Untk membuat mereka tertwa, guru haruslah berkreasi dengan menampilkan apa saja yang langsung bersentuhan dengan hati para siswa. Misalnya, membuat kuis yang segar, atau bercerita tentang suatu kehidupan yang dirasakan langsung oleh para siswa, dsb.  Guru harus juga berusaha mendekati siswa secara pribadi untuk memberikan motivasi dengan pertanyaan – pertanyaan tentang bagaimana belajar bahasa Inggris. Kedekatan emosional dengan para siswa itu sangatlah penting dan patut  selalu dijaga agar siswa merasakan kehadiran guru memang sangat dibutuhkan. Di sinilah guru harus memiliki kepekaan positif bagaimana mengelola kelas di saat siswa tengah belajar dan mengalami kesulitan dalam memecahkan suatu persoalan yang dihadapi. Jangan biarkan para siswa berjuangan memecahkan kesulitannya tanpa ada guru di sampingnya. Pada kondisi ini guru bahasa Inggris harus mampu memposisikan dirinya sebagai teman belajar yang siap membantu para siswa. Teman belajar, dimaksudkan bahwa, guru harus memposisikan dirinya untuk menjadi orang disenangi tapi tetap disegani, dan hindari perasaan ‘ditakuti’ oleh siswa dalam belajar. Pada posisi yang demikian dapat memungkinkan para siswa untuk selalu menantikan guru tersebut jika jam pelajaran itu tiba.

Untuk menjawab sekaligus memecah kebuntuan seperti yang dilukiskan di atas, maka penulis menyodorkan ada dua paradigma pengajaran bahasa Inggris yang harus diketahui oleh para guru bahasa Inggris. Paradigma pengajaran yang pertama adalah, yang menekankan gramatika bahasa, yang selanjutnya dikenal dengan learn English to use (belajar dulu barulah menggunakan). Pada paradigma ini, pengajaran bahasa Inggris selalu mengutamakan penguasaan pengetahuan tata bahasa Inggris sebanyak-banyaknya. Pola pendekatannya selalu menggunakan GTM (grammatical translation method) di mana porsi penekanan pengajaran tata bahasa sangat besar. Siswa diharapkan menghafal sebanyak-banyaknya semua aturan tata bahasa yang diberikan dengan tidak terlalu mempedulikan latihan penggunaan bahasa Inggris itu dalam praktek hidup sehari-hari. Hal iini pada akhirnya memunculkan kemampuan siswa dalam bahasa Inggris adalah penguasaan secara gramatikal, kemudian jika kembali ke masyarakat para siswa menjadi sulit sekali untuk mengimplementasikan kemampuan berbahasa Inggrisnya dalam pergaulan hidup sehari-hari. Inilah yang kemudian mengakibatkan siswa kita memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang pasif. Jika selesai di suatu tingkatan pendidikan, bisa kita bayangkan mereka akan mengalami kesulitan yang luar biasa manakala menghadapi suatu situasi kompetitif yang menghendaki kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Mereka praktis tersingkir untuk mendapatkan peluang yang lebih baik dan menunggu jika ada peluang lain yang lebih rendah yang tidak terlalu menuntut penguasaan kemampuan berbahasa Inggris. Inilah kondisi riil yang harus kita sikapi dengan bijaksana, karena kita semua bertugas  untuk membawa anak-anak bangsa kita untuk tidak menemukan situasi hidup yang seperti diungkapkan di atas.

Paradigma kedua adalah Use English to learn (Gunakan dulu barulah belajar). Pada paradigma pengajaran bahasa Inggris ini, pola pendekatannya adalah Communicative Approach, di mana guru bahasa Inggris berupaya sekuat tenaga untuk menggiring para siswa mengutamakan latihan berbicara. Diawali dengan greeting  pada saat memasuki kelas, guru terus berusaha  berinteraksi dengan para siswa dalam bahasa Inggris. Para siswa diharapkan dapat didorong untuk berbicara bahasa Inggris di saat bertanya kepada guru atau menjawab pertanyaan ataupun dalam menyampaikan pendapat. Guru harus mau ‘membiarkan’ para siswanya membuat kesalahan gramatikalnya dalam berbicara bahasa Inggris, dan tidak selalu dikoreksi setiap kesalahan yang terjadi. Pada posisi ini guru diharapkan membuat catatan tentang kesalahan apa saja yang terjadi pada saat siswa berbicara. Setelah selesai proses pembelajaran, pada bagian penutup barulah guru memberikan umpan balik (feedback) terhadap apa saja yang ada dalam catatan guru tersebut. Guru menjelaskan semua kesalahan siswa, baik dari segi grammar, intonasi, pengucapan, diksi dan atau ungakapan-ungkapan yang digunakan. Di sinilah penekanan pembelajaran tentang grammar terjadi. Grammar hanya dipelajari setelah siswa selesai belajar menggunakan bahasa Inggris dalam situasi pergaulan sehari-hari baik di situasi resmi atau tidak resmi sesuai dengan topik yang diajarkan pada saat itu. Sehingga dalam paradigma pengajaran ini, porsi latihan penggunaan bahasa Inggris jauh lebih besar dari pada pengajaran tentang tata bahasa (grammar).

Dari uraian diatas dapatlah dikatakan bahwa bukan berarti pengajaran tata bahasa itu tidak penting. Dalam mempelajari bahasa apa saja, tata bahasa (grammar) sangat penting untuk diketahui. Karena Sophie Loannou, mengungkapkan bahwa, “The ultimate goal of teaching grammar is not for children to learn forms and abstract rules but also to be able to convey their intended meaning effectively.” Bagaimana mungkin kita bisa mengerti seseorang dan dimengerti oleh orang lain apabila kita berbicara dengan tata bahasa yang kacau dan tidak teratur. Sehingga lebih lanjut, Sophie mengatakan bahwa, “Although communication is the primary goal, no one can communicate effectively and appropriately if their use of language is inaccurate.” Lewat tata bahasa yang baik dan benar pasti akan membawa kita kepada suatu interaksi  sosial yang lancar, saling mengerti dan memahami, dan akhirnya menjadi cerminan kepribadian kita sendiri dalam berbahasa (language always mirrors the personality of the users). Oleh karena itu, bagaimanapun, tata bahasa sangat penting untuk dipelajari. Namun haruslah disadari bahwa, bahasa itu harus diucapkan dan bukanlah dituliskan semata (language is spoken not writing). Inilah bedanya antara seorang yang berqualifikasi bahasa dengan orang yang berqualifikasi disiplin ilmu lainnya. Seorang yang berqualifikasi bahasa akan diketahui kompetensinya lewat sejauh mana ia mampu berbicara dengan baik dan benar dari bahasa yang menjadi bidangnya itu, akan tetapi seorang dari disiplin ilmu lain akan ketahuan kompetensinya setelah yang bersangkutan mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan bidang keahliannya.

