Drama: Pengaruh Buruk Teman

TEMA: PERGAULAN REMAJA

JUDUL: “PENGARUH BURUK TEMAN”

Penulis: Fahira Sabila Y dan teman2 XII UPW1 SMK 1 Samarinda

PEMAIN :
– Dwi Apriliana : Dwi, Teman Yohana
– Elisa Fitriani : Elisa, Teman Yohana
– Nafi’ah Amin M. : Nafi’ah, Teman Yohana
– Tasbiah : Ibu dari Farchan dan Yohana
– Yohana Elvira : Yohana, Adik Farchan
– Guruh Saputra : Guruh, Anggota Geng
– Jimmi Maulana : Jimmi, Anggota Geng
– Khalifaturrahman : Bapak dari Farchan dan Yohana
– Muhammad Ilyas : Ilyas, Bos Geng
– M. Farchan Jihad S. : Farchan, Kakak Yohana

Sinopsis:
Disuatu sekolah, terdapat beberapa murid yang sibuk membicarakan murid pindahan di sekolah mereka. Siswa baru tersebut adalah Farchan dan Yohana. Kakak-Adik yang baru saja pindah dari luar kota. Mereka berdua sama-sama sudah kelas 12. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Dan apa hubungannya dengan judul “Pengaruh Buruk Teman”? Mari kita lihat bersama-sama.

Narasi:
Terdapat 3 orang siswi yang suka bergosip sedang sibuk membicarakan sesuatu pada pagi hari itu. Yaitu Dwi, Elisa, dan Nafi’ah. Terlihat Elisa yang bersemangat sekali bercerita.

Elisa, Nafi’ah, Dwi masuk
Elisa: “eh, tau ga? Katanya ada anak baru taulah”
Nafi’ah: “ih masa sih??
Dwi: “Kamu tau darimana?”
Elisa: mendengus “ya taulah. Udah nyebar kali. Katanya sih bersaudara gitu”

Yohana masuk
Elisa: “nah yang itu tuh”
Dwi: “kakaknya kelas 12 juga kan?”
Elisa: “iya kelas 12 juga. Cuma dia kelasnya diatas”
Nafi’ah: “gimana kalo kita ajak ngobrol? Kasian tau sendirian gitu kaya jones”
Eisa: sewot “Ih ngaca dulu bisa kali”

Dwi: “Ah, udah ayo samperin aja”
Mereka bertiga mendekati Yohana
Dwi: “Kamu anak Jakarta ya?”
Yohana: terkejut “Engg, iya”
Elisa: “Kenalan dong. Aku Elisa. Ini namanya Dwi, terus ini Nafi’ah”
Yohana: “Oh iya, nama ku Yohana”
Elisa: “hah? Kamu dari Jakarta tapi namamu kaya Timur gitu ya”
Dwi: mencubit kecil Elisa “Namanya bagus kok. Maaf ya, dia emang suka gitu. Mulutnya kemana-mana”
Yohana: “Iya gapapa kok”
Nafi’ah: berbisik ke Elisa “Yang kamu bilang bener sih. Tapi ga bilang secara langsung gitu juga kali”
Elisa: berbisik ke Nafi’ah “Ya, tapi bener kan?”

Dwi, Nafi’ah, Yohana, Elisa keluar

Narasi:
Lalu terjadilah pula perbincangan antar siswa Guruh, Jimmi, dan Bos Genk mereka yang terkenal bengal di sekolah tersebut

Guruh, Jimmi, Ilyas, masuk
Guruh: “eh, denger-denger ada anak baru tuh”
Jimmi: “coba ajakin nongkrong gimana yas?”
Ilyas: “Jangan dulu lah. Kita mulai pelan-pelan aja dulu”
Guruh, Jimmi, Ilyas, keluar

Narasi:
Lalu pada saat jam istirahat berlangsung, semua anak-anak berhamburan ke kantin. Termasuk Farchan dan Genk Bengal. Disaat yang bersamaan Dwi, Elisa, Nafi’ah, dan Yohana juga ke kantin.

Farchan masuk

Farchan: “Laparnya heh. Apa mau dimakan penuhnya begini?”
Guruh, Jimmi, Ilyas, masuk
Jimmi: menabrak Farchan “Eh, sorry ga sengaja”
Farchan: “Eh iya gapapa”
Guruh: berbisik ke Ilyas “Yang ini sudah yas orangnya”
Ilyas: “Ohh” mengangguk lalu merangkul Farchan “Anak baru ya? Aku Ilyas. Ini Jimmi, yang ini Guruh”
Farchan: canggung “Oh iya, aku Farchan”
Ilyas: “Kamu diem aja daritadi disini. Mau makan?”
Farchan: “Iya. Tapi penuh begini”
Ilyas: “Ahh, gampang lah kalo itu. Jim, Gur, kayak biasa. Kamu mau apa han?” menyuruh Jimmi dan Guruh untuk membeli makanan
Farchan: “Gausah lah yas. Aku bisa sendiri”
Ilyas: “Ahh udahlah, anggap aja sebagai salam perkenalan. Jadi kamu mau apa?”
Farchan: ragu-ragu “Hmm, yaudah aku mau nasi campur. Makasih loh yas”
Ilyas: “Oke bro” kemudian sedikit berteriak kepada Guruh dan Jimmi “Sama nasi campur satu!”

Guruh dan Jimmi menatap bingung Ilyas

Ilyas memainkan mata
Guruh: berbisik ke Jimmi “Tumben begitu”
Jimmi: “Gatau juga”

Narasi:
Disaat yang bersamaan, Dwi, Elisa, Nafi’ah, dan Yohana pun melihat mereka.

Dwi, Elisa, Nafi’ah, Yohana, masuk
Elisa: mendengus “Hhhhh penuh banget”
Nafi’ah: “Ga pernah sepi apa ini kantin?”
Dwi: “Udah buruan pesen. Ntar keburu habis”
Yohana: melihat Farchan “Itu kakakku”

Dwi, Elisa, Nafi’ah, melihat Farchan
Dwi: “Oh, yang tinggi, putih itu ya?”
Yohana: “Iya yang itu”
Nafi’ah: “Siapa nama kakakmu?”
Yohana: “Farchan”
Dwi: “Tapi kok seangkatan?”
Yohana: “Iya aku telat sekolah sebenarnya”
Dwi, Elisa, Nafi’ah, mengangguk paham
Elisa: “Eh, coba liat dia (Farchan) sama siapa”
Nafi’ah: “Astaga! Iya! Sama mereka!”
Yohana: “Loh? Memangnya ada apa sama mereka?”
Dwi: menghela nafas “Mereka bertiga itu murid bengal disekolah ini. Yang itu namanya Ilyas, itu Guruh dan sampingnya itu Jimmi. Mereka sudah sering bikin masalah. Tapi, karena orang tua Ilyas donatur utama sekolah, pihak sekolah jadinya enggan untuk mengeluarkan Ilyas. Termasuk Guruh dan Jimmi”
Elisa: “Mending kakakmu itu berteman sama yang lain aja deh”
Nafi’ah: “Iya. Ntar bawa pengaruh buruk lagi”
Yohana: termenung
Semua pemain keluar

Narasi:
Jam istirahat pun berakhir. Mereka kembali ke kelas masing-masing. Farchan, Ilyas, Guruh, dan Jimmi pun kembali ke kelas bersama-sama.

Farchan, Ilyas, Guruh, Jimmi, masuk

Ilyas: “Han, pulang ini mau ga jalan sama kita?”
Farchan: “Mau kemana memangnya yas?”
Ilyas: “Yah, jalan aja. Ke café atau kemana kek”
Jimmi: “Iya mau ga?”
Guruh: “Kita emang biasa begini”
Farchan: “Hmm, kayanya ga hari ini deh yas maaf banget. Besok besok aja”
Ilyas: “Yahh, okelah”
Farchan: “Eh, aku mau ke wc dulu ya”
Guruh: “Iyaudah sana. Ngapain bilang-bilang? Kaya cewek aja” bercanda
Farchan: “Yahh, siapatau ada yang mau ikut”
Ilyas, Guruh, Jimmi: serentak “Idiihh”

Farchan keluar

Narasi:
Selagi Farchan pergi ke wc, Ilyas, Jimmi, dan Guruh pun memperbincangkan sesuatu

Guruh: “Yas, tumben baik?”
Jimmi: “Iya yas. Aku heran sama kamu”
Ilyas: “Aku udah bilang. Selow ajaa”
Guruh dan Jimmi: mengangguk
Farchan kembali ke kelas

Narasi:
Tak berapa lama setelah Farchan kembali ke kelas, jam pulang pun telah tiba. Para siswa pun keluar kelas dengan ramai..
Farchan: “Aku duluan ya!”
Ilyas: “Eh barengan aja kali. Sama sama aja”
Guruh: “Iya, ayok”
Jimmi: “Ayodah”
Semua pemain keluar

Narasi:
Dikelas lain, Yohana tergesa-gesa keluar kelas menemui kakaknya. Sebelum pulang, ia sempat berpamitan dengan teman-teman barunya itu.
Yohana: tergesa-gesa “Eh duluan ya! Sorry buru-buru!”
Dwi, Elisa, Nafi’ah: serentak “Hati-hati!”
Semua pemain keluar

Narasi:
Dilapangan, Yohana pun bertemu dengan Farchan, yang sudah menunggu nya. Ilyas, Guruh, dan Jimmi pun terlihat bersama Farchan.

