Kaizen untuk Sukses Berkemajuan

Negara Jepang itu secara geografis adalah negara yang sangat minim sumber daya alam. Jepang mempunyai area yang sangat terbatas. Daratannya, 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan. Namun hal ini tidak menyurutkan mental dan tekad bangsa tersebut untuk maju dan bersaing dengan negara lain di dunia. Bahkan hal ini semakin memotivasi Jepang untuk membuktikan bahwa negaranya layak dan pantas jadi pemenang dan unggul.

Orang – orang Jepang sangat disiplin dan menaruh penghargaan yang sangat tinggi terhadap waktu. Orang Jepang sudah biasa bekerja 14 – 18 jam sehari, 94 – 126 jam seminggu. Selain itu membaca adalah kesukaan orang Jepang, jika kita melihat disepanjang jalan dan sudut kota di Jepang setiap orang sibuk dan asyik tenggelam dengan bacaannya dan  sangat suka belajar. Bagi mereka tiada waktu selain bekerja dan belajar.Jepang laksana suatu negara “industri terapung” yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya.

Saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi  nomor dua di dunia. Industri mobil Jepang bisa dikatakan telah merajai sebagian pasar jenis mobil sedan seperi merk Honda, Toyota, Mazda dan Suzuki, belum lagi  produk Jepang lainnya berupa peralatan elektronik seperti kita mengenal merk Sharp, Sony, Sanyo, Toshiba, Canon, dan sebagainya, serta produk kreatif dan inovatif lainnya seperti robot yang bisa membantu pekerjaan rumah tangga,  kacamata yang bisa melacak benda yang hilang, kereta listrik kecepatan super cepat JR-Maglev. Kereta api tercepat dunia dengan kecepatan resmi, 581 km/jam (2003, Guiness World Record). Kereta api super cepat Jepang ini tidak berjalan pada relnya, tapi melayang, diatas relnya setinggi 10 cm.

Salah satu rahasia sukses terbesar bangsa Jepang adalah Kaizen (改善 ) (baca : Kaiseng). Kaizen adalah : Penyempurnaan tiada henti (On going and Continous Improvement ) atau Peningkatan Terus Menerus / Berkesinambungan (Continous Improvement). Kaizen merupakan filosofi hidup bangsa Jepang yang telah mengakar dan mendarahdaging. Inilah juga yang menjadi sokoguru bangkitnya perekonomian bangsa Jepang.

Jika Anda ingin maju dan hidup sukses saatlah sekarang mulai Kaizen-kan diri dengan cara menjalankan 3 konsep dari Kaizen yaitu 3M (Muda, Mura, dan Muri). Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya.

Muda : mengurangi pemborosan,

Mura : mengurangi perbedaan

Muri : mengurangi ketegangan.

Disamping itu laksanakan 5-S dari Kaizen (Konsep Jepang yang berhasil menciptakan budaya dan lingkungan maju) yang meliputi :

乗  Seiri : kelompokkan dengan jelas barang-barang yang perlu dan tidak perlu.

乗  Seiton : Letakkan barang-barang pada tempat yang sesuai hingga mudah dicari pada waktu akan dipakai.

乗  Seiso : Bersihkan ruang kantor/tempat usaha Anda hingga terlihat rapi dan teratur.

乗  Seiketsu : Buatlah ruang kantor/usaha Anda sehat, menyegarkan dan bebas polusi.

乗  Shitsuke : Disiplin dan konsisten dalam bekerja sehingga terbentuk kualitas manusia terbaik / unggul.

Kaizen adalah tanggung jawab setiap orang. Kaizen hanyalah salah satu ciri khusus manufaktur pada perusahaan Jepang, karena masih banyak konsep-konsep lain yang selalu bermunculan, karena Jepang selalu berpikir bahwa tidak satu haripun boleh berlalu tanpa sesuatu tindakan penyempurnaan dalam perusahaan. Kaizen adalah melakukan perbaikan terus menerus, hari ini harus lebih baik dari kemarin dan besok harus lebih baik dari hari ini. Kesimpulannya Kaizen tidak akan pernah berjalan tanpa dilandasi oleh dorongan untuk berpikir dan berjalan terus menerus, secara disiplin menuju ke arah kesempurnaan.

Seperti pesan kanjeng Nabi Muhammad SAW 15 abad yg lalu  yang berbunyi :

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dibandingkan yang kemarin, maka ia termasuk orang sukses/beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama seperti yang kemarin, maka dia termasuk orang yang tertipu. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan yang kemarin, maka dia termasuk orang-orang yang merugi/celaka di hadapan Allah”.

Anda harus mengikuti kebiasaan orang Jepang yang baik ini yaitu membaca; berpikir; mengevaluasi  dan menyempurnakan. Ingatlah bahwa Allah meninggikan derajat bagi kaum yang senantiasa berpikir. Allah berfirman :

“Katakanlah : Samakah orang yang berilmu, dan orang yang tiada berilmu …?” (QS Az-Zumar 39-9).

Kaizen-kan dirimu sekarang juga : “Ambil yang baik,  buang yang buruk, buatlah hasil karya dengan sentuhan baru!”

Iklan

Belajar menjadi Pemimpin Kreatif di Zaman Now Melalui Pramuka

Dalam Kurikulum 13 Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah dengan alasan : 1).  dasar legalitasnya jelas yaitu UU Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka; 2) Pramuka mengajarkan banyak nilai, mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian.

Dalam Kurikulum 13 kegiatan Pramuka dibagi menjadi tiga: 1)  kegiatan wajib perkemahan setahun sekali, seperti kegiatan perkemahan sabtu minggu (persami) yang disertai penilaian secara umum. 2)  kegiatan rutin yang digerakkan oleh gugus depan dan bersifat sukarela. 3) kegiatan aktualisasi yang sifatnya wajib.

Apa itu Pramuka

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan  di Indonesia. Kata  “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Sejarah Pramuka secara mendunia bermula dari perkemahan di sebuah bukit Brown Sea, Inggris dalam tempo delapan hari pada 25 Juli 1907, muncul ide dari Lord Robert Baden Powell untuk mencetuskan Pramuka. Gagasan Letnan Jenderal dari Inggris tersebut direspon positif sehingga Pramuka menyebar hampir di seluruh dunia hingga berlabuh ke Indonesia.

Scout adalah istilah Pramuka yang diprakarsai Powell pertama kali di Inggris ketika itu. Disebut Scouting atau Scout Movement karena pada awalnya gerakan ini berupa pengembangan secara fisik, mental dan spiritual kepada para pemuda. Namun, gerakan ini tidak seperti mengembleng pemuda yang ingin masuk ke dunia militer, meski Powell merupakan seorang tentara.

Ide Powell mencetuskan Pramuka mendapatkan respon positif di beberapa negara Eropa, termasuk Belanda yang ketika itu menjajah Indonesia.

Belanda menyebut Padvinder sebagai gerakan Pramuka-nya. Pada saat penjajahan Belanda, mereka mengagas perlunya Indonesia dihadirkan Pramuka. NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda) inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Pramuka di Indonesia yang dideklarasikan Belanda.

Pada tahun 1917 untuk pertama kali berdiri sebuah organisasi Kepanduan Nasional di Kota Surakarta, dengan nama Javaanse Padvienders Organizatie (JPO). Organisasi Kepanduan Nasional Indonesia ini didirikan oleh Sri Mangkunegara VII, seorang nasionalis, aktivis Pergerakan Nasional yang pernah diangkat menjadi Presiden Budi Utomo tahun 1915/1916 membawahi 40 cabang di seluruh Indonesia, seta pernah dipercaya sebagai pelindung Jong Java selama 11 tahun, sampai Jong Java melebur menjadi Indonesia Muda tahun 1928.Setelah JPO, lahir  berbagai organisasi kepanduan seperti JJP Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nasional Islamitisch Padvindery, SIAP (Serikat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon) dan banyak lagi yang lain. Semua Organisasi kepanduan tersebut dilahirkan oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional pada masa penjajahan Belanda. Dengan demikian Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia pada masa penjajahan merupakan persemaian lahir dan berkembangnya NASIONALIS-NASIONALIS MUDA yang kuat rasa kebangsaannya.

Pasca-kemerdekaan, KH Agus Salim yang ketika itu menjadi Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin merubah nama Padvinder menjadi Pandu atau Kepanduan sehingga kemudian lahirlah Pramuka di Indonesia.

Pramuka disyahkan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Tanggal 20 Mei adalah hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.