Paradigma use English to learn seperti digambarkan di atas merupakan paradigma baru pengajaran bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh para guru bahasa Inggris sebelum  mempersiapkan diri untuk tampil di depan kelas. Bahwa mengajar bahasa Inggris berarti kita mengajar orang lain (siswa) untuk bisa menggunakan bahasa Inggris itu dalam kesehariannya. Oleh karena itu kelas bahasa Inggris haruslah diupayakan menjadi suatu kelas di mana situasi komunikatif sungguh mewarnai  proses yang ada dalam kelas itu. Ada kesempatan siswa berbicara, ada kesempatan siswa berargumentasi dengan bebas namun terarah dan ada kesempatan siswa di bawah bimbingan guru bernyanyi atau memainkan kegiatan lain yang pada prinsipnya membawa para siswa untuk terus berlatih berbicara bahasa Inggris. Dengan demikian kelas bahasa Inggris diharapkan menjadi kelas yang lebih ‘hidup’ dibandingkan kelas yang lain. Jika kita sudah sampai pada titik itu, maka kebuntuan yang kita hadapi selama ini di mana siswa hanya bisa menghafal konsep-konsep kebahasaan  tanpa bisa menggunakannya secara aktif di masyarakat terpecahkan. Dan inilah ciri dari model pembelajaran yang dikembangkan di kursus-kursus bahasa Inggris. Kita bertanya, kenapa orang yang hanya mengikuti kursus bahasa Inggris selama tiga atau enam bulan akhirnya bisa berbicara bahasa Inggris, sedangakan di tingkat sekolah bahasa Inggris diajarkan selama bertahun-tahun namun tidak bisa berbicara bahasa Inggris dengan baik. Jawaban  atas pertanyaan ini mungkin baik menjadi permenungan kita semua sehubungan dengan paradigma pengajaran bahasa Inggris yang kita anut seperti yang dijelaskan di atas.

Pasti kita semua sepakat, bahwa apabila anak didik kita pada gilirannya mampu meraih sukses di masyarakat karena memiliki kemampuan yang merupakan hasil jerih payah kita, maka kita akan menjadi orang yang paling bahagia. Jika demikian maka, kita juga harus sepakat bahwa mengajar itu seni (teaching is an art). Lewat pemahaman ini, kita sebagai guru bahasa Inggris harusnya belum puas apabila siswa kita belum mampu berbicara bahasa Inggris. Untuk sampai pada tingkat ini, kita, para guru bahasa Inggris selalu selalu mengusahakan agar kelas bahasa Inggris itu merupakan kelas yang penuh dengan warna warni kebahasaan di mana kita dan para siswa sibuk berlatih untuk membuat yang terbaik dalam penggunaan bahasa Inggris.

Dalam berekspresi kebahasaan, kita harus ‘membiarkan’ para siswa menyampaikan pendapat, pertanyaan ataupun jawabannya  yang variatif saat mereka berbicara bahasa Inggris, baik dari segi ungkapan bahasa Inggrisnya, pilihan katanya, ataupun terminologynya. Yang paling penting dilakukan oleh kita guru bahasa Inggris adalah berusaha sekuat tenaga agar tujuan kita membuat anak itu menguasai pengetahuan bahasa Inggris baik tertulis maupun lisan, tercapai dengan baik. Itulah yang menjadi kebahagiaan kita guru bahasa Inggris yang berhasil menjadikan pengajaran bahasa Inggris sebagai suatu seni dalam kehidupan karier kita.

PENUTUP

 1. Kesimpulan

Dari uraian di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa adalah sangat penting bagi kita untuk terus membuat suatu terobosan yang baru yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris, agar para siswa kita akhirnya dapat menyenangi pengajaran bahasa Inggris sehingga pada saatnya mereka kembali ke masyarakat atau dunia kerja, mereka mampu bersaing dengan para pencari kerja dari manapun mereka berasal.

Paradigma baru yang ditampilkan dalam makalah ini penting sekali untuk dikembangkan di sekolah-sekolah kita, apalagi kita yang berkecimpung di sekolah kejuruan yang sudah menjadi kewajiban kita dalam  mempersiapkan para lulusan kita untuk bersaing dengan orang lain, bukan hanya dari segi kompetensi mereka masing-masing, tapi juga kemampuan berbahasa Inggris yang sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Dengan demikian, jika kita telah mengaplikasikan paradigma baru di atas dengan konsekuen, maka pasti akan membawa pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pengajaran bahasa Inggris. Dengan terus didorong untuk berbicara bahasa inggris, para siswa kita akhirnya terbiasa untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris jika suatu saat mereka diperhadapkan ke suatu situasi yang membutuhkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Karena hal ini sudah berhasil dibuktikan oleh lembaga-lembaga kursus Inggris

2. Saran – Saran

Dari kesimpulan di atas,  penulis menyampaikan beberapa saran, sbb :

1).  Bagi para guru bahasa Inggris hendaknya menjadikan paradigma baru di atas sebagai pendekatan yang harus dikembangkan pada waktu mengajar bahasa Inggris di kelas.

2).   Untuk dapat melaksanakan paradigma baru di atas, para guru bahasa Inggris  hendaknya terus meningkatkan kreatifitasnya untuk pada waktu mengajar sehingga kelasnya menjadi jauh lebih hidup dari biasanya.

3).   Bagi sekolah hendaknya memperhatikan dan mengapresiasi kreatifias guru dalam pengembangan paradigma baru ini, dalam bentuk dukungan terhadap apa saja yang dibutuhkan oleh para guru agar mereka tetap bersemangat.

Daftar Rujukan

 Georgo, Sophie loannou & Pavlos Paclou, 2013. Assessing Oung Learners,  Resource  Book for Teachers, series editor, Ala Maley. Oxford University Press, New York

http://elanulaela.blogspot.com/2011/03/ pengertian-paradigma.html.

*) Drs. Yoseph Payong Ado, M. Pd adalah guru senior bahasa Inggris pada SMK Negeri 1 Samarinda, Dosen Bahasa Inggris pada S T Kateketik Pastoral Katolik, Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda, Dosen Bahasa Inggris pada FaHutan Universitas Mulawarman Samarinda

Moodbreaker

Oleh : Angela Merici Christi ~ X-Akuntansi-1

idoncarePerkenalkan nama aku Angela. Aku Pelajar kelas X-Akuntansi-1 di Smkn 1 Samarinda. Di sekolah aku berteman dengan siapa saja tetapi yang biasa akrab ya dengan Mully, Midah, Lisa, Cici, dan Vivin itulah teman-temanku, mereka punya karakter masing masing dan begitu pun juga dengan aku. Kata teman-teman ku yang kucinta mereka mengatakan bahwa aku ini adalah moodbreaker begitu katanya, tapi aku sih santai aja kaya di pantai dan gak merasa ada yang aneh sedikit pun sama diri aku sendiri hehehe. Setiap hari ku jalani hidup ku dengan apa adanya, ya seperti biasa, menjadi diri ku sendiri. sampai akhirnya aku tersadar bahwa aku menjadi teman yang menyebalkan bagi teman-temanku contohnya saja .

keadaan 1 / di pagi hari

Aku datang ke sekolah seperti biasa. Jam 04:00 karena daku adalah anak yang bangun pagi dan rajin membantu orang tua setiap pagi serta rajin menabung *gadeng, aku berangkat jam 07:10 ehh lima menit lagi masukan .