Yohana, Farchan masuk
Yohana: berlari kecil menuju Farchan “Kak!”
Farchan: “Nah ini daritadi ditungguin juga”
Yohana: “Iya maaf. Kelas juga jauh begitu”
Ilyas: “Kak? Ini adekmu han?”
Farchan: “Iya ini adekku”
Guruh: “Adekmu cewek?”
Farchan: “Lah? Ga liat ini cewek?”
Guruh: “Hahahahaha. Kukira adekmu cowok”
Farchan: “Yah ini sih depannya aja cewek. Aslinya preman”

Yohana memukul Farchan

Yohana: kesal “Apasih kamu kak!?”
Farchan: “Aduh!”
Jimmi: “Kelas berapa adekmu han?”
Farchan: “Seangkatan juga sama kita. Cuma kelasnya diatas. Iyakan yon?
Yohana: mengangguk memasang muka datar
Farchan: “Eh duluan ya, udah dijemput nih!”
Ilyas, Guruh, Jimmi: “Yok, hati hati han”
Semua pemain keluar

Narasi:
Farchan dan Yohana pun pulang kerumah. Sesampainya dirumah, Yohana pun berbicara dengan Farchan.

Farchan, Yohana masuk
Yohana: “Kak, kamu temenan sama mereka?”
Farchan: “Iya. Baru juga kenal. Kenapa? Kamu tau mereka?”
Yohana: “Aku tau dari teman-temanku sih kak. Dan temanku bilang mereka itu premannya sekolah”
Farchan: “Ah, jangan sok tau kamu. Tadi itu Ilyas bayarin aku makan”
Yohana: “Yah kan kita juga baru disitu kak. Teman-temanku dikelas kan pasti sudah lebih tau seluk beluk nya”
Farchan: “Ah gatau lah. Capek. Aku mau istirahat”
Farchan keluar

Yohana: menghela nafas

Narasi:
Tak berapa lama, pulanglah kedua orang tua Farchan dan Yohana.

Bapak, Ibu masuk
Bapak, Ibu: serentak “Assalamualaikum!”
Yohana: “Wa’alaikumsalam. Bapak, Ibu, tumben sudah pulang?”
Ibu: “Iya kebetulan kerjaan dikantor ga banyak juga”
Bapak: “Dek, tolong ambilkan bapak minum. Bapak haus”
Yohana: “Iya pak, sebentar” mengambilkan minum
Bapak: sambil meminum air “Mana kakakmu?”
Yohana: “Lagi istirahat dikamar pak”
Ibu: “Gimana sekolahmu nak? Sudah ada teman baru?”
Yohana: “Sudah bu. Namanya Dwi, Elisa, Nafi’ah”
Ibu: “Syukurlah. Berteman yang baik ya.”
Bapak: “Belajarmu juga ditingkatkan dek”
Yohana: tersenyum “Siap pak, bu!”
Semua pemain keluar

Narasi:
Sedangkan Farchan dikamarnya, asik chattingan dengan Ilyas. Rupanya, Ilyas mengajaknya untuk nongkrong di pub.

Farchan masuk
Farchan: “Hmm, pergi ga ya? Ah pergi ajadeh. Mumpung ga ada kerjaan”

Farchan tergesa-gesa keluar. Ia terkejut melihat Ibu dan Bapaknya sudah pulang

Farchan: “Eh, tumben ibu sama bapak sudah pulang?”
Bapak: “Kamu kaya kaget banget ngeliat ibu sama bapak pulang cepat?”
Farchan: “Iyalah, tumben-tumbenan bapak sama ibu jam segini sudah dirumah”
Ibu: “Kamu mau kemana kak? Sudah rapi begitu?”
Farchan: berbohong “Iya. Aku mau jalan dulu bu sama teman-temanku. Ke café aja”
Bapak: “Sama teman baru mu?”
Farchan: “Iya pak”
Ibu: “Iya sudah. Jangan pulang terlalu larut malam”
Farchan: “Oke bu, pergi dulu ya!”
Bapak, Ibu: serentak “Hati-hati!”
semua pemain keluar

Narasi:
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Farchan pun pergi ke Pub yang sudah dikatakan oleh Ilyas.
Guruh: “Wehh, akhirnya datang jugaa”
Jimmi: “Sini han!”
Farchan: menyalami mereka satu persatu “Udah lama disini?”
Ilyas: “Engga kok. Baru 15 menitan”
Jimmi: menyodorkan rokok ke Farchan “Nih”
Farchan: sedikit terkejut “Aku belum pernah ngerokok”
Guruh: “Hah? Serius? Cupu hahahahahaha”
Ilyas: “Ya coba aja dulu han”
Farchan: akhirnya mencoba “Oh begini rasanya?”
Ilyas: menyodorkan minuman beralkohol “Nih, coba yang ini”
Farchan: “Apalagi ini?”
Guruh: “Yah, itu biar seger aja han”
Farchan: meminumnya sedikit “Uhg, agak keras rasanya”
Jimmi: “Tapi enak kan han?”
Farchan: “Iyasih hahaha”

Narasi:
Farchan pun akhirnya larut dengan suasana malam itu. Dan semenjak itu pula, perilaku Farchan menjadi jauh berbeda dari sebelumnya. Hampir setiap malam ia selalu keluar rumah entah kemana dengan Ilyas, Guruh, dan Jimmi. Yohana pun tidak dapat berbuat apa-apa karena kakaknya itu menjadi sulit sekali untuk ditegur, sedangkan kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka berdua jarang sekali berada dirumah karena seringnya keluar kota untuk urusan kerja.

Waktu pun berlalu. Sebentar lagi akan mendekati ujian akhir nasional. Yohana pun menjadi sangat kalut, karena selain sibuk menyiapkan ujian, ia juga mendapat surat peringatan dari sekolah untuk kakaknya. Karena sudah sering sekali kakaknya itu tidak masuk sekolah.

Dwi, Elisa, Nafi’ah, Yohana masuk
Yohana: muka sedih
Dwi: “Kamu kenapa?”
Nafi’ah: “Iya. Kamu murung terus belakangan ini”
Elisa: “Coba cerita kalo kamu mau”
Yohana: menghela nafas “Coba kamu lihat. Kakakku udah kesekian kalinya dapat surat peringatan. Orang tuaku sama sekali ga perduli soal ini. Mereka terus keluar kota. Sedangkan Farchan hampir setiap hari ga ketahuan pergi kemana. Setiap kali aku hubungin orang tuaku, pasti sibuk terus”
Dwi: “Coba kamu utarakan lagi sama kakakmu pelan-pelan. Atau hubungi langsung kantor orangtua mu”
Elisa: “Iya yon. Coba aja”
Nafi’ah: “Kalo butuh apa-apa, kamu bisa hubungin kita”
Yohana: mengangguk lesu
semua pemain keluar

Narasi:
Jam pulang telah tiba. Yohana pulang dengan lesu kerumah. Sesampainya dirumah, betapa terkejutnya ia dirumah melihat kakaknya dan ketiga temannya sedang dalam keadaan mabuk.
Yohana masuk
Yohana: membentak KAK! KAMU NGAPAIN MABOK-MABOKAN BEGINI DIRUMAH?!”
Farchan: dalam kondisi mabuk “Pub belum buka jam segini. Jadi ya dirumah aja. Hahahaha”
Yohana: “Kurang ajar kamu kak! Nih! Surat peringatan dari sekolah! Mau bilang apa kamu sama Bapak Ibu?!”
Ilyas: “Aduhh farchaannnn! Berisik banget sih adekmu!”
Guruh: “Coba kurung aja kek”
Farchan: “Ga punya kerangkeng aku bray. Hahahahahaha”
Jimmi: “Itu kuliat ada kandang kucing tadi. Hahahahaha”
Farchan: “Ga cukup po. Hahahahahaha”
Yohana: menggeram kesal

Narasi:
Dalam situasi seperti itu, tak disangka kedua orangtua Farchan dan Yohana pulang kerumah secara tiba-tiba setelah mereka dihubungi oleh pihak sekolah tentang surat peringatan Farchan.
Bapak: membentak “APA-APAAN INI?!”
Farchan, Ilyas, Guruh, Jimmi: terkejut
Ibu: membentak “FARCHAN!”
Bapak: “KELUAR SEMUANYA!”

Ilyas, Guruh, Jimmi keluar
Bapak: “Jadi begini kelakuan kamu selama bapak ibu ga ada?!”
Ibu: “Tega kamu begini han!”
Yohana: “Aku sudah berkali-kali coba telpon bapak sama ibu soal kakak. Tapi selalu sibuk”
Farchan: Emosi “Dengar apa yang Yohana bilang pak, bu? Untuk angkat telpon pun bapak ibu gabisa! Bapak sama ibu ga pernah punya waktu buatku! Selalu sibuk! Pernah terpikir sama bapak ibu rasanya jadi anak yang punya orangtua tapi ga dapat perhatian?! Bapak ibu kemana pas aku butuh?! Oh iya, aku lupa. Harta dan jabatan lebih penting buat bapak sama ibu!” keluar
Ibu: berteriak “Farchan!”
Yohana: “Aku sudah gabisa apa-apa pak, bu. Sudah seringkali kutegur dia, tapi tetap bebal”
Bapak: “Yang dibilang Farchan ada benarnya juga. Ini semua salah bapak sama ibu.”

Narasi:
Akhirnya Farchan pun pergi keluar rumah entah kemana. Sedangkan orangtua nya termenung menyesali kesalahan mereka. Bagaimanapun juga, anaknya menjadi seperti itu karena kurangnya perhatian dari mereka dan lingkungan yang buruk.

Moral:
“Seorang anak yang beranjak dewasa, sangatlah membutuhkan perhatian penuh dari orangtua untuk mengarahkan anaknya tanpa harus memaksakan kehendak, serta perlunya selektif dalam memilih teman agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.”