Pramuka kemudian dikenalkan secara luas ke Indonesia pada 14 Agustus 1961 sehingga setiap tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai hari lahirnya Pramuka di Indonesia.

Bill Gates, Neil Amstrong dan Steven Spielberg Pernah Jadi Pramuka

Bill Gates itu adalah milyader yang mengotaki Microsoft. Bill Gates hampir setiap detik hadir di rumah kita, karena setiap komputer yang kita gunakan selalu mengandeng perusahaannya. Dulu Bill Gates muda adalah aktifis Pramuka Amerika, karenanya tidaklah mengherankan jika dia sangat kreatif dan sangat pandai memanfaatkan peluang dalam kehidupan.

Bill Gates mendapat penghargaan berupa “Bufalo Silver” (Banteng Perak) Tentunya kita tak akan ragukan lagi, pendidikan kepramukaan disamping mendunia bisa juga membuat orang bereputasi dunia.

Neil Amstrong adalah manusia penginjak bulan yang juga anggota pramuka Amerika, penerima penghargaan sebagai Pramuka “Eagle Scout” (Pramuka Garuda). Ini mengingatkan kita semua, ketika itu pertengahan bulan Juli 1969. Amerika mencatat keberhasilan, sebagai negara didaya yang sanggup menaklukan bulan. Ketika itu banyak Pin berlogo Apollo 11 dibagi-bagikan, bahkan banyak anak Sekolah Dasar memilki Pin itu.

Steven Allan Spielberg adalah seorang sutradara dan produser film ternama asal Amerika Serikat. Ia telah memperoleh tiga Penghargaan Oscar (Academy Award) serta satu Penghargaan Kehormatan Seumur Hidup. Ternyata waktu sekolah aktif di Pramuka loh, dia rajin mengorganisasi teman untuk membat yel-yel, rupanya ini adalah salah satu modal dia jadi sutradara film.

Pada tahun 1958, ia mendapatkan tanda ‘pangkat’ fotografi pada kegiatan pramuka nya setelah mengerjakkan tugas membuat film amatir dengan durasi 9 menit yang berjudul The Last Gunfight. Pokok nya ia seperti tergila-gila pada dunia film. Bahkan, pada usia 16 tahun, ia sudah menciptakan film independen pertama nya yang berjudul Firelight. Film yang berdurasi 140 menit ini memakan biaya $500 (sekitar Rp. 5 juta,-) & diputar di bioskop setempat.

Tanya Jawab Pramuka

  1. T: Siapa bapak pandu sedunia?  J: Sir Robert Stephenson Smyth Baden Powell of Gilwell atau Lord Baden Powell of Gilwell
  2. T: Dimanakah kantor pusat biro kepanduan dunia? J : Jenewa , Swiss
  3. T: Organisasi apa yang menjadi latar belakang gerakan Pramuka. J: Boedi Oetomo
  4. T: Siapakah yang mencetuskan nama pandu atau kepanduan?  J:  KH. Agus Salim
  5. T: Apa kepanjangan dari Pramuka, J:  Praja Muda Karana
  6. T: Apa arti dari Kata Praja Muda Karana?. J: Orang Muda yang Suka Berkarya
  7. T: Tanggal berapa pramuka disahkan. J: 20 Mei 1961
  8. T: Kapan hari pramuka diperingati? J: 14 Agustus
  9. T: Tahukah tokoh aktivis Pramuka pendiri Microsoft? J; Bill Gates
  10. T: Sutradara film yang membuat film box office seperti Jurrasic Park, the ET yang juga aktif Pramuka di masa mudanya? J: Steven Allan Spielberg

Jadi untuk menjadi Pemimpin Kreatif di Zaman Now mulailah belajar  melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka

Salam Pramuka !!

Drama: Pengaruh Buruk Teman

TEMA: PERGAULAN REMAJA

JUDUL: “PENGARUH BURUK TEMAN”

Penulis: Fahira Sabila Y dan teman2 XII UPW1 SMK 1 Samarinda

PEMAIN :
– Dwi Apriliana : Dwi, Teman Yohana
– Elisa Fitriani : Elisa, Teman Yohana
– Nafi’ah Amin M. : Nafi’ah, Teman Yohana
– Tasbiah : Ibu dari Farchan dan Yohana
– Yohana Elvira : Yohana, Adik Farchan
– Guruh Saputra : Guruh, Anggota Geng
– Jimmi Maulana : Jimmi, Anggota Geng
– Khalifaturrahman : Bapak dari Farchan dan Yohana
– Muhammad Ilyas : Ilyas, Bos Geng
– M. Farchan Jihad S. : Farchan, Kakak Yohana

Sinopsis:
Disuatu sekolah, terdapat beberapa murid yang sibuk membicarakan murid pindahan di sekolah mereka. Siswa baru tersebut adalah Farchan dan Yohana. Kakak-Adik yang baru saja pindah dari luar kota. Mereka berdua sama-sama sudah kelas 12. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Dan apa hubungannya dengan judul “Pengaruh Buruk Teman”? Mari kita lihat bersama-sama.

Narasi:
Terdapat 3 orang siswi yang suka bergosip sedang sibuk membicarakan sesuatu pada pagi hari itu. Yaitu Dwi, Elisa, dan Nafi’ah. Terlihat Elisa yang bersemangat sekali bercerita.

Elisa, Nafi’ah, Dwi masuk
Elisa: “eh, tau ga? Katanya ada anak baru taulah”
Nafi’ah: “ih masa sih??
Dwi: “Kamu tau darimana?”
Elisa: mendengus “ya taulah. Udah nyebar kali. Katanya sih bersaudara gitu”

Yohana masuk
Elisa: “nah yang itu tuh”
Dwi: “kakaknya kelas 12 juga kan?”
Elisa: “iya kelas 12 juga. Cuma dia kelasnya diatas”
Nafi’ah: “gimana kalo kita ajak ngobrol? Kasian tau sendirian gitu kaya jones”
Eisa: sewot “Ih ngaca dulu bisa kali”

Dwi: “Ah, udah ayo samperin aja”
Mereka bertiga mendekati Yohana
Dwi: “Kamu anak Jakarta ya?”
Yohana: terkejut “Engg, iya”
Elisa: “Kenalan dong. Aku Elisa. Ini namanya Dwi, terus ini Nafi’ah”
Yohana: “Oh iya, nama ku Yohana”
Elisa: “hah? Kamu dari Jakarta tapi namamu kaya Timur gitu ya”
Dwi: mencubit kecil Elisa “Namanya bagus kok. Maaf ya, dia emang suka gitu. Mulutnya kemana-mana”
Yohana: “Iya gapapa kok”
Nafi’ah: berbisik ke Elisa “Yang kamu bilang bener sih. Tapi ga bilang secara langsung gitu juga kali”
Elisa: berbisik ke Nafi’ah “Ya, tapi bener kan?”

Dwi, Nafi’ah, Yohana, Elisa keluar

Narasi:
Lalu terjadilah pula perbincangan antar siswa Guruh, Jimmi, dan Bos Genk mereka yang terkenal bengal di sekolah tersebut

Guruh, Jimmi, Ilyas, masuk
Guruh: “eh, denger-denger ada anak baru tuh”
Jimmi: “coba ajakin nongkrong gimana yas?”
Ilyas: “Jangan dulu lah. Kita mulai pelan-pelan aja dulu”
Guruh, Jimmi, Ilyas, keluar

Narasi:
Lalu pada saat jam istirahat berlangsung, semua anak-anak berhamburan ke kantin. Termasuk Farchan dan Genk Bengal. Disaat yang bersamaan Dwi, Elisa, Nafi’ah, dan Yohana juga ke kantin.

Farchan masuk

Farchan: “Laparnya heh. Apa mau dimakan penuhnya begini?”
Guruh, Jimmi, Ilyas, masuk
Jimmi: menabrak Farchan “Eh, sorry ga sengaja”
Farchan: “Eh iya gapapa”
Guruh: berbisik ke Ilyas “Yang ini sudah yas orangnya”
Ilyas: “Ohh” mengangguk lalu merangkul Farchan “Anak baru ya? Aku Ilyas. Ini Jimmi, yang ini Guruh”
Farchan: canggung “Oh iya, aku Farchan”
Ilyas: “Kamu diem aja daritadi disini. Mau makan?”
Farchan: “Iya. Tapi penuh begini”
Ilyas: “Ahh, gampang lah kalo itu. Jim, Gur, kayak biasa. Kamu mau apa han?” menyuruh Jimmi dan Guruh untuk membeli makanan
Farchan: “Gausah lah yas. Aku bisa sendiri”
Ilyas: “Ahh udahlah, anggap aja sebagai salam perkenalan. Jadi kamu mau apa?”
Farchan: ragu-ragu “Hmm, yaudah aku mau nasi campur. Makasih loh yas”
Ilyas: “Oke bro” kemudian sedikit berteriak kepada Guruh dan Jimmi “Sama nasi campur satu!”