“pagi teman teman”, kataku

“hm”, jawab mereka serempak

“ga kangen aku kah kalian? Kitakan lama gak ketemu”, kataku (padahal kemaren masih sekolah hmm)

“ew”, jawab mully seadanya

“ga banget deh kangen sama loe” , ucap lisa dengan gaya mendramatisir keadaan

“hmm” jawab yang lain dengan malas (Midah , Vivin, Cici)

“hahaha” jawabku ketawa padahal gak ada yang lucu dan gatau apa yang kuketawakan

Kemudian aku duduk melewati kursi Midah, namun karena aku lewat tanpa permisi dengan tas yang besar yang penuh buku di dalamnya

“arghhh, bikin badmood deh” kata Midah dengan ekspresi muka yang pahit.

Btw, midah itu orangnya ga suka diganggu gugat dan sabar bingggowww menurutkuu haha

”hah?” ucapku langsung duduk tanpa merasa bersalah sedikitpun

“gapapa”, jawab midah kalo lagi badmood karena semula mood midah bagus namun, karena aku lewat yang tanpa permisi dan tak tahu malu akhirnya mood midah pun menjadi hancur berantakan dan berserakan seperti sampah dan susah untuk disatukan kembali seperti butiran debu yang terbang kesana kemari

 

keadaan 2 / waktu pelajaran sedang berlangsung namun gurunya tidak kunjung datang

Waktu itu Mully melihatkan suatu video yang baru dia download kepada mereka ber empat ( midah, vivin, lisa, cici)

“Video apa itu Mull ? ” Tanya ku dengan penasaran

“Tutorial Makeup 200k challenge, bagus lho njell makeup mereka, murah lagi” Kata Mully menjawab pertanyaan ku yang penasaran

“Murahnya ai biasakah, masa sih, gak percaya deh” kata ku

“Gayamu Njell, kaya bisa beli aja, biarpun murah tapi makeup nya bagus kan” ucap Lisa

“iya taulah bagus betul coba kita yang pakai aneh tu pasti”, kata mully lagi

“Udah ah nonton aja pang njell, ribut betul ni aku ga dengar na dia ngomong. ” kata Midah kesal

Awal nya kita melihat video biasa aja tapi aku tidak melihat dengan jelas, dan makin penasaran . aku duduk makin mundur mundur dan mundur dan akhir nya duduk nyempil dekat Midah  aku sih merasa biasa aja, dan tiba-tiba Mully ketawa aku pun bertanya kepada ku

“Kenapa Mull” seperti biasa aku si orang kepo bertanya hmm

“Gak papa njell” ucap Mully sambal ketawa

“Ais kenapa na is Mully ni kasih tau pang aku nanti penasaran sampe rumah” kataku penasaran

“Haha, kamu itu naa nda merasa betul duduk mundur-mundur , tiba-tiba nyempil dekat Midah mukanya Midah naa gak enak betul waktu kamu nyempil dekat dia” ucap Mully sambal ketawa terbahak-bahak

“Biasa aja perasaan ku” kata ku santai

“ihhhh kamu ituu” jawab Midah kesal

Dan aku pun mulai berpikir lagi sambal tersenyum-senyum dan tertawa sendiri

 

 

Keadaan 3 / istirahat

Pada saat istirahat berlangsung aku bercerita kepada Midah seperti biasa setiap detik menitpun berganti dan Midah yang sebenar nya gak mau mendengar cerita ku , hanya meng iyakan apa yang aku bilang, mungkin karna kasihan . dan tiba-tiba aku bercerita tentang hal yang menurutku lucu dan aku pun tertawa sendiri dan sambil memukul Midah .

“Ihh apasih Njell” ucap Midah kesal

“gak papa” kataku sambil lanjut ketawa

 

Keadaan 4 / Pulang Sekolah

Dan kemudian setelah istirahat berlangsung, tiba-tiba bunyi bell masukan, dan belajar berlangsung seperti biasa, hari ini belajar Simulasi Digital . Beberapa waktu berlalu hingga bell pulang pun berbunyi, jam 02:35 hari ini aku akan pulang bersama Vivin Teman ku . Di perjalanan aku duduk di motor sambil di gonceng Vivin, kemudian tanpa sadar aku duduk makin maju. Dan Vivin Berkata

“Mundur dikit njell” Kata Vivin

“hahh” Jawabku nda tahu apa-apa

Dan kemudian Vivin menjawab lagi

“gak papa dah njell” (hanya itu yang ku dengar pada saat di motor)

Vivin mengantarkanku sampai di depan rumah

 

Keadaan 5 / Dirumah

Sesampai dirumah

“Thanks vin, hati-hati” kata ku

“Iya sama-sama” Jawab Vivin

Kemudian aku masuk ke dalam rumah, mengganti baju sekolah ku, dan langsung makan , mama sudah menyiapkan makanan yaitu nasi goreng special buat anak nya tercinta yang baru pulang sekolah hehehe dan juga buat adek ku nanti ,dan memesan kepada ku untuk sisain nasi goreng yang ada di dalam tudung , mama ku juga akan pergi ke tempat tetangga sebentar dan aku mengiyakan apa yang mama ku katakan. Akan tetapi tanpa sadar ku makan nasi goreng itu hingga habis tak tersisa .

“Bagaimana ini, apa yang harus ku lakukan, apa mungkin aku masak nasi goreng lagi atau beli aja di warung, bagaimana kalo rasanya tidak sama seperti nasi goreng buatan mama ku, bagaimana kalau mama ku marah” tanyaku dalam hati

Aku sangat takut karena mama ku adalah orang yang cerewet, detik demi detik berganti menit yang berlalu tanpa sadar dan tiba-tiba mama ku datang , aku belum sempat membeli atau pun memebuat nasi goreng itu.

“Bagus ,habiskan aja nasi goreng tu adek mu nanti makan apa , cepat bikin lagi nasi goreng tu” ucap mama ku kesal

“Iya ma” aku cuma bisa jawab itu karena memang aku tahu aku yang salah dan melawan orang tua itu gak baik , hmm khand maendt

Selesai memasak aku pun langsung tidur , dan bangun sekitar jam lima lewat, habis bangun aku bersih-bersih dan habis itu aku langsung mandi dan langsung belajar.

Begitulah aktivitasku sehari-hari yang “katanya” aku menjadi moodbreaker bagi teman temanku yang kucinta dan kusayangi selalu selamanya dan takkan terlupakan dan terpisahkan walaupun badai menerjang (dramatis bangetdeh) .

KONI CUP

Oleh: Maulida Misbah – XAK1-smkn1samarinda2016

Pagi ini aku sangat semangat sekali karena hari ini perlombaan dance “KONI CUP” akan dimulai. Jam 06.00 aku terbangun dari tidurku dan segera mandi.