TAMAT

Iklan

Naskah Drama: Kisah Kasih di Sekolah

anak-sekolah

Penulis                : An Nisa Norjana Octavia & Khalifaturrahman -XIIUPW1

Tema                    : Sekolah/Pendidikan

Judul Cerita       : Kisah Kasih di Sekolah

Sinopsis Drama Kisah Kasih di Sekolah :

Sepasang kekasih pelajar SMK Negeri 1 Samarinda, Kasih dan Sikah sedang bertemu di taman sekolah pada. Pulang sekolah jam 15.05 panas menyebabkan mereka lapar dan haus, sehingga Kasih dan Sikah berniat makan burger dan Kentang Goreng Mayonaise di Smakensa Burger, tapi uang Sikah cekak, akhirnya memesankan hanya untuk Kasih. Mereka pulang jalan kaki. Ketemu 2 Preman yang meminta uang pada Kasih dan Sikah, tetapi mereka tidak mempuyai uang lagi. Dengan jalan negosiasi akhirnya Kasih dan Sikah dapat terbebas dari kedua preman tersebut dan dapat pulang dengan selamat.

Tokoh – tokoh yang diperankan adalah :

Andi      : Preman 1
Rudi      : Preman 2
Lina       : Pelayan Kantin
Kasih     : Pelajar SMK perempuan
Sikah     : Pelajar SMK laki-laki

Drama Kisah Kasih di Sekolah :

Di taman sekolah ketika jam istirahat sekolah Sikah dan Kasih sedang duduk berjauhan.

Sikah : “Kasih, jangan terlalu lama duduk di kursi itu, pindah  sini dekat Sikah aja…”
Kasih : “loh, kenapa Kak?”
Sikah : “takut dikerubutin semut, soalnya Kasih manis sih…”

Sikah : “Kasih itu seperti sendok…”
Kasih : “Kenapa…?”
Sikah : “Karena Kasih terus mengaduk-aduk perasaan Sikah..”

Sikah : “Maaf ya Kasih, belakangan ini tangan Sikah agak kasar…”
Kasih : “Ahh, gpp kookk, emangnya kenapa?”
Sikah : “Soalnya tiap pulang sekolah Sikah jadi kuli…”
Kasih : “Yang bener Kak, dimana…?”
Sikah : “Di hati kamu say, Sikah sedang membangun  istana cinta  kita berdua…”

Sikah : “Kenapa kita cuma bisa ngeliat pelangi setengah doang…?”
Kasih : “Ga tau, emang kenapa Kak..?”
Sikah : “Soalnya setengahnya lagi ada di mata Kasih…!”

Sikah : “Eh Sikah boleh pinjem flashdisknya Kasih…?”
Kasih : “Boleh, mau buat apa sih Kak…?”
Sikah : “Buat transfer hatiku ke hatimu…”

Kemudian bel masuk waktu istirahat sekolah sudah habis

Kasih : “Lho Kak.. mau kemana?
Sikah : “udahan ya, bel udah bunyi masuk dulu”
Kasih : “Baik Kak, by…”

Setelah bel pulang sekolah, Kasih dan Sikah makan burger dan kentang goreng mayonaise di Smakensa Burger di kantin sekolah.

Sikah   : “Sih, dari tadi aku ngerasa lapar, makan dulu di kantin sekolah Yuk!”
Kasih   : “Iya kak, Kasih juga lapar, ya udah yok mampir.”

Sikah dan Kasih pun masuk Smakensa Burger pesan makanan dan minuman makanan kepada pelayan kantin. Tiba-tiba Sikah ingat uang di sakunya tinggal 20 ribu

Sikah      : “Celaka 13, uangku cekak” (sikah sambil menepuk jidatnya)
Kasih      : “Ada apa kak?”
Sikah      : “Hm anu, tidak apa-apa?”

Pelayan  : “Mau pesan apa mas Sikah dan mbak Kasih?”
Kasih      : “Saya mau  burger special, kentang goreng mayonaise dan teh kotak”
Pelayan   : “Mas Sikah pesen apa?”
Sikah      : “Eh, anu gampang mbak, Bikinkan Kasih dulu aja”
Pelayan   : “Maksudnya apaan mas?
Kasih      : “Sudah, bikinkan aku dulu, sedang kalap, aku!.”
Pelayan   : “Oh, mau marah ya?”
Kasih      : “Bukan mbak, Kalaparan tahu!”
Pelayan   : “Oh, gitu, kirain mau marah”

Sikah      : “GPL ya?”
Pelayan  : “GPL, apaan lagi tuh!
Kasih      : “Ih nggak tahu juga mbak Lina ini, dasar kuper. GPL tu maksudnya Gak Pake Lama, tau?
Pelayan   : “Oh, Gitu Siaap!”

Pesanan yang dipesan oleh Kasih tidak sampai 5 menit sudah disajikan.

Sikah   : “Udah, Kasih makan aja dulu”
Kasih   : “Kakak, gimana katanya lapar”
Sikah   : “Kakak lihat dik Kasih makan aja, udah kenyang”
Kasih   : “Ih kakak, suapin Kasih dong?,
Sikah   : “Malu ah, dilihat orang”
Kasih   : ‘Ya udah, Kasih nggak makan. Udah kenyang juga lihat kakak”
Sikah   : “Ya deh, sini kakak suapin. Buka mulutnya …. haaa

Sikah   : “dik Kasih, orang tuamu punya usaha jualan tempat tidur ya?”
Kasih   : “Hah. Bukan kak, bapak aku tuh PNS emangnya kenapa kak?”
Sikah   : “Kok kalau dekat adik Kasih ini bawaannya, Kakak selalu ingin tidur dipangkuan kasih”

Sikah berdiri mau bayar

Kasih   : “Lho kak mau kemana?”
Sikah   : “Cari kekasih lagi”
Kasih   : “Ih kakak, jahat?”
Sikah   : “Lha iya, satu kekasih saja bahagianya begini, apalagi kalau dua?”
Kasih   : “Ih kakak, sadis sekali!. (sambil nyubit Sikah).
Sikah    : “Lha mau bayarlah, masak mau nyanyi?”

Sikah membayar tagihan untung uangnya pas dan kemudian mereka berdua pergi meninggalkan kantin. Pulang jalan kaki. Disaat perjalanan pulang, mereka berdua dicegat oleh 2 preman serem dan kelihatan sadis.

Andi      : “Hei kalian berdua berhenti!”
Kasih     : “Siapa  kalian?”
Andi       : “Jadi kalian gak tau siapa kita?”
Kasih      : “Emang kalian siapa?”
Rudi        : “Kita preman paling ganas di kampung ini, dan kita sering di  panggil…”

Rudi & Andi : “DUO WAREK” (Sambil menggoyangkan dada dan melompat-lompat seperti   kera)
Sikah       : “Kalian mau apa?”
Rudi        : “Kita mau menyanyi duet! Ya minta duit lah !”
Sikah       : “Gak ada uang tunai, terima kartu kredit gak?”
Andi        : “Wahh, kalo kartu kredit kita gak punya alat geseknya.”
Kasih       : “Yaudah berarti belum di Ridhoi Allah, kasihan malak.”
Andi        : “Alah jangan banyak alasan, kasih apa saja yang kalian punya!”

Sikah             : “Nih Snickers, lu resek kalo lagi laper.”
Andi & Rudi : “Makanan apa ini?” (Sambil memakannya)
Sikah              : “Mendingan?”
Andi  & Rudi : “Mendingan bro, makasih ya.”
Kasih               : “Yaudah yuk Go kita pulang.”
Rudi & Rudi   : “Hati-hati di jalan ya, bye!”

Akhirnya, Sikah dan Kasih bisa pulang sampai rumah dengan aman dan selamat.

burgersmakensa
Kantin SMK Negeri 1 Samarinda
halal, lezat, bergizi dan hieginies 

Kord & Lirik Lagu Nasional

RAYUAN PULAU KELAPA
Oleh : Ismail Marzuki & Subroto KA

Do = C
4/4
Andante

Intro:  C Dm G C F C

C                        F     C

Tanah airku Indonesia

C             B             G
Negeri elok amat kucinta

G                                          G7
Tanah tumpah darahku yang mulia

G                                        C
Yang kupuja sepanjang masa

 

C                            F               C

Tanah airku aman dan makmur

C                               F
Pulau kelapa yang amat subur

Dm        B            C          (Am)
Pulau melati pujaan bangsa

Dm          G      C
Sejak dulu kala

 

Reff:

Dm                G          C

Melambai lambai … Nyiur di pantai

Dm          G                 C
Berbisik bisik … Raja Kelana

Dm               G          C

Memuja pulau … Nan indah permai

Dm       G     F     G#
Tanah Airku … Indonesia.

Dm       G     F     C
Tanah Airku … Indonesia.