Guruh dan Jimmi menatap bingung Ilyas

Ilyas memainkan mata
Guruh: berbisik ke Jimmi “Tumben begitu”
Jimmi: “Gatau juga”

Narasi:
Disaat yang bersamaan, Dwi, Elisa, Nafi’ah, dan Yohana pun melihat mereka.

Dwi, Elisa, Nafi’ah, Yohana, masuk
Elisa: mendengus “Hhhhh penuh banget”
Nafi’ah: “Ga pernah sepi apa ini kantin?”
Dwi: “Udah buruan pesen. Ntar keburu habis”
Yohana: melihat Farchan “Itu kakakku”

Dwi, Elisa, Nafi’ah, melihat Farchan
Dwi: “Oh, yang tinggi, putih itu ya?”
Yohana: “Iya yang itu”
Nafi’ah: “Siapa nama kakakmu?”
Yohana: “Farchan”
Dwi: “Tapi kok seangkatan?”
Yohana: “Iya aku telat sekolah sebenarnya”
Dwi, Elisa, Nafi’ah, mengangguk paham
Elisa: “Eh, coba liat dia (Farchan) sama siapa”
Nafi’ah: “Astaga! Iya! Sama mereka!”
Yohana: “Loh? Memangnya ada apa sama mereka?”
Dwi: menghela nafas “Mereka bertiga itu murid bengal disekolah ini. Yang itu namanya Ilyas, itu Guruh dan sampingnya itu Jimmi. Mereka sudah sering bikin masalah. Tapi, karena orang tua Ilyas donatur utama sekolah, pihak sekolah jadinya enggan untuk mengeluarkan Ilyas. Termasuk Guruh dan Jimmi”
Elisa: “Mending kakakmu itu berteman sama yang lain aja deh”
Nafi’ah: “Iya. Ntar bawa pengaruh buruk lagi”
Yohana: termenung
Semua pemain keluar

Narasi:
Jam istirahat pun berakhir. Mereka kembali ke kelas masing-masing. Farchan, Ilyas, Guruh, dan Jimmi pun kembali ke kelas bersama-sama.

Farchan, Ilyas, Guruh, Jimmi, masuk

Ilyas: “Han, pulang ini mau ga jalan sama kita?”
Farchan: “Mau kemana memangnya yas?”
Ilyas: “Yah, jalan aja. Ke café atau kemana kek”
Jimmi: “Iya mau ga?”
Guruh: “Kita emang biasa begini”
Farchan: “Hmm, kayanya ga hari ini deh yas maaf banget. Besok besok aja”
Ilyas: “Yahh, okelah”
Farchan: “Eh, aku mau ke wc dulu ya”
Guruh: “Iyaudah sana. Ngapain bilang-bilang? Kaya cewek aja” bercanda
Farchan: “Yahh, siapatau ada yang mau ikut”
Ilyas, Guruh, Jimmi: serentak “Idiihh”

Farchan keluar

Narasi:
Selagi Farchan pergi ke wc, Ilyas, Jimmi, dan Guruh pun memperbincangkan sesuatu

Guruh: “Yas, tumben baik?”
Jimmi: “Iya yas. Aku heran sama kamu”
Ilyas: “Aku udah bilang. Selow ajaa”
Guruh dan Jimmi: mengangguk
Farchan kembali ke kelas

Narasi:
Tak berapa lama setelah Farchan kembali ke kelas, jam pulang pun telah tiba. Para siswa pun keluar kelas dengan ramai..
Farchan: “Aku duluan ya!”
Ilyas: “Eh barengan aja kali. Sama sama aja”
Guruh: “Iya, ayok”
Jimmi: “Ayodah”
Semua pemain keluar

Narasi:
Dikelas lain, Yohana tergesa-gesa keluar kelas menemui kakaknya. Sebelum pulang, ia sempat berpamitan dengan teman-teman barunya itu.
Yohana: tergesa-gesa “Eh duluan ya! Sorry buru-buru!”
Dwi, Elisa, Nafi’ah: serentak “Hati-hati!”
Semua pemain keluar

Narasi:
Dilapangan, Yohana pun bertemu dengan Farchan, yang sudah menunggu nya. Ilyas, Guruh, dan Jimmi pun terlihat bersama Farchan.

Yohana, Farchan masuk
Yohana: berlari kecil menuju Farchan “Kak!”
Farchan: “Nah ini daritadi ditungguin juga”
Yohana: “Iya maaf. Kelas juga jauh begitu”
Ilyas: “Kak? Ini adekmu han?”
Farchan: “Iya ini adekku”
Guruh: “Adekmu cewek?”
Farchan: “Lah? Ga liat ini cewek?”
Guruh: “Hahahahaha. Kukira adekmu cowok”
Farchan: “Yah ini sih depannya aja cewek. Aslinya preman”

Yohana memukul Farchan

Yohana: kesal “Apasih kamu kak!?”
Farchan: “Aduh!”
Jimmi: “Kelas berapa adekmu han?”
Farchan: “Seangkatan juga sama kita. Cuma kelasnya diatas. Iyakan yon?
Yohana: mengangguk memasang muka datar
Farchan: “Eh duluan ya, udah dijemput nih!”
Ilyas, Guruh, Jimmi: “Yok, hati hati han”
Semua pemain keluar

Narasi:
Farchan dan Yohana pun pulang kerumah. Sesampainya dirumah, Yohana pun berbicara dengan Farchan.

Farchan, Yohana masuk
Yohana: “Kak, kamu temenan sama mereka?”
Farchan: “Iya. Baru juga kenal. Kenapa? Kamu tau mereka?”
Yohana: “Aku tau dari teman-temanku sih kak. Dan temanku bilang mereka itu premannya sekolah”
Farchan: “Ah, jangan sok tau kamu. Tadi itu Ilyas bayarin aku makan”
Yohana: “Yah kan kita juga baru disitu kak. Teman-temanku dikelas kan pasti sudah lebih tau seluk beluk nya”
Farchan: “Ah gatau lah. Capek. Aku mau istirahat”
Farchan keluar

Yohana: menghela nafas

Narasi:
Tak berapa lama, pulanglah kedua orang tua Farchan dan Yohana.

Bapak, Ibu masuk
Bapak, Ibu: serentak “Assalamualaikum!”
Yohana: “Wa’alaikumsalam. Bapak, Ibu, tumben sudah pulang?”
Ibu: “Iya kebetulan kerjaan dikantor ga banyak juga”
Bapak: “Dek, tolong ambilkan bapak minum. Bapak haus”
Yohana: “Iya pak, sebentar” mengambilkan minum
Bapak: sambil meminum air “Mana kakakmu?”
Yohana: “Lagi istirahat dikamar pak”
Ibu: “Gimana sekolahmu nak? Sudah ada teman baru?”
Yohana: “Sudah bu. Namanya Dwi, Elisa, Nafi’ah”
Ibu: “Syukurlah. Berteman yang baik ya.”
Bapak: “Belajarmu juga ditingkatkan dek”
Yohana: tersenyum “Siap pak, bu!”
Semua pemain keluar

Narasi:
Sedangkan Farchan dikamarnya, asik chattingan dengan Ilyas. Rupanya, Ilyas mengajaknya untuk nongkrong di pub.