“Tika mau kemana? Tumben bangun pagi?”,  terdengar suara mama.

“Tika mau kerumah Ka Opi ni ma, mau lomba”,  jawabku.

“Lomba apa sih? Dapet duit ga ntar?,  ucap mamaku.

“Dapet ay kalo menang ma”, jawabku kembali sambil menggerutu.

Setelah selesai mandi bergegeas aku berangkat  bersama pacarku tersayang Muhammad Abdur Reza. Sebelum kerumah Ka Opi kita mampir dulu ke YK Cosmetic untuk membeli bulu mata untuk aku pakai nanti. Lalu kami mampir lagi ke salah satu toko ATK yang berada dijalan Dr.Soetomo yaitu Sidodadi. Aku pergi kesana untuk pergi membeli sarung tangan dan gunting. Sesampainya disana tidak ada penjaga dilantai dua bagian penjual sarung tangan. Aku bingung harus mencari kemana. Jadi, aku memutuskan untuk berdiam diri sambil menunggu dan tiba-tiba…..

“Dooooorrrrrrrrrrrrrr….”, mbak karyawan toko teriak mengagetkanku.

“Astagafirullah mba yaampun kagetnya aku Yaallah gila heh”, teriakku.

“Hahahhahaha”, tawa mba karyawan yang tertawa sangat lepas.

“Cari apa adik?”,  tanya mbaknya lagi.

“Anu apa itu apa sih aduhh apa ya namanya lupa”,  jawabku sambil memikirkan apa yang sebenarnya ku cari.

“Pasti sarung tangankan?”, tebak mbak karyawan.

“Haaaa kok mbanya tau ya?”, heranku sambil menggaruk kepala.

“Yai yalah inikan tempat bagian sarung tangan, kalau bukan mencari itu lantas untuk apa kau kemari? Hahahaha”, jawabnya dengan logat Maduranya.

“Hmm yaya bodohnya diriku”, gumamku.

Sehabis mendapatkan sarung tangan aku langsung cuss kerumah Ka Opi. Oiya by the way aku belum ceritain ya Ka Opi itu siapa?, hahaha, jadi gini Ka Opi itu pelatih dance aku. Nama aslinya itu Deny Saputra, dia terkenal banget dikalangan teratas. Dia selain pelatih dance juga Make up artist and hair stylish pokoknya jago banget deh dalam segala hal. Aku bangga banget bisa bergabung dimanagement DS Entertaiment. DIVA DANCE itu nama dance aku. Kami udah dapet banyak berbagai penghargaan diberbagai lomba. Mulai tingkat SMA sampai UMUM, luar biasa bukan?, yap ini berkat kekompakan dan semangat kami semua untuk membuat Ka Opi bangga. Oke cukup dikit aja yah penjelasannya kita lanjut lagi deh kecerita tadi.

Sesampainya di rumah Ka Opi….

“Ca, beliin dulu Ka Opi makan sono ni duitnya kalo Caca sama Eja belum makan juga beli aja ya sekalian”, suruh Ka Opi.

“Maulah akuu…”, olokku.

“Cepati na uuuhhh ku lempar kamu”, marah Ka Opi.

“Haahahahahha iya iya ka canda zzaaaaa”, jawabku.

Setelah kami semua sarapan………….

“Mana sih yang lain ni ya gini ga pernah on time udah tau kakak ni mau berangkat jadi kakak pingin nasehatin kalian dulu karena besok kalian bakal berjuang sendiri”, omel Ka Opi.

“Oiya besok Ka Opi berangkat ya ke Jakarta?. Sedihnya heeeeeeee gausa gin ka masa kita harus makeup sendiri sih”, jawabku sedih.

“Umaa ay kaya apa aja kalian ni biasa juga berjuang sendirikan? Bisakan?”, ucap Ka Opi

“Yaya namanya juga Diva jagoan, gitu lhoh”, jawabku.

Tak lama kemudian anggota yang lain mulai berdatangan satu persatu. Setelah itu kami latihan lagi karena sebenarnya baru seminggu kita kita belajar Cheerleader. Yahhhh you know lah basic kami “DIVA” ini adalah sexy dance bukan cheerleader. Pada saat latihan pun banyak korbannya hahaha kalo inget tu lucu banget deh. Bayangin aja deh karena Ka Opi tau aku ni kuat dan biasa dia sebut kuli jadi disuruh ngangkat terus sampe akhirnya kejadian deh kepala ku ketendang sampe aku jatoh wkwk dan lucunya itu lagi divideo. Bayangin aja ekspresiku yang sampai menangis itu diulang berkali-kali huuhhhh……

Dan tiba waktunya kita harus berangkat ke GOR Segiri tempat kami bertanding. Dengan sederhana saja kita menggunakan motor, dan untungnya ga jauh dari rumah Ka Opi yang berada dijalan Merak.

Sesampainya disana kami sangat merasa percaya diri dengan kostum berwarna biru gelap dan pita besar dikepala berpoleskan warna silver and gold serta pompom cheer tentunya yang sangat menyatu dengan kostum kami. Dengan anggota bersepuluh kami sangat semangat dan segera gladi resik dibelakang gedung, semuanya berjalan lancar .

Jengjeng…. Tiba saatnya untuk tampil. Dengan yel-yel kompak kami “MY MY MY DIVA” kami segera berdiri tegak ditengah lapang dengan semangat yang membara. Wweehhh kaya api aja yah hahahaha. Sayangnya saat tampil pyramid kami sempat jatuh namun kami terus mencoba lagi sampai berhasil dan performance kami usai.

Aku sangat sedih karena dihari terakhir kami ditemani Ka Opi kami belum bisa membuat Ka Opi bangga, dan mulai detik itu aku berjanji pada diri sendiri untuk lebih semangat lagi berlatih.


Keesokkan harinya..

“Aduh mana nih pita ku? Gimana na teman pita ku hilang”, grusu Dira.

“Astaga heh ga tau dah aku”, jawab yang lain.

“Satu ga pake semua engga”, ucapku.

Mereka pun terdiam hening sambil memikirkan apa pengganti hiasan kepala kami. Yang kami takuti hanyalah Ka Opi, biarpun ia jauh kami tau kalo Ka Opi selalu tau apapun yang terjadi sama kita.

Akhirnya kami memutuskan untuk menyobek kain bling bling Ka Opi yang ada dilemarinya. Kami ikat dengan kuat dililitan rambut kami yang sudah kami ikat satu tinggi. Waduuuh hari ini kita tampil ala anime gitu comel hahaha dengan usaha kami yang make up sendiri yah lumayan baguslah walaupun sedikit ga rapi but kami senang dan yakin kali ini kami bisa membuat Ka Opi bangga. So kami siap untuk bertanding Final hari ini.


Ternyata kami berhasil.

“YEYYYYYYYYY, soraka kami kegirangan.