 

TANAH AIRKU

Oleh: Ibu Soed

Intro: C F Dm F C G C – G

C      F             C
Tanah airku tidak kulupakan

………Dm     G         C
Kan terkenang selama hidupku

……..F   G         C Am
Biarpun saya pergi jauh

……….Dm    G         C
Tidak kan hilang dari kalbu

…C     A7      Dm
Tanah ku yang kucintai

…C     G   C
Engkau kuhargai

………C       G         C
Walaupun banyak negri kujalani

………….Dm      G        C
Yang masyhur permai dikata orang

…….F      G          C  Am
Tetapi kampung dan rumahku

……Dm   G       C
Di sanalah kurasa senang

…C     A7    Dm
Tanahku tak kulupakan

…C     G      C
Engkau kubanggakan

 

Gugur Bunga

Intro: Dm G C G D G E

Am      F           Am
Betapa hatiku takkan pilu
E      Dm    E
Telah gugur pahlawanku
Dm          G         C
Betapa hatiku takkan sedih
G         F#     G    E
Hamba ditinggal sendiri

Am          F         Am
Siapakah kini plipur lara
E       Dm      E
Nan setia dan perwira
Dm        G           C
Siapakah kini pahlawan hati
G       A
Pembela bangsa sejati

Reff :
G                C
Telah gugur pahlawanku
G         E        Am
Tunai sudah janji bakti
G                  C
Gugur satu tumbuh sribu
G               C          E
Tanah air jaya sakti

Am                F             Am
Gugur bungaku di taman bakti
E     Dm     E
di hari bangun pertiwi
Dm             G             C
harum semerbak mendambakan sari
G           C       E
tanah air jaya sakti

Interlude : Am G C E Am E Am F E Am

 

PAHLAWAN MERDEKA

Oleh: WR Supratman

Intro : G Am D Em G D

G
Pahlawan merdeka
C               D                 G
nan gugur sebagai bunga
Am
jatuh mewangi
D            Bm               D
di atas pangkuan Ibunda

G
Walaupun kamu telah
C            D                  G.
gugur membuang nyawa
Am                             D
namamu telah tercantum
G
sebagai satria

Reff:
Am
Kesuma nan indah
D                     G
oh bunga Negara
Em           A
aji jaya sakti
D
nan sejati

G
Pahlawan merdeka.
C           D                    G
nan pecah sebagai ratna
Am
terpecar ke sebrang
D                     G
di bumi indonesia

G Am D G C-D G

 

INDONESIA JAYA-Chaken

Intro: G Am G C F D

G                    D

Hari-hari terus berlalu

C       D                 G

Tiada pernah berhenti

G                       D

Sribu rintang jalan berliku

Em                   D

Tak kan jadi penghalang

 

C         Bm          Em

Hadapilah segala tantangan

Am       D                   G

Mohon petunjuk yang kuasa

C                Bm                     Em

Ciptakanlah kerukunan bangsa

G                              C

Kobarkanlah, dalam dada,

G                              D

Semangat jiwa Pancasila

Reff:

Em            G

Hidup tiada mungkin

Fm#        Em

Tanpa perjuangan

D           C

Tanpa pengorbanan

A        Dm

Mulia adanya

D           G

Berpegangan tangan

Fm#        Em

Satu dalam cita

D         C

Demi masa depan

Dm       Em G

Indonesia Jaya

Instrumen : G Am C F   G  D

Ke Hadapilah … Reff

 

INDONESIA JAYA

Do = C

Penyanyi : Harvey Malaiholo

Intro : C  Dm C F A# G

C                        G

1 7_ 1 5_ 1 2 2 7_ 5_

Hari-hari terus berlalu

A                         Dm

6_ 5_ 6_ 1 7_ 6_ 5_

Tiada pernah berhenti

C                                G

1 7_ 1 5_ 1 2 2 7_ 5_

Sribu rintang jalan berliku

Am                             G

6_ 5_ 6_ 1 7_ 1 2

Tak kan jadi penghalang

F               Em

6_ 6_ 6_ 7_ 6_ 5_ 5_ 2 7_ 1

Hadapilah segala tantangan

G                                C

5_ 5_ 5_ 5_ 1 7_ 6_ 6_ 5_ 6_ 5_

Mohon petunjuk yang kuasa

Dm                                D

6_ 6_ 6_ 7_ 6_ 5_ 5_ 2 7_ 1

Ciptakanlah kerukunan bangsa

Am

6_ 7_ 1 2 6_ 7_ 1 2

Kobarkanlah, dalam dada,

C                    G

6_ 7_ 1 2 3 3 3 4 2

Semangat jiwa Pancasila

Reff:

C

5_ 5_ 5_ 1 2 3

Hidup tiada mungkin

Am

3 3 4 3 2 1

Tanpa perjuangan

F

1 1 2 1 7_ 6_

Tanpa pengorbanan

G

6_ 3 2 1 2 2

Mulia adanya

C

5_ 5_ 5_ 1 2 3

Berpegangan tangan

Am

3 3 4 3 2 1

Satu dalam cita

F

1 1 2 1 7_ 6_

Demi masa depan

C

1 2 3 2 1 1

Indonesia Jaya

Intstrumen: C Gm

 

Ke Ciptakanlah … Reff

 

KEBYAR-KEBYAR 

Gombloh

 Intro: D G D G D E A

D G D G D E A

G A A# C D   A# C D

D                     G         D

Indonesia merah darahku

G                D       E

Putih tulangku bersatu dalam

A

semangatku
D                  G              D

Indonesia debar jantungku

G                D    E

Getar Nadiku berbaur dalam

A

Angan-anganku

G         A         A#    C       D  A# C D

Kebyar-Kebyar Pelangi jingga

D                  G     D

Indonesia nada lagu

G                     D     E
Symphoni perteguh selaras dengan

A

Symphonimu

G            A             A#      C         D  A# C A
Kebyar-Kebyar Pelangi jingga

 

Musik dan bicara :

C   B D  Em   A

Biarpun bumi berguncang kau tetap indonesiaku

C  D B  D A

Andaikan matahari terbit dari barat kaupun  Indonesiaku

Am    Dm C#   Em Dm Am

Tak sebilah pedang yang tajam dapat palingkan daku darimu

C   d   F# Gm Dm

 

Am                 Dm       D#

Kusisingkan lengan rawe-rawe rantas

D#m                     A#

malang-malang tuntas

A#m C Cm  D #   A# C D

Denganmu

Instrumen:  D G D G D E A

D G D G D E A

G A A# C D   A# C D

Kembali ke atas

 

INDONESIA PUSAKA

F
Indonesia tanah air beta
Dm          Gm        C
Pusaka abadi nan jaya
F                                A#
Indonesia sejak dulu kala
F                    C         F
Slalu dipuja-puja bangsa

[chorus]
C
Di sana tempat lahir beta
Am                           Dm
Dibuai dibesarkan bunda
A#                                        F
Tempat berlindung di hari tua
C                                        F
Sampai akhir menutup mata

Chord Slow Rock Memories                 Cover GM

Nantikan Kord dan Lirik Lagu Nasional berikutnya dari Falah Yu.

Kord & Lirik Lagu Rakyat

KOLEKSI CHORD dan  LIRIK LAGU RAKYAT (FOLK SONGS)

cropped-cropped-cropped-header3.jpg

A HAPPY WANDERER

C

I love to go a-wandering
G7

Along the mountain track
G7       F       Dm         F

And as I go, I love to sing,

G7                              C
My knapsack on my back.

G7        C

Falleri, Fallera,

G7        C         F
Falleri, Fallera ha ha ha ha ha

C          G7
Falleri, Fallera,

F           F7              C
My knapsack on my back.

 

I love to wander by the stream
That dances in the sun,
So joyously it calls to me,
Come join my happy song.
Falleri, Fallera,

Falleri, Fallera ha ha ha ha ha

Falleri, Fallera,

Come join my happy song

 

I wave my hat to all I see,
And they wave back to me

 

And blackbirds all so loud and sweet
From every greenwood tree.
Falleri, Fallera,

Falleri, Fallera ha ha ha ha ha

Falleri, Fallera,

From every greenwood tree.

 

 

AULD LANG SYNE

D                        A7             D                G
5    |  1 .  1       1        3 | 2 . 1      2    3 | 1    1 .    3        5  | 6

Should auld ac-quaintance be for-got, And ne-ver brought to mind
D                 A7             Bm           (A7) D

6    |  5    .   3   3      1    | 2 .   1   2     3  |  1 .    6        6  5  | 1
Should auld ac-quain-tance be for-got, And days of auld lang syne

Chorus:
A7                 D          G

. 6   | 5  3  . 3 1|    2 .   1      2       3 | 5 3 . 3 5  | 6 .
For   auld  lang  syne, my dear, for  auld  lang syne
D            A7                  D         A7                 D

1      | 5 .  3  3    1|   2  .   1       2     3  | 1  6 . 6   5 | 1 . 0 ||
We’ll take a cup o’kind-ness now, for auld   lang syne.
BESAME MUCHO

Am                               Dm                                                   Am

Besame, Besame mucho, Como si fuera esta noche, La ultima vez

Am                                      Dm

Besame,      Besame Mucho,

E                                                     Am

Que tengo miedo      perderte,  perderte despues …

 

Am                             Dm                                               Am

Besame, Besame mucho,  Como si fuera esta noche, La ultima vez

Am                                Dm

Besame,      Besame Mucho,

E                                                       Am

Que tengo miedo      perderte, Perderte   despues …

Dm                        Am            E                                         Am

Quiero Sentirte muy cerca, Mirarme en tus ojos,      Verte junto a mi

 

Dm                       Am              B                                          E

Piensa que tal vez mañana, Yo estare lejos, Muy lejos de ti …

 

Am                               Dm                                                   Am

Besame, Besame mucho, Como si fuera esta noche, La ultima vez

Am                                      Dm

Besame,      Besame Mucho,

E                                                       Am

Que tengo miedo      perderte, Perderte   despues …

 

 

BUNGONG JEUMPA

Dm                                                                  F

Bungong jeumpa bungong jeumpa megah di Aceh

Bb                 Dm

Bungong telebeh, telebeh, indah lagoina

Dm          A                          Dm

Puteh kuneng mejampu mirah

Dm             A                        Dm

Keumang siulah cidah that rupa

Dm                                                                   F

Lam sinar bulaen lam sinar bulaen angen peu ayon

Bb

Ru roh mesuson mesuson, nyang malamala

Dm                    A                            Dm

Mangat that mebe’i menyo ta thim com

Dm                     A                           Dm

Lepah that harum si bungong jeumpa


Burung Enggang Merista

(bahasa Kutai)