Farchan masuk
Farchan: “Hmm, pergi ga ya? Ah pergi ajadeh. Mumpung ga ada kerjaan”

Farchan tergesa-gesa keluar. Ia terkejut melihat Ibu dan Bapaknya sudah pulang

Farchan: “Eh, tumben ibu sama bapak sudah pulang?”
Bapak: “Kamu kaya kaget banget ngeliat ibu sama bapak pulang cepat?”
Farchan: “Iyalah, tumben-tumbenan bapak sama ibu jam segini sudah dirumah”
Ibu: “Kamu mau kemana kak? Sudah rapi begitu?”
Farchan: berbohong “Iya. Aku mau jalan dulu bu sama teman-temanku. Ke café aja”
Bapak: “Sama teman baru mu?”
Farchan: “Iya pak”
Ibu: “Iya sudah. Jangan pulang terlalu larut malam”
Farchan: “Oke bu, pergi dulu ya!”
Bapak, Ibu: serentak “Hati-hati!”
semua pemain keluar

Narasi:
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Farchan pun pergi ke Pub yang sudah dikatakan oleh Ilyas.
Guruh: “Wehh, akhirnya datang jugaa”
Jimmi: “Sini han!”
Farchan: menyalami mereka satu persatu “Udah lama disini?”
Ilyas: “Engga kok. Baru 15 menitan”
Jimmi: menyodorkan rokok ke Farchan “Nih”
Farchan: sedikit terkejut “Aku belum pernah ngerokok”
Guruh: “Hah? Serius? Cupu hahahahahaha”
Ilyas: “Ya coba aja dulu han”
Farchan: akhirnya mencoba “Oh begini rasanya?”
Ilyas: menyodorkan minuman beralkohol “Nih, coba yang ini”
Farchan: “Apalagi ini?”
Guruh: “Yah, itu biar seger aja han”
Farchan: meminumnya sedikit “Uhg, agak keras rasanya”
Jimmi: “Tapi enak kan han?”
Farchan: “Iyasih hahaha”

Narasi:
Farchan pun akhirnya larut dengan suasana malam itu. Dan semenjak itu pula, perilaku Farchan menjadi jauh berbeda dari sebelumnya. Hampir setiap malam ia selalu keluar rumah entah kemana dengan Ilyas, Guruh, dan Jimmi. Yohana pun tidak dapat berbuat apa-apa karena kakaknya itu menjadi sulit sekali untuk ditegur, sedangkan kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka berdua jarang sekali berada dirumah karena seringnya keluar kota untuk urusan kerja.

Waktu pun berlalu. Sebentar lagi akan mendekati ujian akhir nasional. Yohana pun menjadi sangat kalut, karena selain sibuk menyiapkan ujian, ia juga mendapat surat peringatan dari sekolah untuk kakaknya. Karena sudah sering sekali kakaknya itu tidak masuk sekolah.

Dwi, Elisa, Nafi’ah, Yohana masuk
Yohana: muka sedih
Dwi: “Kamu kenapa?”
Nafi’ah: “Iya. Kamu murung terus belakangan ini”
Elisa: “Coba cerita kalo kamu mau”
Yohana: menghela nafas “Coba kamu lihat. Kakakku udah kesekian kalinya dapat surat peringatan. Orang tuaku sama sekali ga perduli soal ini. Mereka terus keluar kota. Sedangkan Farchan hampir setiap hari ga ketahuan pergi kemana. Setiap kali aku hubungin orang tuaku, pasti sibuk terus”
Dwi: “Coba kamu utarakan lagi sama kakakmu pelan-pelan. Atau hubungi langsung kantor orangtua mu”
Elisa: “Iya yon. Coba aja”
Nafi’ah: “Kalo butuh apa-apa, kamu bisa hubungin kita”
Yohana: mengangguk lesu
semua pemain keluar

Narasi:
Jam pulang telah tiba. Yohana pulang dengan lesu kerumah. Sesampainya dirumah, betapa terkejutnya ia dirumah melihat kakaknya dan ketiga temannya sedang dalam keadaan mabuk.
Yohana masuk
Yohana: membentak KAK! KAMU NGAPAIN MABOK-MABOKAN BEGINI DIRUMAH?!”
Farchan: dalam kondisi mabuk “Pub belum buka jam segini. Jadi ya dirumah aja. Hahahaha”
Yohana: “Kurang ajar kamu kak! Nih! Surat peringatan dari sekolah! Mau bilang apa kamu sama Bapak Ibu?!”
Ilyas: “Aduhh farchaannnn! Berisik banget sih adekmu!”
Guruh: “Coba kurung aja kek”
Farchan: “Ga punya kerangkeng aku bray. Hahahahahaha”
Jimmi: “Itu kuliat ada kandang kucing tadi. Hahahahaha”
Farchan: “Ga cukup po. Hahahahahaha”
Yohana: menggeram kesal

Narasi:
Dalam situasi seperti itu, tak disangka kedua orangtua Farchan dan Yohana pulang kerumah secara tiba-tiba setelah mereka dihubungi oleh pihak sekolah tentang surat peringatan Farchan.
Bapak: membentak “APA-APAAN INI?!”
Farchan, Ilyas, Guruh, Jimmi: terkejut
Ibu: membentak “FARCHAN!”
Bapak: “KELUAR SEMUANYA!”

Ilyas, Guruh, Jimmi keluar
Bapak: “Jadi begini kelakuan kamu selama bapak ibu ga ada?!”
Ibu: “Tega kamu begini han!”
Yohana: “Aku sudah berkali-kali coba telpon bapak sama ibu soal kakak. Tapi selalu sibuk”
Farchan: Emosi “Dengar apa yang Yohana bilang pak, bu? Untuk angkat telpon pun bapak ibu gabisa! Bapak sama ibu ga pernah punya waktu buatku! Selalu sibuk! Pernah terpikir sama bapak ibu rasanya jadi anak yang punya orangtua tapi ga dapat perhatian?! Bapak ibu kemana pas aku butuh?! Oh iya, aku lupa. Harta dan jabatan lebih penting buat bapak sama ibu!” keluar
Ibu: berteriak “Farchan!”
Yohana: “Aku sudah gabisa apa-apa pak, bu. Sudah seringkali kutegur dia, tapi tetap bebal”
Bapak: “Yang dibilang Farchan ada benarnya juga. Ini semua salah bapak sama ibu.”

Narasi:
Akhirnya Farchan pun pergi keluar rumah entah kemana. Sedangkan orangtua nya termenung menyesali kesalahan mereka. Bagaimanapun juga, anaknya menjadi seperti itu karena kurangnya perhatian dari mereka dan lingkungan yang buruk.

Moral:
“Seorang anak yang beranjak dewasa, sangatlah membutuhkan perhatian penuh dari orangtua untuk mengarahkan anaknya tanpa harus memaksakan kehendak, serta perlunya selektif dalam memilih teman agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.”

TAMAT

Naskah Drama: Kisah Kasih di Sekolah

anak-sekolah

Penulis                : An Nisa Norjana Octavia & Khalifaturrahman -XIIUPW1

Tema                    : Sekolah/Pendidikan

Judul Cerita       : Kisah Kasih di Sekolah

Sinopsis Drama Kisah Kasih di Sekolah :

Sepasang kekasih pelajar SMK Negeri 1 Samarinda, Kasih dan Sikah sedang bertemu di taman sekolah pada. Pulang sekolah jam 15.05 panas menyebabkan mereka lapar dan haus, sehingga Kasih dan Sikah berniat makan burger dan Kentang Goreng Mayonaise di Smakensa Burger, tapi uang Sikah cekak, akhirnya memesankan hanya untuk Kasih. Mereka pulang jalan kaki. Ketemu 2 Preman yang meminta uang pada Kasih dan Sikah, tetapi mereka tidak mempuyai uang lagi. Dengan jalan negosiasi akhirnya Kasih dan Sikah dapat terbebas dari kedua preman tersebut dan dapat pulang dengan selamat.

Tokoh – tokoh yang diperankan adalah :

Andi      : Preman 1
Rudi      : Preman 2
Lina       : Pelayan Kantin
Kasih     : Pelajar SMK perempuan
Sikah     : Pelajar SMK laki-laki

Drama Kisah Kasih di Sekolah :

Di taman sekolah ketika jam istirahat sekolah Sikah dan Kasih sedang duduk berjauhan.

Sikah : “Kasih, jangan terlalu lama duduk di kursi itu, pindah  sini dekat Sikah aja…”
Kasih : “loh, kenapa Kak?”
Sikah : “takut dikerubutin semut, soalnya Kasih manis sih…”

Sikah : “Kasih itu seperti sendok…”
Kasih : “Kenapa…?”
Sikah : “Karena Kasih terus mengaduk-aduk perasaan Sikah..”

Sikah : “Maaf ya Kasih, belakangan ini tangan Sikah agak kasar…”
Kasih : “Ahh, gpp kookk, emangnya kenapa?”
Sikah : “Soalnya tiap pulang sekolah Sikah jadi kuli…”
Kasih : “Yang bener Kak, dimana…?”
Sikah : “Di hati kamu say, Sikah sedang membangun  istana cinta  kita berdua…”

Sikah : “Kenapa kita cuma bisa ngeliat pelangi setengah doang…?”
Kasih : “Ga tau, emang kenapa Kak..?”
Sikah : “Soalnya setengahnya lagi ada di mata Kasih…!”