Tinggal nunggu pengumuman deg-degannya aja nih haduh takut banget. Sambil menunggu pengumuman kami balik kerumah Ka Opi sambil makan dan santai-santai. Dan hasil pengumuman keluar. Yah kami sedikit sedih lah tapi seneng juga sih. Dapet Juara Harapan 1, agak jauh ya tapi yah lumayan lah tetap dapet uangnya dan kami langsung foto bersama dan mengirimnya kepada Ka Opi melalui WA. Ka Opi sih katanya bangga tapi Cuma sedikit hahahaha yah gapapalah ini pelajaran untuk kami agar lebih semangat lagi berlatih dan ga sombong atas apa yang kami dapat kemaren-kemaren.

Sipppp segini aja nih ceritaku cape banget deh ngetiknya tapi belum seribu kata, wkwkwk ngetik apa lagi yah bingung. Oiya harapan aja deh semoga aja Diva terus kompak, anggota yang lain bisa lebih on time, semoga juga Ka Opi terus bangga sama kami. Dan inget ya siapapun yang membaca ini, DIVA itu the best bukan dance ecek-ecek bukan cewe-cewe negative yang cuma memamerkan aurat tapi kami adalah DANCER PROFESIONAL.

Tampilan DIVA

The Circle

Oleh: Muhammad Fakhri – XII Multimedia SMKN1Samarinda

COVER SENI BUDAYAFakhri dan Andi adalah sepasang sahabat yang masuk ke dalam dunia criminal bersama-sama. Mereka mengikuti sebuah geng “Blood Seeker” yang di pimpin oleh “Big Boss” yang dikenal sangat kejam. Kejahatan yang mereka lakukan sangatlah kejam, mereka adalah pembunuh bayaran yang sangat terkenal di kota. Andi di angkat oleh “Big Boss” menjadi tangan kanannya yang terpercaya karena keahlian tinggi yang Andi miliki. Setelah sekian lama, Fakhri sadar akan apa yang di lakukannya itu salah. Ia pun keluar dari geng Blood Seeker, Big Boss tidak terima dengan keputusan Fakhri karena Big Boss masih membutuhkan keahlian Fakhri yang sama kuatnya dengan Andi. Fakhri tetap teguh dengan pendiriannya dan ia pun keluar. Big Boss mengancam Fakhri tetapi Fakhri tetap keluar.

Andi membujuk Fakhri untuk kembali, Fakhri tidak mau kembali, dia meyakinkan Andi untuk keluar dari geng itu dan menyadari apa yang telah mereka perbuat itu salah. Andi menolak dan pergi kembali ke markas geng. Andi memberitahukan Big Boss, Big Boss sangat marah. Beberapa bulan telah berlalu, Big Boss masih merasa dendam terhadap mantan anak buahnya yaitu Fakhri. Big Boss pun memiliki rencana jahat, Ia menyuruh Andi untuk menculik adik perempuan Fakhri sebagai sandera dan memaksa Fakhri untuk bekerja kembali dengan Big Boss. Andi melakukannya dengan berat hati. Di suatu perjalan pulang Adik Fakhri di temui oleh Andi. Andi bilang ke adiknya Fakhri untuk ikut dengannya untuk keselamatannya. Awalnya sang adik tidak mau ikut, tetapi karena Andi bilang ini atas perintah Fakhri, adiknya Fakhri pun mau ikut dengan Andi.

Malam pun tiba, Fakhri sangat khawatir dengan adiknya yang tidak pulang-pulang juga. Fakhri mendapat telpon dari nomor yang tidak dia kenal. Fakhri sangat terkejut bahwa telpon tersebut berasal dari Big Boss. Big Boss mengatakan bahwa adik Fakhri telah di tahan oleh Andi atas perintahnya. Dan jika ia ingin adiknya kembali ia harus memilih 2 pilihan yang Big Boss berikan. Big Boss pun memberi 2 pilihan untuk Fakhri. Pilihan tersebut adalah untuk bekerja dengan Big Boss lagi atau bertarung dengan Blood Seeker. Fakhri menolak untuk bergabung dan memilih untuk bertarung dengan Blood Seeker. Big Boss pun memberi waktu untuk Fakhri mengumpulkan pasukan dalam jangka waktu 2 minggu. Dan Big Boss mengatakan akan hanya mengeluarkan 3 pembunuh bayaran terbaik miliknya untuk bertarung dengan tim nya Fakhri.

Fakhri merasa stress karena satu-satunya anggota keluarga yang hanya ia miliki di tahan oleh geng pembunuh bayaran terjahat di kota. Fakhri resah dan terlihat putus asa. Keesokan harinya ia berlatih di sebuah tempat berlatih bela diri. Fakhri bertemu 2 teman lamanya yang juga sedang berlatih di sana. Mereka adalah Rendy, Aldi . Fakhri pun bercerita tentang keterlibatannya dengan geng Blood Seeker dan adiknya yang di tahan. Rendy, Aldy pun bersedia untuk membantu Fakhri untuk menyelamatkan adiknya. Mereka pun berlatih bersama hingga waktu yang di tentukan tiba.

Hari demi hari pun berlalu. Fakhri dan teman-temannya selalu mencari info tentang keberadaan adiknya dan hasilnya pun tidak ada. Hingga pada suatu malam Siddiq telah melihat salah satu orang mencurigakan berjalan ke suatu tempat yang mencurigakan juga. Siddiq pun mengikuti orang itu. Dan ternyata orang itu adalah salah satu anggota Blood Seeker yang menjaga rumah tempat adiknya Fakhri di tahan. Siddiq melihat adiknya Fakhri dalam keadaan baik-baik saja. Siddiq pun segera menuju ke tempat Fakhri dan menceritakan semua yang ia lihat. Fakhri merasa lega, Fakhri dan teman-temannya pun membuat rencana untuk menyelamatkan adiknya dan juga sekalian menghancurkan geng Blood Seeker.

Hari pertarungan pun semakin dekat. Fakhri dkk pun sudah siap untuk melawan pembunuh terbaik geng Blood Seeker dan menyelamatkan adiknya dari geng Blood Seeker. Fakhri dkk berlatih sangat keras agar mereka bisa menghancurkan kriminal-kriminal tersebut.

Hari pertarungan akhirnya tiba. Fakhri dkk pun pergi ke tempat pertarungan yang sudah di tentukan Big Boss. Mereka pergi dengan rencana yang sudah mereka rencanakan. Sesampainya mereka di tempat tujuan mereka langsung berhadapan dengan pembunuh terbaik Blood Seeker. Fakhri, Aldi dan Rendy dari kelompok Fakhri melawan Andi, Bayu dan Aldian. Fakhri sangat terkejut bahwa salah satu dari lawannya adalah Sahabatnya sendiri. Mereka pun berkelahi. Siddiq diam-diam menuju ke tempat dimana adiknya Fakhri ditahan. Siddiq menumbangkan seorang penjaga yang sedang berjaga. Ia menceritakan semua ke adiknya Fakhri dan membawa adiknya Fakhri ke rumah. Adiknya Fakhri tidak mau pergi ke rumah, dia ingin mendatangi kakaknya dan menghentikan perkelahian antar sahabat itu. Siddiq pun mengikuti kemauannya.