 

Intro : C  Dm  G Em C

Am     Dm     G      C

C                                        Dm

Burung enggang si burung wali

G                              Em      Am

Apa kabar datang ke sini

Dm

Singgah di ranting puhun wanyi

G                                               C

Merana hidup terangguk-angguk

C                                           Dm

Burung enggang si burung tari

 

G                          Em    Am

Bulu ditata disusun rapi

Dm

Hilang bulu menderita bathin

G                                           C   G7

Di dalam hati urang ha’ marah

Reff :

F                              G

Burung enggang enda’ nya mati

Em                       Am

Ranca’ merista di dalam hati

Dm                                D                         G

Namun hilang jangan ha’ hilang si burung enggang

 

F                             G

Burung enggang enda’nya mati

Em                      Am

Ranca’ merista di dalam hati

Dm                            D                            G

Namun hilang jangan ha’ hilang si burung enggang

 

C                             D

Oh burung enggang

G                                     C     Am

Mandi’ sampai hati melihat

Dm

Namun punah mandi’lah jua

G                                   C

Merista diri seumur hidup

 

Instrumen : C   Dm    G    Em   Am

Dm     G    C

 

C                                           Dm

Burung enggang si burung tari

 

G                          Em    Am

Bulu ditata disusun rapi

Dm

Hilang bulu menderita bathin

G                                           C   G7

Di dalam hati urang ha’ marah

 

Kembali ke Reff

 

 

CLEMENTINE

C
1 1 1 |5  3 3 3 | 1

In  a  ca vern,   in  a canyon,

G7

1    3 3 | 5    4  3   2

Excavating for  a   mine,

Am            G7

2     3 4|  4   3  2   3| 1

Dwelt a miner, forty-niner,

C

1    3     2 |  5    7    2     1    |

And his daughter Clementine.

Chorus:

C

1   1    1 |   5   3    3   3  | 1

Oh my darling, oh my darling,

G7

1   3     5 | 5    4   3  |  2

Oh my darling Clementine

Am        G7

2      3    4  |   4   3       2 | 3   1

You are lost and gone forever,

C

1     3      2   | 5   7  2        1 ||

Dreadful sorry,  Clementine.

 

Light she was, and like a fairy,

And her shoes were number nine,

Herring boxes without topses,

Sandals were for Clementine

 

Chorus : Oh my Darling, etc.

Walking lightly as a fairy,

Though her shoes were number nine,

Sometimes tripping, lightly skipping,

Lovely girl, my Clementine.

 Chorus : Oh my Darling, etc

 

 Dona

Donovan

Am   E     Am        EO

n a wagon bound for market,

Am        Dm          Am       E

There’s a calf with a mournful eye.

Am    E        Am        E

High above him there’s a swallow,

Am      Dm      Am      E   Am

Winging swiftly through the sky.

<chorus>:

G                 C    Am

How the winds are laughing,

G                    C

They laugh with all their might.

G                   C         Am

Laugh and laugh the whole day through,

E                 Am

And half the summer’s night.  (Dona, dona)

E                 Am

Dona, dona, dona, dona,

G                 C

Dona, dona, dona, doe.

E                 Am

Dona, dona, dona, dona,

E                 Am

Dona, dona, dona, doe.

Am      E          Am       E

“Stop complaining!” said the farmer,

Am       Dm    Am      E

“Who told you a calf to be?

Am        E        Am       E

Why don’t you have wings to fly with,

Am       Dm         Am    E   Am

Like the swallow so proud and free?

<chorus>

Am         E      Am        E

Calves are easily bound and slaughtered

Am    Dm          Am     E

Never knowing the reason why.

Am     E    Am        E

But whoever treasures freedom,

Am       Dm          Am      E  Am

Like the swallow has learned to fly.

<chorus>

 

 

GULAGALUGU SUARA NELAYAN

LeO Kristi

Intro: C F G C

C

Lihat-lihat nelayan rentang jala pukat

Tarik-tariklah tambang, umpan sudah lekat
                                                        F       C

Ikannya melompat-lompat 2x, riang riaaa…

                                                F         C

Jauh di kaki langit terbentang layarmu

Kadang naik, kadang turun, dimainkan oleh ombak
F        G     C

Badai laut biru

 

Reff:
C                        F          C

Gulagalugu suara nelayan, berayun2 laju, berayun2

laju…
C                        F            C

Gulagalugu suara nelayan, berayun2 laju, berayun2

          F       G    C

laju…La…. la… lalala

C

Berayun ayun laju perahu Pak Nelayan
Laju memecah ombak perahu Pak Nelayan

                                                             F         C

Buih-buih memercik di kiri-kanan 2x, perahuuuu…

                                              F         C

Jauh di kaki langit terbentang layarmu
Kadang naik, kadang turun, dimainkan oleh ombak

F         G    C

Badai laut biru

Back to reff

 

 

JORAMU

Intro :  C   Am   F    G

C          Am        F         G

Joramu, Joramu Sha lala …… 2X

C          Am

Weda   Alaitoda

F          G

Sombu  Narohamda

C

Humasaule marhama daena

Am

Narohamda marhama daena

C            Am   F                G

Narohamda     aa aa…………

C          Am    F                G

Uuu ………………………

 

 

KOJO NO TSUKI

Am            Dm                Em

Haru koro no, hana no en.

Am                 Dm      Em     Am
Meguru sakazuki, kage sashite;

Am        Dm    Em   Dm               Em
Chiyo no matsu gae, wake ideshi,

Am                Dm      Em      Am
Mukashi no hikari, ima izu ko?

Aki jinei no, shimo no iro,
Nakiyuku kari no, kazu misete;
Urutsurugi ni, terisoishi,
Mukashi no hikari, ima izu ko?
It was a spring evening
A feast of blossoms was held on the tower,
and cups of wine were passed around.
Then up from the old pine the moon rose.
But now, where is the brightness of bygone days?

MOLIENDO CAFÉ

Am                    E7                                  Am

Cuando la tarde languidece renacen las sombras,

Am                                                        Dm
y en la quietud los cafetales vuelven a sentir,

Dm            Am               F                      Dm
una triste canción de amor de la vieja molienda,
Am                       G                       Am

en el letargo de la noche parece decir.
Am                    E7                                  Am

Cuando la tarde languidece renacen las sombras,
Am                                                        Dm
y en la quietud los cafetales vuelven a sentir,
Dm            Am               F                      Dm
una triste canción de amor de la vieja molienda

Am                       G                       Am

que en el letargo de la noche parece decir.
Am                  G                Am
Una pena de amor, una tristeza
Dm                   G7                                C

lleva el zambo Manuel en su amargura,
Dm                  G7   C      B7  E7        Am

pasa incansable la noche moliendo café.

But whoever treasures freedom,

Am       Dm          Am      E  AmLike the swallow has learned to fly.

 

Lagu ini di adaptasi oleh Fahmi Shahab dengan judul Kopi Dangdut

 

KOPI DANGDUT

Fahmi Shahab
Am                        E7                               Am
Kalau kupandang kelip bintang nan jauh di sama
Dm
sayup kudengar melodi cinta yang menggema
Am

terasa kembali gelora jiwa mudaku

F                                         E7

kar’na tersentuh  lagu yang merdu
Am                         E7                       Am

*) api asmara yang dahulu pernah membara
Dm

semakin hangat bagai ciuman pertama

Am

detak jantungku seakan ikut irama

F                               E7

namun terlena oleh pesona alunan
Am    G    Am
kopi dangdut

reff :
Dm            G7                       C
irama Kopi dangdut yang ce-ria

Dm            G7                       C

menyengat hati menjadi ga-irah
B7                                                                 E7
membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu

 

Am                         E7                       Am

api asmara yang dahulu pernah membara
Dm

semakin hangat bagai ciuman pertama

Am

detak jantungku seakan ikut irama

F                               E7

namun terlena oleh pesona alunan
Am    G    Am
kopi dangdut
Am

dag dig dug detak jantungku sa sa sa sa sa bunyi darahku x2
Am
ma ma ma mengapa kamu tak tahan lagi menggodaku dulu hatiku membeku bagaikan
segumpal salju kutak mau perduli biar hitam biar putih melangkah berhati hati
Am                          E7
asal jangan nyebur kekali

 

Kembali : (*)

 

QUE SERA SERA

Intro: C   G7   C

C
When I was just a little girl
G7
I asked my mother what will I be

Will I be pretty will I be rich
C
Here’s what she said to me

F
Que se ra sera
C
Whatever will be will be
G7
The future’s not ours to see
C
Que sera sera
G7      C
What will be will be

When I was just a little boy
G7
I ask my mother what will I be

Will I be handsome will I be rich
C
Here’s what she said to me

F
Que se ra sera
C
Whatever will be will be
G7
The future’s not ours to see
C
Que sera sera
G7      C
What will be will be
 

SARINANDE

Maluku

D                    Em7 A7   D

SARINANDE PU    TRI SARINANDE

D                    Em7    A7   D

MENGAPA NANGIS       MATAMU BENGKAK

D         G              D

ADUH MAMA ADUHLAH PAPA

D         A7                     D

BAK   ASAP API MASUK DI MATA

D         G              D

ADUH MAMA ADUHLAH PAPA

D       A7                     D

BAK  ASAP API MASUK DI MATA

Chord Slow Rock Memories                 Cover GM

 Nantikan koleksi lagu rakyat (folk songs) berikutnya bersama Falah Yu

Belajar Jangan Dipaksa

Penulis: Drs. Yoseph Payong Ado, M. Pd.