Sikah : “Eh Sikah boleh pinjem flashdisknya Kasih…?”
Kasih : “Boleh, mau buat apa sih Kak…?”
Sikah : “Buat transfer hatiku ke hatimu…”

Kemudian bel masuk waktu istirahat sekolah sudah habis

Kasih : “Lho Kak.. mau kemana?
Sikah : “udahan ya, bel udah bunyi masuk dulu”
Kasih : “Baik Kak, by…”

Setelah bel pulang sekolah, Kasih dan Sikah makan burger dan kentang goreng mayonaise di Smakensa Burger di kantin sekolah.

Sikah   : “Sih, dari tadi aku ngerasa lapar, makan dulu di kantin sekolah Yuk!”
Kasih   : “Iya kak, Kasih juga lapar, ya udah yok mampir.”

Sikah dan Kasih pun masuk Smakensa Burger pesan makanan dan minuman makanan kepada pelayan kantin. Tiba-tiba Sikah ingat uang di sakunya tinggal 20 ribu

Sikah      : “Celaka 13, uangku cekak” (sikah sambil menepuk jidatnya)
Kasih      : “Ada apa kak?”
Sikah      : “Hm anu, tidak apa-apa?”

Pelayan  : “Mau pesan apa mas Sikah dan mbak Kasih?”
Kasih      : “Saya mau  burger special, kentang goreng mayonaise dan teh kotak”
Pelayan   : “Mas Sikah pesen apa?”
Sikah      : “Eh, anu gampang mbak, Bikinkan Kasih dulu aja”
Pelayan   : “Maksudnya apaan mas?
Kasih      : “Sudah, bikinkan aku dulu, sedang kalap, aku!.”
Pelayan   : “Oh, mau marah ya?”
Kasih      : “Bukan mbak, Kalaparan tahu!”
Pelayan   : “Oh, gitu, kirain mau marah”

Sikah      : “GPL ya?”
Pelayan  : “GPL, apaan lagi tuh!
Kasih      : “Ih nggak tahu juga mbak Lina ini, dasar kuper. GPL tu maksudnya Gak Pake Lama, tau?
Pelayan   : “Oh, Gitu Siaap!”

Pesanan yang dipesan oleh Kasih tidak sampai 5 menit sudah disajikan.

Sikah   : “Udah, Kasih makan aja dulu”
Kasih   : “Kakak, gimana katanya lapar”
Sikah   : “Kakak lihat dik Kasih makan aja, udah kenyang”
Kasih   : “Ih kakak, suapin Kasih dong?,
Sikah   : “Malu ah, dilihat orang”
Kasih   : ‘Ya udah, Kasih nggak makan. Udah kenyang juga lihat kakak”
Sikah   : “Ya deh, sini kakak suapin. Buka mulutnya …. haaa

Sikah   : “dik Kasih, orang tuamu punya usaha jualan tempat tidur ya?”
Kasih   : “Hah. Bukan kak, bapak aku tuh PNS emangnya kenapa kak?”
Sikah   : “Kok kalau dekat adik Kasih ini bawaannya, Kakak selalu ingin tidur dipangkuan kasih”

Sikah berdiri mau bayar

Kasih   : “Lho kak mau kemana?”
Sikah   : “Cari kekasih lagi”
Kasih   : “Ih kakak, jahat?”
Sikah   : “Lha iya, satu kekasih saja bahagianya begini, apalagi kalau dua?”
Kasih   : “Ih kakak, sadis sekali!. (sambil nyubit Sikah).
Sikah    : “Lha mau bayarlah, masak mau nyanyi?”

Sikah membayar tagihan untung uangnya pas dan kemudian mereka berdua pergi meninggalkan kantin. Pulang jalan kaki. Disaat perjalanan pulang, mereka berdua dicegat oleh 2 preman serem dan kelihatan sadis.

Andi      : “Hei kalian berdua berhenti!”
Kasih     : “Siapa  kalian?”
Andi       : “Jadi kalian gak tau siapa kita?”
Kasih      : “Emang kalian siapa?”
Rudi        : “Kita preman paling ganas di kampung ini, dan kita sering di  panggil…”

Rudi & Andi : “DUO WAREK” (Sambil menggoyangkan dada dan melompat-lompat seperti   kera)
Sikah       : “Kalian mau apa?”
Rudi        : “Kita mau menyanyi duet! Ya minta duit lah !”
Sikah       : “Gak ada uang tunai, terima kartu kredit gak?”
Andi        : “Wahh, kalo kartu kredit kita gak punya alat geseknya.”
Kasih       : “Yaudah berarti belum di Ridhoi Allah, kasihan malak.”
Andi        : “Alah jangan banyak alasan, kasih apa saja yang kalian punya!”

Sikah             : “Nih Snickers, lu resek kalo lagi laper.”
Andi & Rudi : “Makanan apa ini?” (Sambil memakannya)
Sikah              : “Mendingan?”
Andi  & Rudi : “Mendingan bro, makasih ya.”
Kasih               : “Yaudah yuk Go kita pulang.”
Rudi & Rudi   : “Hati-hati di jalan ya, bye!”

Akhirnya, Sikah dan Kasih bisa pulang sampai rumah dengan aman dan selamat.

burgersmakensa
Kantin SMK Negeri 1 Samarinda
halal, lezat, bergizi dan hieginies 

Kord & Lirik Lagu Nasional

RAYUAN PULAU KELAPA
Oleh : Ismail Marzuki & Subroto KA

Do = C
4/4
Andante

Intro:  C Dm G C F C

C                        F     C

Tanah airku Indonesia

C             B             G
Negeri elok amat kucinta

G                                          G7
Tanah tumpah darahku yang mulia

G                                        C
Yang kupuja sepanjang masa

 

C                            F               C

Tanah airku aman dan makmur

C                               F
Pulau kelapa yang amat subur

Dm        B            C          (Am)
Pulau melati pujaan bangsa

Dm          G      C
Sejak dulu kala

 

Reff:

Dm                G          C

Melambai lambai … Nyiur di pantai

Dm          G                 C
Berbisik bisik … Raja Kelana

Dm               G          C

Memuja pulau … Nan indah permai

Dm       G     F     G#
Tanah Airku … Indonesia.

Dm       G     F     C
Tanah Airku … Indonesia.

 

TANAH AIRKU

Oleh: Ibu Soed

Intro: C F Dm F C G C – G

C      F             C
Tanah airku tidak kulupakan

………Dm     G         C
Kan terkenang selama hidupku

……..F   G         C Am
Biarpun saya pergi jauh

……….Dm    G         C
Tidak kan hilang dari kalbu

…C     A7      Dm
Tanah ku yang kucintai

…C     G   C
Engkau kuhargai

………C       G         C
Walaupun banyak negri kujalani

………….Dm      G        C
Yang masyhur permai dikata orang

…….F      G          C  Am
Tetapi kampung dan rumahku

……Dm   G       C
Di sanalah kurasa senang

…C     A7    Dm
Tanahku tak kulupakan

…C     G      C
Engkau kubanggakan

 

Gugur Bunga

Intro: Dm G C G D G E

Am      F           Am
Betapa hatiku takkan pilu
E      Dm    E
Telah gugur pahlawanku
Dm          G         C
Betapa hatiku takkan sedih
G         F#     G    E
Hamba ditinggal sendiri

Am          F         Am
Siapakah kini plipur lara
E       Dm      E
Nan setia dan perwira
Dm        G           C
Siapakah kini pahlawan hati
G       A
Pembela bangsa sejati

Reff :
G                C
Telah gugur pahlawanku
G         E        Am
Tunai sudah janji bakti
G                  C
Gugur satu tumbuh sribu
G               C          E
Tanah air jaya sakti

Am                F             Am
Gugur bungaku di taman bakti
E     Dm     E
di hari bangun pertiwi
Dm             G             C
harum semerbak mendambakan sari
G           C       E
tanah air jaya sakti

Interlude : Am G C E Am E Am F E Am

 

PAHLAWAN MERDEKA

Oleh: WR Supratman

Intro : G Am D Em G D

G
Pahlawan merdeka
C               D                 G
nan gugur sebagai bunga
Am
jatuh mewangi
D            Bm               D
di atas pangkuan Ibunda

G
Walaupun kamu telah
C            D                  G.
gugur membuang nyawa
Am                             D
namamu telah tercantum
G
sebagai satria

Reff:
Am
Kesuma nan indah
D                     G
oh bunga Negara
Em           A
aji jaya sakti
D
nan sejati

G
Pahlawan merdeka.
C           D                    G
nan pecah sebagai ratna
Am
terpecar ke sebrang
D                     G
di bumi indonesia