Satu per satu dari masing-masing kelompok tumbang hingga akhirnya yang hanya tersisa adalah Fakhri dan Andi. Kedua sahabat ini berkelahi dengan sangat hebat. Tanpa rasa takut dan tanpa pandang kalau mereka adalah sahabat, Andi pun tumbang. Fakhri dengan emosi hampir membunuh Andi tetapi sempat di hentikan oleh adiknya Fakhri. Fakhri pun berhenti. Dengan keadaan Andi yang babak belur Fakhri sadar akan perlakuannya terhadap sahabatnya. Adiknya Fakhri mengingatkan Fakhri bahwa mereka tidak boleh berkelahi. Mereka adalah sahabat mulai dari SMA. Andi pun mengingat masa-masa mereka berdua bersahabat di sekolah berlatih bersama. Mereka berdua langsung saling minta maaf dan Andi pun ingin membantu Fakhri untuk menghancurkan Blood Seeker. Aldian juga sebagai anak buah Andi mengikuti Andi untuk menghancurkan Blood Seeker. Tanpa di ketahui Bayu yang sudah mendengar semuanya segera berlari dan bersembunyi.

Setelah pertarungan selesai mereka kembali ke tempat mereka masing-masing. Andi lapor ke Big Boss bahwa Fakhri sudah di kalahkan. Big Boss pun percaya. Tetapi semua hancur ketika Bayu datang dan memberitahukan hal yang sebenarnya. Andi dan Aldian pun segera melarikan diri ke tempat Fakhri. Mereka pun menceritakan apa yang terjadi di basecamp Blood Seeker. Fakhri pun muak dengan kejahatan Big Boss dan membawa Rendy, Aldy, Aldian, Siddiq dan Andi untuk menyerang Blood Seeker. Sesampainya di Basecamp Blood Seeker mereka di hadang oleh para anak buah Big Boss yang di pimpin oleh Bayu. Mereka pun berkelahi. Andi menyuruh Fakhri untuk menangkap Big Boss dan membiarkan Andi dan yang lainnya menghadang para pasukan Blood Seeker. Fakhri pun mengejar Big Boss.Pertarungan sangat sengit antara Bayu dan Andi.

Fakhri mengejar Big Boss tetapi Fakhri sempat tertembak di bagian bahu. Fakhri tetap mengejarnya. Akhirnya Big Boss pun tertangkap dan segera di bekukkan Fakhri. Andi dan yang lainnya pun berhasil membantai para pasukan Blood Seeker. Tetapi Bayu sempat melarikan diri. Fakhri dkk mengikat pasukan Blood Seeker dan Big Boss di sebuah tempat dan menelpon polisi. Fakhri dkk pun segera pergi meninggalkan musuh-musuhnya. Polisi pun datang dan menangkap semua anggota Blood Seeker, begitu juga Big Boss.

Ini adalah misi dimana geng “Blood Sekker” harus membunuh seorang petinggi perusahaan terkenal dan sekaligus sebagai salah satu mafia yang sangat berbahaya di seantero kota,, misi ini terjadi karena penghianatan yang dilakukan oleh petinggi perusahaan yang tidak mau memberikan jatah yang sesuai dan malah memanipulasi keadaan dengan melaporkan nya ke pihak yang berwenang, semenjak itulah big bos memerintahkan anak buahnya untuk membunuh petinggi perusahaan, setelah pembunuhan tersebut geng “Blood Sekker” memnyembunyikan identitas mereka dengan tidak melakukan kegiatan kejahatan ……….

2  BULAN BERLALU……..

Hari demi hari berlalu, kegiatan geng “Blood Sekker” mulai kembali, normal setelah sekian lama melarikan diri dari pencarian polisi, fakhri salah satu anggota geng “Blood Sekker” merasa ada sesuatu yang salah dari misi terakhir yang ia lakukan, dia merenungi perbuatannya dan mengajak andi untuk bertemu dan membicarakan sesuatu.

Kancil The Explorer

Oleh   : Kresna Aditya Ramadhan – XI Multimedia SMKN1Samarinda

Kancil The ExplorerPada suatu hari di suatu hutan, ada seekor kancil yang sedang mencari ketimun untuk makan siang. Ia segera pergi ke tempat musuh bebuyutannya yaitu pak petani. Ia mengendap-ngendap layaknya seorang ninja dan bergaya ala ninja untuk mendekati ladang ketimun si pak petani. Ketika ia sampai ternyata tidak ada orang.

“ah sial udah keren-keren kayak ninja sampe guling-guling ternyata si pak petani tidak menjaga ladangnya. Tapi tak apa lah, dengan begini gua bisa memakan ketimun segar ini sampai kenyang hahaha.”

Si kancil pun memakan ketimun dengan lahap hingga kenyang. Ketika ia memakan ketimun-ketimun segar itu ia mendengar suara bapak-bapak yang sedang mengatakan “Berhasil !!! Berhasil !!! Berhasil !!! Horee !!!!!”. si kancil pun terkaget-kaget hingga tersedak ketimun. Kancil pun segera mencari minum, dengan ekspresi marah karena terganggu oleh suara bapak-bapak itu ia pun mencari asal suara tersebut.

“sialan nih bapak-bapak, apaan coba pake teriak-teriak begitu. Gua kan jadi tersedak nih !”

Si kancil pun mengetahui asal dari suara itu. Asal suara itu ternyata dari jendela pak petani musuh bebuyutan si kancil. Ia pun mendekati jendela itu perlahan dan mengintip jendela tersebut. Ternyata oh ternyata suara itu berasal dari pak petani. “Buset nih petani ribut amat sampe kegirangan gitu nonton apaan sih ? hah ? Dora the explorer ? seru juga nih kayaknya.” Kata si kancil.

Pak petani dengan girangnya menonton Dora the explorer hingga tidak menyadari ladang miliknya habis di makan kancil. Dan kancil tersebut ada di jendelanya sedang mengintipnya. 1 jam pun berlalu hingga film selesai.

“Bagian mana yang kamu suka ?” kata Dora di tv.

“Bagian saat jalan di pinggir kali dan jatuh ke kali itu !!!” kata pak petani dengan muka bapak-bapak seram kegirangan.

“Aku juga suka bagian itu !!!” Dora menjawab.

Tidak Cuma pak petani yang kegirangan. Si kancil pun kegirangan bahkan hingga terinspirasi ingin berpetualang seperti Dora.”Wah seru juga berpetualang !!! Besok gua juga akan berpetualang !!!” dengan semangat si kancil mengatakannya. Malam pun tiba, si kancil pun sedang asik berkhayal-khayal menjadi petualang.”Besok aku akan berpetualang !!” kata si kancil. Kancil pun tertidur lelap. si kancil pun segera bersiap-siap untuk memulai petualangannya. Ia mengambil perlengkapan seperti tas, peta, dll.