Pertumbuhan dan perkemangan setiap organ dalam diri seorang anak manusia itu membutuhkan proses. Proses itu berjalan seiring dengan bertambahnya usia si anak tersebut. Dengan demikian maka terdapat adanya tahap-tahap perkembangan psikologis dalam diri seorang anak manusia yang harus dilewatiya. Dari sinilah seorang anak itu berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang matang. Untuk mendapatkan pribadi yang matang, maka tahapan-tahapan perkembangan psokologis itu haruslah dilaluinya dengan baik dan teratur. Analoginya, adalah YosephPADsangat tidak mungkin seorang anak  yang belum bisa berjalan akan tetapi menuruti keinginan orangtuanya maka dipaksa untuk bisa jalan. Hal ini akan berdampak sangat fatal bagi berkembangan anak tersebut selanjutnya.

Demikian halnya dengan proses belajar mengajar di sekolah, guru janganlah sekali-kali memaksa anak didiknya untuk belajar. Karena belajar itu pun memerlukan proses yang panjang. Belajar tidak bisa terjadi atas inisiatif guru, tapi, biarkanlah itu menjadi inisiatif dari anak atau peserta didik itu sendiri, sehingga dapat memberi hasil yang luar biasa. Demikianlah ide dasar teori belajar kognitif (Discovery learning) oleh Jerome Bruner (1966), menjelaskan bahwa, siswa akan mudah mengingat suatu konsep jika konsep tersebut mereka dapatkan sendiri melalui proses penemuan (discovery).  Guru, selanjutnya, disebut sebagai orangtua di sekolah, haruslah bertindak sebagai fasilitator, yang bertugas untuk membimbing, mengarahkan dan menuntun para peserta didik untuk belajar menemukan apa yang menjadi kerinduannya untuk masa depannya. Guru, harus memandang peserta didiknya sebagai pribadi yang unik, yang di dalamnya terdapat berbagai macam potensi yang siap dikembangkan untuk menjadi sesuatu yang luar biasa. Untuk itu, maka tugas guru adalah memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi anak untuk mengembangkan potensinya di bawah kendali guru. Dengan begitu, maka, pada gilirannya, anak dapat menemukan dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang handal dalam hidupnya di kemudian hari.

Anak juga harus dipandang sebagai pribadi yang memiliki bakat yang luar biasa dalam dirinya yang pasti berbeda satu dengan yang lainnya. Pada titik ini, kehadiran guru juga dibutuhkan untuk mendampingi dan melatih serta memberi peluang untuk anak atau peserta didik itu mengembangkan bakat yang mereka miliki itu. Sehingga, David Ausebel (1969) mengatakan bahwa, “guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar yang bermakna”.  Jika hal ini terjadi, maka peserta didik nantinya akan dapat memanfaatkan bakat yang dimilikinya untuk kemajuan dan perkembangan diri sendiri dan orang lain di masyarakat. Waren, dalam bukunya, “Dictionary of psychology” mengatakan,”Bakat (aptitude) dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi atau disposisi-disposisi tertentu yang menggejala pada kecakapan seseorang untuk memperoleh dengan melalui latihan satu atau beberapa pengetahuan keahlian atau suatu respon seperti kecakapan untuk berbahas, musik dsb”.  (Blum and Balinsky, Counseling anPsychology, Hal. 74). Jelas bagi kita bahwa, tidak perlu memaksa anak  untuk belajar menguasai suatu kecakapan tertentu  yang berasal dari guru. Guru hendaknya hanya ‘menggerakan’ setiap organ yang ada dalam diri si anak untuk dapat di latih secara maksimal dan biarlah kecakapan apapun yang muncul dari diri si anak, maka itulah bakat dan keahlian  si anak yang harus dikembangkan secara terus menerus untuk menjadikan ‘mutiara’ bagi masa depannya.

Crow and Crow  dalam bukunya, “General Psychology”  juga menjelaskan bahwa, “Bakat (aptitude) adalah suatu kualitas yang nampak pada tingkah laku manusia pada suatu lapangan keahlian tertentu seperti musik, seni pengarang, kecakapan dalam matematka, keahlian dalam bidang mesin, atau keahlian-keahlian lainnya”. (Crow and Crow, General syhology; 129).  Dari sinilah dapatlah disimpulkan bahwa bakat itu merupakan suatu disposisi.  Dalam hal ini disposisi kadang dapat berkembang dan juga kadang tidak dapat berkembang. Semuanya tergantung pada adanya kesempatan berlatih atau tidak. Jika, si anakmempunyai kesempatan yang cukup untuk berlatih, maka disposisi itu dapat berkembang secara maksimal. Sebaliknya, jika si anak tidak mempunyai kesempatan untuk berlatih, maka disposisi itu tidak berkembang. Apabila disposisi berkembang maka akan membawa si anak kepada suatu kehidupan yang lebih baik di asa yang akan datang, jika, tidak berkembag, maka selanjutnya disposi itu dikatakan sebagai bakat yang terpendam.

Untuk itulah, belajar janganlah dipaksa. Biarkanlah anak menemukan dirinya sendiri akan kecakapan atau keahlian apa yang bakal dimilikinya lewat latihan atau pendidikan yang diarahkan oleh guru. Dalam belajar dan latihan tersebut, guru juga perlu memahami bahwa daya tangkap seorang anak berbeda dari satu dengan yang lainya. Karena bakatpun mempunyai kualitas tertentu yang berbeda satu dengan yang lain pada diri seorang anak manusia normal. Jika dipaksakan maka  akan mengalami hambatan yang berarti di dalam perkembangan kognitif dan psikomotoriknya. Sehingga, adalah, salah sekali, jika guru menginginkan dan memaksa anak harus pintar seketika di saat selesai guru mengajar. Karena urusan pintarpun memerlukan proses yang pajang. Kalau memerlukan proses, maka guru perlu memberikan kesempatan yang seluas-luasnnya kepada anak untuk mengasah organ berpikirnya guna melewati proses untuk sampai pada tingkat kecakapan tertentu. Jika hal ini yang terjadi, maka belajar tida merupakan sesuatu yang membebani, akan tetapi justru menjadi sesuatu yang mejadi kebutuhan para peserta didik. Untuk itu, di dalam proses belajar ini, timingya pun harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhan para peserta didik. Artinya, bahwa, tidak semua waktu digunakan untuk belajar. Harus ada pemanfaatan waktu yang sebak-baiknya, kapan mereka harus belajar, kapan mereka harus beristirahat. Jangan ‘dirampas’ waktu istirahat para peserta manakala sudah waktunya untuk mereka beristirahat, tapi tetap dipaksakan untuk belajar, dengan alasan supaya dapat menguasai materi yang sedang diberikan itu.

Berangkat dari uraian di atas, belajar itu juga memerlukan penciptaan suasana yang menyenangkan, yang membuat para peserta didik memiliki kerinduan besar untuk ‘menikmati’ proses belajar itu.  Maka, keberadaan guru di depan peserta didik haruslah memberikan nuansa kekeluargaan yang dirasakan oleh para peserta didik, seperti jika mereka berada di rumah. Nuansa tersebut memungkinkan suasana kelas yang harmonis yang mencerminkan kedekatan emosional yang sangat apik antara guru dan peserta didik sehingga apa yang disampaikan oleh guru bukanlah merupakan sesuatu yang ‘terpaksa’ mereka terima, akan tetapi menjadi suatu kebutuhan yang bagi para peserta didik terbersit kerinduan bahwa sayang kalau tidak dikuasai dengan baik. Para peserta didik harus di bawah kepada pemahaman yang demikian, sehingga belajar akan menjadi kebutuhan bagi para peserta didik dalam rangka ,mempersiapkan masa depan yang cemerlang dan bukan sesuatu dipaksakan.      Semoga!!

Jangan Ditutup Sekolahku

cropped-burgerone_header.jpgAdalah 10 universitas tertua seperti dikutip dari www.collegestats.org. Ini untuk kita ketahui saja bahwa dari dulu orang pingin pintar untuk kemajuan diri dan bangsanya:

  1. Universitas Al-Karaouine di Fes, Maroko. Awalnya, universitas ini adalah sebuah masjid yang didirikan pada tahun 859 oleh seorang wanita bernama Fatima al-Fihri.
  2. Universitas Al Azhar di Mesir, menempati urutan kedua sebagai universitas tertua yang didirikan pada 970-972.
  3. Universitas Nizamiyya. Universitas ini adalah satu dari sejumlah universitas yang didirikan oleh Khwaja Nizam Al-Mulk pada abad 11 di negara yang saat ini dikenal dengan Iran.
  4. Universitas Bologna.Universitas ini adalah lembaga pendidikan tinggi pertama yang didirikan di belahan dunia Barat pada tahun 1088, di Bologna, Italia.
  5. Universitas Paris. Proses belajar mengajar di universitas ini telah berlangsung sejak 1096.
  6. Universitas Oxford. Secara formal disebutkan dibangun pada tahun 1096. Universitas ini ini berkembang pesat sejak tahun 1167, saat Henry II melarang pelajar Inggris untuk belajar ke Universitas Paris.
  7. Universitas Montpelier di Montpelier, Prancis. Diyakini, usia universitas ini jauh lebih tua dari tanggal pendiriannya pada tahun 1150.
  8. Universitas Cambridge. Universitas berbahasa Inggris tertua kedua setelah Oxford. Universitas ini dibentuk oleh para sarjana yang meninggalkan Universitas Oxford selama terjadi sengketa tahun 1209.
  9. Universitas Salamanca di Salamanca, Spanyol yang didirikan pada 1218 dan memperoleh gelar “universitas” oleh Paus Alexander IV pada tahun 1225.
  10. Universitas Padua adalah universitas tertua kedua di Italia setelah Universitas Bologna yang didirikan pada tahun 1222.