G Am D G C-D G

 

INDONESIA JAYA-Chaken

Intro: G Am G C F D

G                    D

Hari-hari terus berlalu

C       D                 G

Tiada pernah berhenti

G                       D

Sribu rintang jalan berliku

Em                   D

Tak kan jadi penghalang

 

C         Bm          Em

Hadapilah segala tantangan

Am       D                   G

Mohon petunjuk yang kuasa

C                Bm                     Em

Ciptakanlah kerukunan bangsa

G                              C

Kobarkanlah, dalam dada,

G                              D

Semangat jiwa Pancasila

Reff:

Em            G

Hidup tiada mungkin

Fm#        Em

Tanpa perjuangan

D           C

Tanpa pengorbanan

A        Dm

Mulia adanya

D           G

Berpegangan tangan

Fm#        Em

Satu dalam cita

D         C

Demi masa depan

Dm       Em G

Indonesia Jaya

Instrumen : G Am C F   G  D

Ke Hadapilah … Reff

 

INDONESIA JAYA

Do = C

Penyanyi : Harvey Malaiholo

Intro : C  Dm C F A# G

C                        G

1 7_ 1 5_ 1 2 2 7_ 5_

Hari-hari terus berlalu

A                         Dm

6_ 5_ 6_ 1 7_ 6_ 5_

Tiada pernah berhenti

C                                G

1 7_ 1 5_ 1 2 2 7_ 5_

Sribu rintang jalan berliku

Am                             G

6_ 5_ 6_ 1 7_ 1 2

Tak kan jadi penghalang

F               Em

6_ 6_ 6_ 7_ 6_ 5_ 5_ 2 7_ 1

Hadapilah segala tantangan

G                                C

5_ 5_ 5_ 5_ 1 7_ 6_ 6_ 5_ 6_ 5_

Mohon petunjuk yang kuasa

Dm                                D

6_ 6_ 6_ 7_ 6_ 5_ 5_ 2 7_ 1

Ciptakanlah kerukunan bangsa

Am

6_ 7_ 1 2 6_ 7_ 1 2

Kobarkanlah, dalam dada,

C                    G

6_ 7_ 1 2 3 3 3 4 2

Semangat jiwa Pancasila

Reff:

C

5_ 5_ 5_ 1 2 3

Hidup tiada mungkin

Am

3 3 4 3 2 1

Tanpa perjuangan

F

1 1 2 1 7_ 6_

Tanpa pengorbanan

G

6_ 3 2 1 2 2

Mulia adanya

C

5_ 5_ 5_ 1 2 3

Berpegangan tangan

Am

3 3 4 3 2 1

Satu dalam cita

F

1 1 2 1 7_ 6_

Demi masa depan

C

1 2 3 2 1 1

Indonesia Jaya

Intstrumen: C Gm

 

Ke Ciptakanlah … Reff

 

KEBYAR-KEBYAR 

Gombloh

 Intro: D G D G D E A

D G D G D E A

G A A# C D   A# C D

D                     G         D

Indonesia merah darahku

G                D       E

Putih tulangku bersatu dalam

A

semangatku
D                  G              D

Indonesia debar jantungku

G                D    E

Getar Nadiku berbaur dalam

A

Angan-anganku

G         A         A#    C       D  A# C D

Kebyar-Kebyar Pelangi jingga

D                  G     D

Indonesia nada lagu

G                     D     E
Symphoni perteguh selaras dengan

A

Symphonimu

G            A             A#      C         D  A# C A
Kebyar-Kebyar Pelangi jingga

 

Musik dan bicara :

C   B D  Em   A

Biarpun bumi berguncang kau tetap indonesiaku

C  D B  D A

Andaikan matahari terbit dari barat kaupun  Indonesiaku

Am    Dm C#   Em Dm Am

Tak sebilah pedang yang tajam dapat palingkan daku darimu

C   d   F# Gm Dm

 

Am                 Dm       D#

Kusisingkan lengan rawe-rawe rantas

D#m                     A#

malang-malang tuntas

A#m C Cm  D #   A# C D

Denganmu

Instrumen:  D G D G D E A

D G D G D E A

G A A# C D   A# C D

Kembali ke atas

 

INDONESIA PUSAKA

F
Indonesia tanah air beta
Dm          Gm        C
Pusaka abadi nan jaya
F                                A#
Indonesia sejak dulu kala
F                    C         F
Slalu dipuja-puja bangsa

[chorus]
C
Di sana tempat lahir beta
Am                           Dm
Dibuai dibesarkan bunda
A#                                        F
Tempat berlindung di hari tua
C                                        F
Sampai akhir menutup mata

Chord Slow Rock Memories                 Cover GM

Nantikan Kord dan Lirik Lagu Nasional berikutnya dari Falah Yu.

Kord & Lirik Lagu Rakyat

KOLEKSI CHORD dan  LIRIK LAGU RAKYAT (FOLK SONGS)

cropped-cropped-cropped-header3.jpg

A HAPPY WANDERER

C

I love to go a-wandering
G7

Along the mountain track
G7       F       Dm         F

And as I go, I love to sing,

G7                              C
My knapsack on my back.

G7        C

Falleri, Fallera,

G7        C         F
Falleri, Fallera ha ha ha ha ha

C          G7
Falleri, Fallera,

F           F7              C
My knapsack on my back.

 

I love to wander by the stream
That dances in the sun,
So joyously it calls to me,
Come join my happy song.
Falleri, Fallera,

Falleri, Fallera ha ha ha ha ha

Falleri, Fallera,

Come join my happy song

 

I wave my hat to all I see,
And they wave back to me

 

And blackbirds all so loud and sweet
From every greenwood tree.
Falleri, Fallera,

Falleri, Fallera ha ha ha ha ha

Falleri, Fallera,

From every greenwood tree.

 

 

AULD LANG SYNE

D                        A7             D                G
5    |  1 .  1       1        3 | 2 . 1      2    3 | 1    1 .    3        5  | 6

Should auld ac-quaintance be for-got, And ne-ver brought to mind
D                 A7             Bm           (A7) D

6    |  5    .   3   3      1    | 2 .   1   2     3  |  1 .    6        6  5  | 1
Should auld ac-quain-tance be for-got, And days of auld lang syne

Chorus:
A7                 D          G

. 6   | 5  3  . 3 1|    2 .   1      2       3 | 5 3 . 3 5  | 6 .
For   auld  lang  syne, my dear, for  auld  lang syne
D            A7                  D         A7                 D

1      | 5 .  3  3    1|   2  .   1       2     3  | 1  6 . 6   5 | 1 . 0 ||
We’ll take a cup o’kind-ness now, for auld   lang syne.
BESAME MUCHO

Am                               Dm                                                   Am

Besame, Besame mucho, Como si fuera esta noche, La ultima vez

Am                                      Dm

Besame,      Besame Mucho,

E                                                     Am

Que tengo miedo      perderte,  perderte despues …

 

Am                             Dm                                               Am

Besame, Besame mucho,  Como si fuera esta noche, La ultima vez

Am                                Dm

Besame,      Besame Mucho,

E                                                       Am

Que tengo miedo      perderte, Perderte   despues …

Dm                        Am            E                                         Am

Quiero Sentirte muy cerca, Mirarme en tus ojos,      Verte junto a mi

 

Dm                       Am              B                                          E

Piensa que tal vez mañana, Yo estare lejos, Muy lejos de ti …

 

Am                               Dm                                                   Am

Besame, Besame mucho, Como si fuera esta noche, La ultima vez

Am                                      Dm

Besame,      Besame Mucho,

E                                                       Am

Que tengo miedo      perderte, Perderte   despues …

 

 

BUNGONG JEUMPA

Dm                                                                  F

Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh

Bb                 Dm

Bungong telebeh, telebeh, indah lagoina

Dm          A                          Dm

Puteh kuneng mejampu mirah

Dm             A                        Dm

Keumang siulah cidah that rupa

Dm                                                                   F

Lam sinar bulaen lam sinar bulaen angen peu ayon

Bb

Ru roh mesuson mesuson, nyang malamala

Dm                    A                            Dm

Mangat that mebe’i menyo ta thim com

Dm                     A                           Dm

Lepah that harum si bungong jeumpa


Burung Enggang Merista

(bahasa Kutai)

 

Intro : C  Dm  G Em C

Am     Dm     G      C

C                                        Dm

Burung enggang si burung wali

G                              Em      Am

Apa kabar datang ke sini

Dm

Singgah di ranting puhun wanyi

G                                               C

Merana hidup terangguk-angguk

C                                           Dm

Burung enggang si burung tari

 