“Sudah lengkap nih ! makan, minum, baju ganti, peta, dll. Tapi sepertinya masih ada yang kurang.” Si kancil pun melihat kea rah poster Dora nya di dinding dan seketika mengatakan “Aku butuh monyet !”. Ia pun bergegas segera ke tempat temannya yang kebetulan adalah seekor monyet. “Nyet ! woy nyet ! keluar dong !” si monyet pun keluar.”Apaan sih ncil, ganggu aja sih orang lagi tidur” si monyet menjawab dengan wajah terngantuk-ngantuk. “Ikut gue yok nyet!” si kancil berkata. “kemana ncil pagi-pagi gini ?” si monyet bertanya. Si kancil pun terdiam dan berpikir “iya juga ya, gua udah siap-siap dari tadi tapi belum tau mau kemana. hehehe” si kancil menjawab dengan tertawa kecil. “Yaelah ncil” si monyet berkata.

“oiya ncil denger-denger di ujung hutan sebelah utara sana ada pohon yang berbuah macam-macam buah” si monyet memberi usul kepada si kancil. ”Yang bener nyet ? boleh juga tuh!” kata si kancil “Ayo kita ke sana!!”. Si kancil dan si monyet pun segera bergegas ke arah utara untuk mencari dimana tempat yang ada banyak buah dan makanan itu. “kenapa lu ncil tiba-tiba pengen berpetualang gini ? jangan-jangan lu kesurupan hantu yang mati karena berpetualang ya !?” kata si monyet. “Enak aja lu gua nih terinspirasi dari film Dora the explorer tau !” si kancil menjawab. “ooo ternyata begitu” si monyet berkata sambil tertawa.

Sudah setengah perjalanan mereka di hadang oleh singa yang sedang kelaparan. “Aduh lapar banget nih perut dari kemaren belum makan.” Si singa mengeluh. Sesaat dia mengatakan itu si kancil dan si monyet pun lewat. “wah ada kancil tuh sepertinya nikmat pagi-pagi gini makan kancil hahaha” si singa pun bergegas sembunyi di dekat jebakannya dan menunggu kancil terjebak di jebakan tersebut. Ketika si kancil dan si monyet sedang asik bercerita, mereka terjatuh di dalam lubang jebakan singa dan singa pun langsung muncul di hadapan mereka. “Hahahaha… aku akan memakanmu kancil !” Singa berkata. “aduh tolong ! tolong kamii!” si kancil dan monyet berteriak. “percuma.. kalian tidak akan mendapatkan bantuan dari siapapun karena aku adalah raja hutan dan semua binatang takut padaku !” kata si singa. Si kancil pun terdiam dan segera memikirkan cara agar lolos dari singa itu.

“Aaaaaa !!! aaaa!!!! Aaaaaaaaa!!!!” monyet berteriak teriak ketakutan. “apaan sih lu nyet teriak-teriak ! siapa juga yang mau makan monyet !! lu tu bau, banyak bulu, gak enak banget dah.” Si singa berkata. Si monyet pun lega tapi juga merasa terhina. Si kancil pun langsung memiliki akal “nyet.. gua punya akal.. lu lempar tu singa lalu lari untuk mengulur waktu. Lagi pula lubang ini tidak terlalu dalam. gua akan menggali lubang ini hingga sangat dalam agar si singa terjatuh ke lubang ini dan gak bisa naik lagi. Jika selesai gua akan ngasih kode pake suara kambing” si kancil berbisik kepada si monyet. “boleh juga tu ncil… dia kan gk makan gua juga.. siip dah” si monyet juga berbisik kepada singa.

“apaan sih kalian ni bisik-bisik gitu !? mau coba kabur ya ?! gak akan bisa !” kata singa. “bukan begitu tuan singa.. saya hanya bilang ke monyet saya akan menyerahkan diri dan sebagai gantinya tuan melepaskan dia” si kancil bernegosiasi dengan singa. “Baiklah aku akan melepaskannya, lagi pula dia tidak berguna” si singa berkata. Saat monyet keluar dari lubang itu ia langsung melempar batu ke muka si singa dan singa pun marah besar “dasar monyet sialan!!! jangan lari kamu !!!” singa pun segera mengejar monyet tersebut. Dengan sigap si kancil menggali lubang tersebut lebih dalam lagi dan ia melompat keluar dari lubang tersebut. “untung saja lompat gua tinggi.” Si kancil berkata. Kancil pun menutupi lubang tersebut dan memberi monyet kode “mbeeeeeeeek… !!!!!”. “wah kancil sudah selesai.. aku harus bergegas ke tempat semula. Woy singa jelek, segini aja ya kekuatan si raja hutan !!!” monyet berkata. “sialan kau !” singa sangat emosi hingga lepas kendali dan berlari secepatnya mengejar si monyet. Si monyet pun kembali ke tempat dimana mereka di tangkap ia langsung melompat ke pohon dan bersembunyi. Si Singa berlari dengan cepat dan seketika terjatuh kedalam lubang yang di buat kancil.

“apa ini ?!” kata si singa. Si kancil dan si monyet pun keluar dan menertawakan si singa. “rasakan itu dasar singa jelek !!” kata si monyet dan si kancil. “grrrr… dasar kalian sialan !!!” singa berkata dengan marah. Si kancil dan si monyet pun meneruskan perjalanan mereka. Mereka berjalan dengan gagah karena sudah mengalahkan singa. “wah ncil lu pinter juga ya” si monyet memuji kancil. “Iya dong kancil gitu !” kata si kancil. “wah udah deket nih ncil kita tinggal ngelewatin sungai yang ada jembatannya dan…” si monyet pun seketika terdiam saat melihat kedepan. “kenapa lu nyet ? kok diem gitu ? eek lu ?” si kancil bertanya ke monyet. “ncil.. seharusnya kita tinggal ngelewatin jembatan tapi… jembatannya udah hancur..” si monyet berkata dan kecewa. “gimana nih udah hampir sampai padahal..” kata si monyet. “udah kita tidur aja dulu gua bawa tenda.. kita buat tenda di dekat pohon itu saja biar kita pikirkan sama-sama saja di dalam tenda. Hari juga sudah mulai gelap” kata si kancil. “baiklah..” si monyet menjawab dengan nada kecewa. “setelah buat tenda kita makan dulu lalu tidur” si kancil berkata.