Perlu diketahui bahwa Universitas Cambridge didirikan tahun 1209 sedang Kerajaan Majapahit yang  keren di sejarah kita berdiri tahun 1293. Majapahit itu baru berdiri 84 tahun setelah Universitas Cambridge didirikan. Jadi ksatria-ksatria jaman Majapahit itu saling beradu ilmu kanuragan, terbang-terbang di langit, naik kuda putih, dengan pukulan-pukulan dewa, di rentang waktu yang sama di Inggris sana, ada mahasiswa-mahasiswa yang sedang belajar di kelas, atau melakukan riset ilmiah untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

Bangsa kita memang ketinggalan, tapi apa yang terjadi jika tidak ada pendidikan. Jika sekolah sekolah tidak ada. Kita belajar siang malam, full day atau full night sampai nangis darah saja masih ketinggalan dengan negara lain apalalagi kalau tidak sekolah, tidak belajar.

Nah, belum lagi bangsa ini pernah dijajah oleh negara2 seperti:

  1. 1509 – 1595 M : Portugis hanya menjajah Maluku, dan berhasil diusir tahun 1595.
  2. 1521 – 1692 M : Spanyol hanya menjajah Sulawesi Utara, dan berhasil diusir tahun 1692.
  3. 1602 – 1942 M : Belanda menjajah seluruh Indonesia, dan berhasil diusir tahun 1942, tetapi datang kembali tahun 1945, setelah Jepang pergi dan tahun 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.
  4. 1806 – 1811 M : Perancis secara tidak langsung menguasai Jawa, karena kerajaan Belanda takluk pada kekuatan Perancis. Berakhir pada tahun 1811, saat Inggris mengalahkan kekuatan Belanda-Perancis di Pulau Jawa.
  5. 1811 – 1816 M : Inggris, Kapitulasi Tungtang adalah penjanjian berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Inggris. Lalu pada tahun 1816, pemerintah Inggris resmi berakhir menguasai Indonesia.
  6. 1942 – 1945 M : Jepang menjajah Indonesia 3,5 tahun,dan berakhir pada 1945, sejak kekalahan Jepang kepada sekutu.

Dampak penjajajahan tidak hanya membuat bangsa ini menjadi miskin, sengsara dan terbelakang tetapi dampak terhadap mental bangsa kita masih terasa saat ini yaitu mental inlander. “Mental Inlander” cocok sebagai sebutan mental kaum terjajah. “Inlander” berasal dari bahasa Belanda yang berarti “Pribumi” atau “Masyarakat asli’. Wujud dari sindrom mental inlander yakni bangsa kita tidak percaya diri, tidak yakin dengan kemampuan sendiri, selalu menganggap bangsa lain lebih unggul, lebih bagus, lebih berpengalaman, dan lebih pintar. Belum lagi kita ini masyarakat yang suka di adu domba. Maka membuat semakin tidak PD saja kita ini jadi rakyat Indonesia.

Mari kita jadi guru pembelajar untuk membuat pintar siswa kita dan jangan punya ide untuk menutup sekolah atau minta sekolah ditutup. Jadi apa bangsa ini nantinya?.

Salam guru pembelajar dari https://falahyu.wordpress.com

Sumber :

10 Universitas Tertua di Dunia, diakses dari : http://edukasi.kompas.com/read/2011/06/23/10261579/Ini.Dia.10.Universitas.Tertua.di.Dunia, tanggal 10/10/2015

University of Cambridge dan Kerajaan Majapahit, diakses dari : https://labanapost.com/2014/05/general/university-of-cambridge-dan-kerajaan-majapahit/, pada tanggal 10/10/2015

Sejarah Indonesia, diakses dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia , pada tanggal 10/10/2015

Syndrom Mental Inlander, diakses dari: http://guraru.org/guru-berbagi/syndrome_quotmental_inlanderquot_mental_kaum_terjajah/, pada tanggal 10/10/2015

Geram Pada Guru

guru_smk1smdMenurut http://www.kreasiberita.com (09/2016), Wakil Presiden Jusuf Kalla sedikit geram dengan kondisi guru sekarang. Banyak guru yang lebih cenderung mementingkan kesejahteraan, sedangkan tugas mereka untuk meningkatkan kapasitas murid jadi berkurang.

Contoh sederhananya, ujar JK, pada suatu pertemuan dia membahas soal peningkatan mutu guru dan anak didik hampir semua guru diam. Mereka kurang antusias. Tapi, begitu membahas soal tunjangan dan kesejahteraan langsung riuh dan semangat sekali.

“Tunjangan telat sedikit saja mereka protesnya bukan main. Padahal tunjangan mereka itu sudah lebih tinggi dari profesi-profesi lain,” kata JK saat melakukan audiensi dengan 12 rektor Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan (LPTK), di Istana Wakil Presiden jalan Medan Merdeka Selatan.

Dia menegaskan paradigma seperti itu harus diubah. Guru harus lebih berwibawa dan mencintai profesinya agar mutu pendidikan di Indonesia lebih baik lagi. JK secara khusus pernah membandingkan mutu pendidikan di Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. “Ujian untuk SD di Singapura seperti ujian SMP disini. Kalau dengan Malaysia tertinggal dua tahun kita,” keluh JK.

Yah menurut saya yang penting : “jadi guru yang baik atau tidak sama sekali”. Tapi coba ingat kata-kata ini untuk menginspirasi menjadi guru baik, begini:

Ketika Jepang kalah dalam Perang Dunia II, kaisar Jepang mengumpulkan para rakyatnya. “Masih berapa jumlah guru yang tersisa di negeri ini ?” tanya kaisar kepada rakyatnya, seusai negeri itu dibombardir pasukan Amerika. Pertanyaan kaisar ini diprotes oleh tentara Jepang yang juga yang juga hadir dalam pertemuan darurat itu. “Wahai kaisar mengapa tuan tak menanyakan jumlah kami yang tersisa, sebab kamilah yang mati-matian membela negeri ini”, ujar seorang perwira militer yang luput dari serbuan ganas tentara AS.

“Jika di negeri ini masih ada guru, kita akan segera bangkit dari kekalahan kita. Dari gurulah nanti akan lahir insinyur, dokter, dan tenaga-tenaga terampil lainnya guna membangun negeri ini”, jawab kaisar.

Ucapan kaisar terbukti benar, hingga sekarang Jepang merupakan salah satu raksasa dunia yang menguasai sektor perdagangan dunia dengan produk-produk hasil teknologi mereka.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dengan status profesi kualifikasi akademis guru minimal diploma empat (D-IV) atau sarjana. Kemudian, guru juga harus memiliki kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional yang diraih lewat pendidikan profesi. Persyaratan berikutnya adalah sertifikat atau semacam lisensi dari perguruan tinggi tertentu yang terakreditasi. Kalau tiga persyaratan tadi sudah terpenuhi, baru seseorang bisa diangkat menjadi guru dengan hak-hak kesejahteraan yang jauh lebih besar daripada PNS lain. Setidaknya, ada 17 hak kesejahteraan yang akan diterima guru. Selain gaji pokok, guru berhak atas banyak tunjangan. Yaitu, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan profesi satu kali gaji pokok dari APBN/APBD, tunjangan fungsional berupa subsidi APBN dan atau APBD, dan tunjangan khusus satu kali gaji pokok. Guru yang ditempatkan di daerah khusus (terpencil dan konflik) juga berhak atas rumah dinas dari pemda setempat. Kemudian, ada tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, penghargaan (tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, finansial, piagam), pelayanan kesehatan, kemudahan pendidikan bagi putra-putri, dan bentuk kesejahteraan lain. Bagi guru di daerah khusus, negara juga akan memberikan kenaikan pangkat rutin otomatis, naik pangkat istimewa satu kali, dan perlindungan profesi baik hukum maupun keselamatan fisik. Guru juga diberi hak cuti studi dengan tetap memperoleh gaji penuh. ’’Hak dan penghasilan guru itu berlaku juga bagi mereka yang bekerja di sekolah swasta sepanjang memenuhi persyaratan guru.

Untuk menjaga kehormatan dan wibawa guru, setiap pendidik diwajibkan masuk organisasi profesi yang independen. Organisasi profesi itu harus memiliki kode etik dan dewan kehormatan guru.

Guru Yang Berdaya 

Dalam buku The Power of Empowerment, David Clutterbuck bilang bahwa “tidak ada seorang pun bisa diberdayakan oleh orang lain; individu-individu harus memberdayakan diri mereka sendiri”. Menjadi berdaya adalah mempersepsi bahwa sang diri itu memiliki potensi luar biasa dan, secara mandiri, orang yang berdaya tak lelah-lelahnya untuk menunjukkan kehebatannya kepada orang lain tanpa bergantung kepada pihak lain.

Hernowo (www.mizan.com),  merinci cara-cara agar para guru menjadi benar-benar berdaya :

Pertama, para guru perlu berusaha keras untuk memiliki keterampilan belajar dan mengajar. Ini artinya para guru, misalnya, harus diberi peluang selebar-lebarnya untuk mempelajari materi-materi yang sangat baru berkaitan dengan proses pemelajaran. Misalnya, mereka perlu memahami brain-based learning (belajar berbasiskan cara bekerjanya otak) yang merevolusi pendidikan di milineum ketiga ini.

Selain itu, para guru juga perlu tahu lebih jauh tentang metode-metode belajar-mengajar, seperti Quantum Learning, Quantum Teaching, Accelerated Learning, Cooperative Learning, Multiple Intelligences, Neuro Linguistic Programming, Active Learning, CTL (Contextual Teaching and Learning), metode mencatat Mind Mapping, dan masih banyak lagi. Ringkasnya, pada bagian ini, para guru perlu menyadari bahwa mereka tidak lagi mengagung-agungkan pentingnya mendahulukan penguasaan atas kurikulum (what) melainkan lebih dahulu memperlengkapi diri mereka dengan hal-hal yang berkaitan erat dengan “how to teach” dan lebih-lebih lagi”how to learn“.