G                          Em    Am

Bulu ditata disusun rapi

Dm

Hilang bulu menderita bathin

G                                           C   G7

Di dalam hati urang ha’ marah

Reff :

F                              G

Burung enggang enda’ nya mati

Em                       Am

Ranca’ merista di dalam hati

Dm                                D                         G

Namun hilang jangan ha’ hilang si burung enggang

 

F                             G

Burung enggang enda’nya mati

Em                      Am

Ranca’ merista di dalam hati

Dm                            D                            G

Namun hilang jangan ha’ hilang si burung enggang

 

C                             D

Oh burung enggang

G                                     C     Am

Mandi’ sampai hati melihat

Dm

Namun punah mandi’lah jua

G                                   C

Merista diri seumur hidup

 

Instrumen : C   Dm    G    Em   Am

Dm     G    C

 

C                                           Dm

Burung enggang si burung tari

 

G                          Em    Am

Bulu ditata disusun rapi

Dm

Hilang bulu menderita bathin

G                                           C   G7

Di dalam hati urang ha’ marah

 

Kembali ke Reff

 

 

CLEMENTINE

C
1 1 1 |5  3 3 3 | 1

In  a  ca vern,   in  a canyon,

G7

1    3 3 | 5    4  3   2

Excavating for  a   mine,

Am            G7

2     3 4|  4   3  2   3| 1

Dwelt a miner, forty-niner,

C

1    3     2 |  5    7    2     1    |

And his daughter Clementine.

Chorus:

C

1   1    1 |   5   3    3   3  | 1

Oh my darling, oh my darling,

G7

1   3     5 | 5    4   3  |  2

Oh my darling Clementine

Am        G7

2      3    4  |   4   3       2 | 3   1

You are lost and gone forever,

C

1     3      2   | 5   7  2        1 ||

Dreadful sorry,  Clementine.

 

Light she was, and like a fairy,

And her shoes were number nine,

Herring boxes without topses,

Sandals were for Clementine

 

Chorus : Oh my Darling, etc.

Walking lightly as a fairy,

Though her shoes were number nine,

Sometimes tripping, lightly skipping,

Lovely girl, my Clementine.

 Chorus : Oh my Darling, etc

 

 Dona

Donovan

Am   E     Am        EO

n a wagon bound for market,

Am        Dm          Am       E

There’s a calf with a mournful eye.

Am    E        Am        E

High above him there’s a swallow,

Am      Dm      Am      E   Am

Winging swiftly through the sky.

<chorus>:

G                 C    Am

How the winds are laughing,

G                    C

They laugh with all their might.

G                   C         Am

Laugh and laugh the whole day through,

E                 Am

And half the summer’s night.  (Dona, dona)

E                 Am

Dona, dona, dona, dona,

G                 C

Dona, dona, dona, doe.

E                 Am

Dona, dona, dona, dona,

E                 Am

Dona, dona, dona, doe.

Am      E          Am       E

“Stop complaining!” said the farmer,

Am       Dm    Am      E

“Who told you a calf to be?

Am        E        Am       E

Why don’t you have wings to fly with,

Am       Dm         Am    E   Am

Like the swallow so proud and free?

<chorus>

Am         E      Am        E

Calves are easily bound and slaughtered

Am    Dm          Am     E

Never knowing the reason why.

Am     E    Am        E

But whoever treasures freedom,

Am       Dm          Am      E  Am

Like the swallow has learned to fly.

<chorus>

 

 

GULAGALUGU SUARA NELAYAN

LeO Kristi

Intro: C F G C

C

Lihat-lihat nelayan rentang jala pukat

Tarik-tariklah tambang, umpan sudah lekat
                                                        F       C

Ikannya melompat-lompat 2x, riang riaaa…

                                                F         C

Jauh di kaki langit terbentang layarmu

Kadang naik, kadang turun, dimainkan oleh ombak
F        G     C

Badai laut biru

 

Reff:
C                        F          C

Gulagalugu suara nelayan, berayun2 laju, berayun2

laju…
C                        F            C

Gulagalugu suara nelayan, berayun2 laju, berayun2

          F       G    C

laju…La…. la… lalala

C

Berayun ayun laju perahu Pak Nelayan
Laju memecah ombak perahu Pak Nelayan

                                                             F         C

Buih-buih memercik di kiri-kanan 2x, perahuuuu…

                                              F         C

Jauh di kaki langit terbentang layarmu
Kadang naik, kadang turun, dimainkan oleh ombak

F         G    C

Badai laut biru

Back to reff

 

 

JORAMU

Intro :  C   Am   F    G

C          Am        F         G

Joramu, Joramu Sha lala …… 2X

C          Am

Weda   Alaitoda

F          G

Sombu  Narohamda

C

Humasaule marhama daena

Am

Narohamda marhama daena

C            Am   F                G

Narohamda     aa aa…………

C          Am    F                G

Uuu ………………………

 

 

KOJO NO TSUKI

Am            Dm                Em

Haru koro no, hana no en.

Am                 Dm      Em     Am
Meguru sakazuki, kage sashite;

Am        Dm    Em   Dm               Em
Chiyo no matsu gae, wake ideshi,

Am                Dm      Em      Am
Mukashi no hikari, ima izu ko?

Aki jinei no, shimo no iro,
Nakiyuku kari no, kazu misete;
Urutsurugi ni, terisoishi,
Mukashi no hikari, ima izu ko?
It was a spring evening
A feast of blossoms was held on the tower,
and cups of wine were passed around.
Then up from the old pine the moon rose.
But now, where is the brightness of bygone days?

MOLIENDO CAFÉ

Am                    E7                                  Am

Cuando la tarde languidece renacen las sombras,

Am                                                        Dm
y en la quietud los cafetales vuelven a sentir,

Dm            Am               F                      Dm
una triste canción de amor de la vieja molienda,
Am                       G                       Am

en el letargo de la noche parece decir.
Am                    E7                                  Am

Cuando la tarde languidece renacen las sombras,
Am                                                        Dm
y en la quietud los cafetales vuelven a sentir,
Dm            Am               F                      Dm
una triste canción de amor de la vieja molienda

Am                       G                       Am

que en el letargo de la noche parece decir.
Am                  G                Am
Una pena de amor, una tristeza
Dm                   G7                                C

lleva el zambo Manuel en su amargura,
Dm                  G7   C      B7  E7        Am

pasa incansable la noche moliendo café.

But whoever treasures freedom,

Am       Dm          Am      E  AmLike the swallow has learned to fly.

 

Lagu ini di adaptasi oleh Fahmi Shahab dengan judul Kopi Dangdut

 

KOPI DANGDUT

Fahmi Shahab
Am                        E7                               Am
Kalau kupandang kelip bintang nan jauh di sama
Dm
sayup kudengar melodi cinta yang menggema
Am

terasa kembali gelora jiwa mudaku

F                                         E7

kar’na tersentuh  lagu yang merdu
Am                         E7                       Am

*) api asmara yang dahulu pernah membara
Dm

semakin hangat bagai ciuman pertama

Am

detak jantungku seakan ikut irama

F                               E7

namun terlena oleh pesona alunan
Am    G    Am
kopi dangdut

reff :
Dm            G7                       C
irama Kopi dangdut yang ce-ria

Dm            G7                       C

menyengat hati menjadi ga-irah
B7                                                                 E7
membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu

 

Am                         E7                       Am

api asmara yang dahulu pernah membara
Dm

semakin hangat bagai ciuman pertama

Am

detak jantungku seakan ikut irama

F                               E7

namun terlena oleh pesona alunan
Am    G    Am
kopi dangdut
Am

dag dig dug detak jantungku sa sa sa sa sa bunyi darahku x2
Am
ma ma ma mengapa kamu tak tahan lagi menggodaku dulu hatiku membeku bagaikan
segumpal salju kutak mau perduli biar hitam biar putih melangkah berhati hati
Am                          E7
asal jangan nyebur kekali

 

Kembali : (*)

 

QUE SERA SERA

Intro: C   G7   C

C
When I was just a little girl
G7
I asked my mother what will I be

Will I be pretty will I be rich
C
Here’s what she said to me

F
Que se ra sera
C
Whatever will be will be
G7
The future’s not ours to see
C
Que sera sera
G7      C
What will be will be

When I was just a little boy
G7
I ask my mother what will I be

Will I be handsome will I be rich
C
Here’s what she said to me

F
Que se ra sera
C
Whatever will be will be
G7
The future’s not ours to see
C
Que sera sera
G7      C
What will be will be
 

SARINANDE

Maluku

D                    Em7 A7   D

SARINANDE PU    TRI SARINANDE

D                    Em7    A7   D

MENGAPA NANGIS       MATAMU BENGKAK

D         G              D

ADUH MAMA ADUHLAH PAPA

D         A7                     D

BAK   ASAP API MASUK DI MATA

D         G              D

ADUH MAMA ADUHLAH PAPA

D       A7                     D

BAK  ASAP API MASUK DI MATA

Chord Slow Rock Memories                 Cover GM

 Nantikan koleksi lagu rakyat (folk songs) berikutnya bersama Falah Yu

Belajar Jangan Dipaksa

Penulis: Drs. Yoseph Payong Ado, M. Pd.