Mereka pun tertidur lelap. Pagi pun datang mereka pun segera bangun dan bergegas ingin membangun rakit. Tetapi ketika mereka mendekati sungai tersebut banyak sekumpulan buaya yang sedang tidur di dekat sungai. “nciiil !! banyak buayaa !!” si monyet berteriak hingga membangunkan semua buaya tersebut. “Astaga nyet lu bego amat liat tuh mereka bangun !” kancil memarahi si monyet. “Siapa yang berani membangunkan kami !? dasar kurang ajar !” kata pemimpin buaya itu. “Tuan itu mereka yang membangunkan kita tuan !” anak buah buaya memberitahu pemimpinnya. Kancil dan monyet pun di kepung. “wah ada sarapan nih !” pemimpin buaya berkata. “Aaaaaaaa!!!!! Aaaaaaaaa!!!!!!!! Aaaaaaaa!!!!!” si monyet berteriak ketakutan. “Ngpain sih lu nyet teriak-teriak !? lu mau gua bunuh ! bukan gua makan ! lagian lu tu bau dan berbulu ! pasti lu gk enak!” pemimpin buaya berkata kepada monyet. Lagi-lagi monyet pun lega dan lagi-lagi merasa terhina. Si kancil pun langsung mendapat akal setelah mengingat suatu adegan yang terdapat pada film Dora dimana dora dibantu oleh buaya yang berbaris untuk menyebrangi sungai. “Tuan buaya,apakah anda dan anak buah anda sangat kompak ?” kancil bertanya kepada pemimpin buaya. “Tentu saja ! kami adalah kelompok buaya terkompak di sini !” Pemimpin buaya menjawab dengan tegas.

“bagaimana kalau saya beri tuan tantangan? Jika tuan kalah saya dan teman saya di bebaskan dan jika tuan menang tuan boleh memakan saya dan membunuh teman saya.” kancil berkata kepada buaya. “baiklah ! saya setuju ! cepat beritahu kami apa tantangannya !?”. “pertama saya akan menghitung kalian semua, dan kalian akan berenang bebas selama 20 detik. Setelah itu kalian berbaris dari sini sampai ujung sungai di seberang sana. Saya akan menghitung kembali. Jika kalian lengkap saya kalah dan jika kalian tidak lengkap tuan yang kalah.” Si kancil  berkata kepada pemimpin buaya. “Oke ! sangat mudah ! baiklah kalian semua kita akan memperlihatkan kekompakkan kita !” pemimpin buaya berkata kepada anak buahnya. Si kancil pun pura-pura menghitung para buaya. ”Satu.. Dua.. Tiga… Mulai!!!” si monyet memulai tantangan tersebut. Para buaya pun bergegas berenang bebas selama 20 detik. “oke waktu habis silahkan berbaris !” si kancil berteriak. Buaya-buaya itu pun berbaris dan si kancil dan monyet mulai menghitung. “hey.. hey.. sedang apa kau naik-naik badan kami kancil dan monyet ?” si pemimpin mulai curiga. “Saya ingin menghitung lebih jelas tuan agar saya tidak salah hitung..saya kan tidak pernah curang.. saya selalu sportif” kata si kancil. “Baiklah sekarang cepat hitung ! aku sudah lapar !” buaya membentak kancil. Kancil pun melompati satu persatu punggung buaya dan menghitung hingga ia sampai ke seberang sungai. “Tuan.. Anda menang.. anda berhak memakan kami..” si kancil berkata sambil tertawa. “hahaha sudah saya bilang kami kompak dan sekarang aku akan memakanmu !” buaya berkata. “kalian memang kompak dan kalian memang… BODOH!!” monyet dan kancil bergegas melarikan diri sesaat mereka meledek buaya tersebut. “ah sialan kalian ! dasar kancil dan monyet sialaaan !!!!” buaya kesal.

“hahahaha kancil lu memang sangat cerdas ! udah dua kali nih lu nyelamatin kita !” si monyet berkata dengan hati lega “sialan tuh buaya dan singa gua di kata-katain.. huh.. sakitnya tuh disini ncil” si monyet nunjuk ke dada. “hahahahaha makanya lu mandi ! cukur tu bulu-bulu lo biar rapi ! hahahaha” si kancil meledek si monyet. “sialan lu ncil !” si monyet berkata dengan nada kesal. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.

“Ncil kita udah sampai !” si monyet berteriak kegirangan. “iya nyet kita sampai ! gua seneng banget !” kata si kancil. Mereka pun mendekati pohon tersebut dan memetik salah satu buah di pohon itu. Ternyata bukan hanya ada mereka di sana. Banyak sekali binatang-binatang lain yang hidup di sekitar pohon berbuah beraneka macam itu. Mereka di sambut dengan hangat oleh penduduk sekitar situ dan mereka memutuskan untuk tinggal di sana selamanya. “wah nyet seru banget petualangan kita ya!” si kancil dengan hati yang senang. “iya ncil seru banget lain kali kita berpetualang lagi ya ncil !” monyet dengan semangat mengajak kancil untuk berpetualang lagi nanti. “Baiklah nyet ! saatnya kita bilang……… Berhasil!!! Berhasil!!! Berhasil!!! Hore !!!!” si kancil dan si monyet kegirangan. “Bagian mana yang kamu suka nyet ?” kata si kancil. “Bagian di saat aku melempar batu ke singa !” kata si monyet dengan nada gembira. “aku juga aku juga” si kancil berkata. Mereka pun hidup di sana selamanya. Dan tiba-tiba cahaya menghampiri si kancil. Cahaya tersebut semakin terang dan semakin terang dan akhirnya… Si kancil bangun dari tidurnya setelah ia berkhayal-khayal menjadi petualang.

(Kalau gk ngerti endingnya, setelah baca endingnya silahkan baca pada paragraph ke 6)

Burung Enggang Merista

(bahasa Kutai)Enggang

 

Intro :

C  Dm  G Em C

Am   Dm G C

C                                        Dm

Burung enggang si burung wali

G                              Em      C

Apa kabar datang ke sini

Am                                        Dm

Singgah di ranting puhun wanyi

G                                                 C

Merana hidup terangguk-angguk

 

C                                           Dm

Burung enggang si burung tari

G                    Em        C

Bulu ditata disusun rapi

Am                                 Dm

Hilang bulu menderita bathin

G                                              C

Di dalam hati urang ha’ marah

 

Reff :

F                                   G

Burung enggang enda’ nya mati

Em                             A

Ranca’ merista di dalam hati

Dm                                              D                         G

Namun hilang jangan ha’ hilang si burung enggang

 

F                                   G

Burung enggang enda’nya mati

Em                      A

Ranca’ merista di dalam hati

Dm                                            D                            G

Namun hilang jangan ha’ hilang si burung enggang

 

C                             D

Oh burung enggang

G                                           C     Am

Mandi’ sampai hati melihat

Dm

Namun punah mandi’lah jua

G                                       C

Merista diri seumur hidup

Instrumen :

C         Dm

G         Em   C

Am         Dm

G          C

C                                          Dm

Burung enggang si burung tari

G                     Em           C

Bulu ditata disusun rapi

Am                                 Dm

Hilang bulu menderita bathin

G                                             C

Di dalam hati urang ha’ marah

Kembali ke Reff

Referensi :

Anabella – Burung Enggang dapat di download dari  https://www.youtube.com/watch?v=Eq40WgxLu-A

Lirik Lagu Burung Enggang diakses dari https://id.wikibooks.org/wiki/Burung_Enggang_Merista

Aransemen Chord Gitar untuk Lagu Burung Enggang Merista oleh Guruvalah