Tanpa para guru mau berusaha keras untuk mengubah cara berpikir mereka berkaitan dengan apa yang perlu didahulukan agar dapat menjadi guru yang berdaya-yaitu lebih mendahulukan how ketimbang what–ada kemungkainan mereka akan terus-menerus diperdaya oleh keadaan. Marilah kita merenung sejenak. Mengapa kelas-kelas yang ada di sekolah saat ini cenderung membosankan? Mengapa buku-buku yang beredar di sekolah hanyalah buku-buku pelajaran? Mengapa perpustakaan-perpustakaan di sekolah bagaikan kuburan? Mengapa para guru mandul menulis dan tak mampu melahirkan karya-tulis yang inovatif? Mengapa peringkat perguruan tinggi kita merosot jauh dibandingkan dengan perguruan tinggi yang ada di Vietnam dan Malaysia?

Kedua, para guru perlu benar-benar menguasai ilmu atau materi yang diajarkannya secara total dan tidak sekadarnya. Ini berarti para guru perlu belajar dan berlatih reading and writing skill. Membaca dan menulis perlu dijadikan kebiasaan rutin para guru. Tanpa membaca dan menulis, mustahil para guru dapat secara terus-menerus meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang pengajar.

Bahkan, kalau memungkinkan, para guru pada akhirnya harus dapat menjadi ‘ROLE MODEL’ baca-tulis bagi anak didiknya. Lewat membaca, seorang guru akan memperluas dan memperkaya kosakata sehingga kalau bercerita di depan anak didik akan senantiasa mengasyikkan, sementara lewat menulis sang guru dapat merekam pengalamannya atau “mengikat” pengetahuan yang kemudian dikonstruksi menjadi semacam ilmu (ingat, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya,” pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.) yang bermanfaat.

Lewat proses mengikat (makna) itulah para guru benar-benar dapat membuktikan bahwa dirinya telah menguasai ilmu yang dimiliki yang akan diajarkan kepada anak didik. Lewat menulislah sang guru kemudian akan dapat mengaitkan ilmunya dengan pengalaman pribadinya. Apakah ilmunya memberdayakan dirinya? Apakah ilmunya benar-benar sesuai dengan karakter dirinya? Apakah ilmunya dapat memberi manfaat kepada orang lain? Apakah ilmunya memang layak diajarkan kepada anak didik dan menggembirakan anak didik?

Ketiga, para guru perlu mendidik dirinya sendiri agar memiliki kepribadian yang unggul dan bernilai. Bayangkan ada guru yang, setiap berhadapan dengan anak didiknya, memancarkan kewibawaan, kehormatan, dan keteladanan. Kewibawaan, kehormatan, dan keteladanan inilah yang akan membuat seorang guru dapat diterima oleh lingkungannya. Pertama, dia dihormati dan dihargai oleh murid-muridnya dan diterima sebagai orang yang akan mengarahkan murid-muiridnya menjadi manusia mulia (bermoral luhur). Kedua, dia diakui kehebatannya oleh rekan-rekan guru lainnya dan senantiasa mau menolong, membagikan pengalamannya, serta memotivasi rekan guru lain untuk meningkatkan diri. Ketiga, dia dapat menjadi mitra yang baik terhadap pengelola sekolah, terutama kepala sekolah, dan juga dengan orangtua murid, aktivis pendidikan, pemerintah, dan lain-lain.

Guru yang seperti ini jelas akan dapat mengubah lingkungan dan dirinya sendiri menjadi terus membaik. Inilah sosok guru yang sudah mulai menuju ke suatu wilayah yang di wilayah itu “guru kehidupan” berada. “Guru kehidupan” sangat berbeda dengan “guru kurikulum”. “Guru kehidupan” benar-benar mau dan mampu mengajarkan sesuatu yang bermakna. Dan makna yang diajarkannya itu bukan merupakan “makna yang dirumuskan” sebagaimana yang sering diajarkan oleh “guru kurikulum”. “Guru kehidupan” lebih menekankan untuk mengajarkan “makna yang dihayati”, yaitu makna yang tidak sekadar tercantum di kurikulum atau buku, melainkan makna yang bersentuhan dengan kehidupan sejati.

Agar dapat menjadi “guru kehidupan”, seorang guru perlu mengasah kecerdasan emosinya. Emosilah yang mampu memberi arti–bukan arti sekadar arti sebagaimana tertulis di buku, namun arti yang membumi yang mampu menjadikan sang diri terus bersemangat untuk memperbaiki diri. Masalah kecerdasan emosi ini memang sudah banyak dan sering dibicarakan. Namun, jarang pembicaraan itu menyentuh bidang-bidang penting dalam sebuah kehidupan, apalagi mengaitkan emosi dengan arti kehidupan sejati.

Dalam buku menariknya (dan ketika diterbitkan pertama kali, buku ini sempat mendapat label “buku menggemparkan”), Emotional Intelligence, Daniel Goleman menjelaskan secara panjang lebar soal pentingnya kecerdasan emosi. Lewat riset-riset intensifnya, Goleman menemukan bahwa yang membuat seseorang sukses itu bukanlah kecerdasan akademis (IQ). IQ tetap penting. Namun, IQ hanya menyumbang seseorang untuk meraih sukses hanya sebesar 20%. Sementara itu, sekitar 80% disumbang oleh kecerdasan emosi (EQ).

Dalam bukunya yang lain, yang lebih menggugah, Working with Emotional Intelligence, Goleman kemudian mengajari kita untuk menggunakan “peta emosi” agar kecerdasan emosi kita melejit. “Peta emosi” itu berkaitan dengan diri-personal dan diri-sosial. Dalam diri-personal, ada tiga hal penting yang perlu kita kuasai: (1) sadar-diri dan mampu memahami diri, (2) mengelola diri, dan (3) memotivasi diri. Tanpa kita dapat memahami diri, mustahil kita dapat mengelola diri kita sendiri. Dan jika kita tidak dapat mengelola diri kita, akibatnya kita tidak mungkin dapat memotivasi diri untuk terus-menerus memperbaiki diri.

Dalam diri-sosial hanya ada dua hal penting, yaitu (1) memahami orang lain, dan (2) empati. Namun, sebelum kita beranjak ke diri-sosial, sebaiknya kita berupaya keras lebih dahulu untuk menyentuh hal-hal paling mendasar dari diri-personal–kalau perlu sampai ke sumur terdalam bernama inner self. Tanpa kita mau berupaya sungguh-sungguh untuk memahami diri, apa mungkin kita mampu memahami diri orang lain? Tanpa kita mampu lebih dahulu mengelola diri sendiri, apa mungkin kita dapat mengelola diri orang lain? Tanpa kita mampu memotivasi diri sendiri, apa mungkin kita memotivasi diri orang lain–bahkan ikut berempati kepada penderitaan orang lain?. (www.mizan.com, 25/04/05).

Berdasarkan hasil studi di negara-negara berkembang, guru memberikan sumbangan dalam prestasi belajar siswa (36%), selanjutnya manajemen (23%), waktu belajar (22%), dan sarana fisik (19%). Aspek yang berkaitan dengan guru adalah menyangkut citra/mutu guru dan kesejahteraan (Indra Djati Sidi, 2000).

Di dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat telah dikembangakan konsep Next Century School (NCS) sebagai berikut : (i) guru sebagai pelatih yang mendorong siswanya untuk mau meningkatkan prestasinya, guru tidak selalu lebih pintar dari siswa. Guru bersama-sama siswa  berupaya keras untuk meningkatkan prestasi siswa. Mereka merupakan team work yang padu, (ii) Sebagai konselor, sebagai sahabat siswa yang menjadi tempat mendiskusikan berbagai masalah kehidupan, bersama-sama mencari solusi. Guru dapat menjadi teladan atau idola siswa; (iii) guru menjadi manajer belajar, artinya bersama-sama dengan siswa mencari pengaturan yang optimal untuk mengelola waktu belajar. Dengan singkat dapat disampaikan bahwa hubungan antara guru dengan siswa tidak dibatasi oleh ruang kelas, di pasar, dilapangan, di perpustakaan, di tempat rekreasi dan lain-lain. Hal inilah yang akan menciptakan suasana yang kondusif yang didasarkan hubungan harmonis antara guru dengan siswa (Indra Djati Sidi, 2000).

Masyarakat meyakini pendidikan selalu identik dengan sekolah walaupun kita tahu bahwa sekolah bukanlah satu-satunya sarana pendidikan. Maka sekolah mempunyai peranan penting dalam aktivitas  pendidikan yang mencetak dan membentuk kepribadian siswa, mencerdaskan dan membuat menjadi terampil dalam kompetensinya. Perhatian guru terhadap pendidikan adalah proritas. Maka guru perlu memahami peranan dan fungsinya serta dapat mengatasi kendala yang timbul dalam menjalankan tugas. Guru juga wajib meningkatkan mutunya ditekankan pada proses berkelanjutan melalui pemberdayaan diri sendiri.

Sumber Pustaka  :

Falah Yunus, Menjadi Guru Yang Baik atau Tidak Sama Sekali, diakses dari http://www.geocities.com/guruvalah

Hernowo,  Menjadi Guru Yang Berdaya, di akses dari www.mizan.com, tanggal 25/04/05

Indra Djati Sidi, Pendidikan dan Peran Guru Dalam Era Globalisasi, dalam majalah Komunika No. 25/tahun VIII/2000