Pertumbuhan dan perkemangan setiap organ dalam diri seorang anak manusia itu membutuhkan proses. Proses itu berjalan seiring dengan bertambahnya usia si anak tersebut. Dengan demikian maka terdapat adanya tahap-tahap perkembangan psikologis dalam diri seorang anak manusia yang harus dilewatiya. Dari sinilah seorang anak itu berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang matang. Untuk mendapatkan pribadi yang matang, maka tahapan-tahapan perkembangan psokologis itu haruslah dilaluinya dengan baik dan teratur. Analoginya, adalah YosephPADsangat tidak mungkin seorang anak  yang belum bisa berjalan akan tetapi menuruti keinginan orangtuanya maka dipaksa untuk bisa jalan. Hal ini akan berdampak sangat fatal bagi berkembangan anak tersebut selanjutnya.

Demikian halnya dengan proses belajar mengajar di sekolah, guru janganlah sekali-kali memaksa anak didiknya untuk belajar. Karena belajar itu pun memerlukan proses yang panjang. Belajar tidak bisa terjadi atas inisiatif guru, tapi, biarkanlah itu menjadi inisiatif dari anak atau peserta didik itu sendiri, sehingga dapat memberi hasil yang luar biasa. Demikianlah ide dasar teori belajar kognitif (Discovery learning) oleh Jerome Bruner (1966), menjelaskan bahwa, siswa akan mudah mengingat suatu konsep jika konsep tersebut mereka dapatkan sendiri melalui proses penemuan (discovery).  Guru, selanjutnya, disebut sebagai orangtua di sekolah, haruslah bertindak sebagai fasilitator, yang bertugas untuk membimbing, mengarahkan dan menuntun para peserta didik untuk belajar menemukan apa yang menjadi kerinduannya untuk masa depannya. Guru, harus memandang peserta didiknya sebagai pribadi yang unik, yang di dalamnya terdapat berbagai macam potensi yang siap dikembangkan untuk menjadi sesuatu yang luar biasa. Untuk itu, maka tugas guru adalah memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi anak untuk mengembangkan potensinya di bawah kendali guru. Dengan begitu, maka, pada gilirannya, anak dapat menemukan dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang handal dalam hidupnya di kemudian hari.

Anak juga harus dipandang sebagai pribadi yang memiliki bakat yang luar biasa dalam dirinya yang pasti berbeda satu dengan yang lainnya. Pada titik ini, kehadiran guru juga dibutuhkan untuk mendampingi dan melatih serta memberi peluang untuk anak atau peserta didik itu mengembangkan bakat yang mereka miliki itu. Sehingga, David Ausebel (1969) mengatakan bahwa, “guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar yang bermakna”.  Jika hal ini terjadi, maka peserta didik nantinya akan dapat memanfaatkan bakat yang dimilikinya untuk kemajuan dan perkembangan diri sendiri dan orang lain di masyarakat. Waren, dalam bukunya, “Dictionary of psychology” mengatakan,”Bakat (aptitude) dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi atau disposisi-disposisi tertentu yang menggejala pada kecakapan seseorang untuk memperoleh dengan melalui latihan satu atau beberapa pengetahuan keahlian atau suatu respon seperti kecakapan untuk berbahas, musik dsb”.  (Blum and Balinsky, Counseling anPsychology, Hal. 74). Jelas bagi kita bahwa, tidak perlu memaksa anak  untuk belajar menguasai suatu kecakapan tertentu  yang berasal dari guru. Guru hendaknya hanya ‘menggerakan’ setiap organ yang ada dalam diri si anak untuk dapat di latih secara maksimal dan biarlah kecakapan apapun yang muncul dari diri si anak, maka itulah bakat dan keahlian  si anak yang harus dikembangkan secara terus menerus untuk menjadikan ‘mutiara’ bagi masa depannya.

Crow and Crow  dalam bukunya, “General Psychology”  juga menjelaskan bahwa, “Bakat (aptitude) adalah suatu kualitas yang nampak pada tingkah laku manusia pada suatu lapangan keahlian tertentu seperti musik, seni pengarang, kecakapan dalam matematka, keahlian dalam bidang mesin, atau keahlian-keahlian lainnya”. (Crow and Crow, General syhology; 129).  Dari sinilah dapatlah disimpulkan bahwa bakat itu merupakan suatu disposisi.  Dalam hal ini disposisi kadang dapat berkembang dan juga kadang tidak dapat berkembang. Semuanya tergantung pada adanya kesempatan berlatih atau tidak. Jika, si anakmempunyai kesempatan yang cukup untuk berlatih, maka disposisi itu dapat berkembang secara maksimal. Sebaliknya, jika si anak tidak mempunyai kesempatan untuk berlatih, maka disposisi itu tidak berkembang. Apabila disposisi berkembang maka akan membawa si anak kepada suatu kehidupan yang lebih baik di asa yang akan datang, jika, tidak berkembag, maka selanjutnya disposi itu dikatakan sebagai bakat yang terpendam.

Untuk itulah, belajar janganlah dipaksa. Biarkanlah anak menemukan dirinya sendiri akan kecakapan atau keahlian apa yang bakal dimilikinya lewat latihan atau pendidikan yang diarahkan oleh guru. Dalam belajar dan latihan tersebut, guru juga perlu memahami bahwa daya tangkap seorang anak berbeda dari satu dengan yang lainya. Karena bakatpun mempunyai kualitas tertentu yang berbeda satu dengan yang lain pada diri seorang anak manusia normal. Jika dipaksakan maka  akan mengalami hambatan yang berarti di dalam perkembangan kognitif dan psikomotoriknya. Sehingga, adalah, salah sekali, jika guru menginginkan dan memaksa anak harus pintar seketika di saat selesai guru mengajar. Karena urusan pintarpun memerlukan proses yang pajang. Kalau memerlukan proses, maka guru perlu memberikan kesempatan yang seluas-luasnnya kepada anak untuk mengasah organ berpikirnya guna melewati proses untuk sampai pada tingkat kecakapan tertentu. Jika hal ini yang terjadi, maka belajar tida merupakan sesuatu yang membebani, akan tetapi justru menjadi sesuatu yang mejadi kebutuhan para peserta didik. Untuk itu, di dalam proses belajar ini, timingya pun harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhan para peserta didik. Artinya, bahwa, tidak semua waktu digunakan untuk belajar. Harus ada pemanfaatan waktu yang sebak-baiknya, kapan mereka harus belajar, kapan mereka harus beristirahat. Jangan ‘dirampas’ waktu istirahat para peserta manakala sudah waktunya untuk mereka beristirahat, tapi tetap dipaksakan untuk belajar, dengan alasan supaya dapat menguasai materi yang sedang diberikan itu.

Berangkat dari uraian di atas, belajar itu juga memerlukan penciptaan suasana yang menyenangkan, yang membuat para peserta didik memiliki kerinduan besar untuk ‘menikmati’ proses belajar itu.  Maka, keberadaan guru di depan peserta didik haruslah memberikan nuansa kekeluargaan yang dirasakan oleh para peserta didik, seperti jika mereka berada di rumah. Nuansa tersebut memungkinkan suasana kelas yang harmonis yang mencerminkan kedekatan emosional yang sangat apik antara guru dan peserta didik sehingga apa yang disampaikan oleh guru bukanlah merupakan sesuatu yang ‘terpaksa’ mereka terima, akan tetapi menjadi suatu kebutuhan yang bagi para peserta didik terbersit kerinduan bahwa sayang kalau tidak dikuasai dengan baik. Para peserta didik harus di bawah kepada pemahaman yang demikian, sehingga belajar akan menjadi kebutuhan bagi para peserta didik dalam rangka ,mempersiapkan masa depan yang cemerlang dan bukan sesuatu dipaksakan.      Semoga!!