Doll Stealth

Oleh : Ella Fitria, Fani Yulianita, Fitri Yani, Moh. Staria Akbar – X AP1 smkn1samarinda

Suatu hari ada seorang laki-laki bernama Pak James, ia adalah seorang ayah yang telah menduda semenjak istrinya meninggal beberapa tahun yang lalu. Ia hanya tinggal bersama seorang putri kesayangannya. Mereka hidup dari pekerjaan pak James sebagai tukang jahit di kota. Meskipun hidup mereka sederhana, namun mereka sangat bahagia.

Suatu ketika puteri Pak James harus dirawat dirumah sakit karena penyakit yang gawat. hal ini membuat Pak James kebingungan sebab ia harus membayar biaya pengobatan dan ongkos rumah sakit yang mahal.
“Cobalah kau pergi kerumah bu Charey, barangkali ia mau meminjamkan uangnya kepadamu,” saran beberapa teman pak James. Pak James mengikuti saran itu. Meskipun ia tahu bahwa orang yang meminjam uang kepadanya harus mengembalikannya sebesar dua kali lipat. Dengan nyali yang besar, pak James pun tetap nekat meminjam uang itu, tidak menemukan jalan lain untuk menyelamatkan putri tercintanya itu. Setelah mendatangi rumah bu Charey, iapun menemui bu Charey dan berkata ingin meminjam uang itu.
“hey penjahit, kebetulan sekali kau datang. Aku akan memberimu sepundi uang ini untuk pak James dengan satu syarat” ucap bu Charey.
“katakan padaku syarat itu?” ucap pak James .
“Mulai besok aku akan mengadakan pesta selama tiga malam. Nah, kau harus membuatkan saya 3 buah gaun pesta dalam satu hari dan esok pagi sudah harus kau berikan kepadaku.jika kau tidak memenuhinya, kau harus membayar hutang-hutangmu ini tiga kali lipat. Kau setuju?” ujar bu Charey.

Dengan hati yang bimbang pak James pun menyanggupinya. Pak Jamespun bergegas untuk membeli kain menggunakan uang tersebut , sisanya untuk biaya pengobatan dan ongkos rumah sakit puterinya.

Sesampainya di rumah, di depan halamannya terdapat sebuah boneka yang dicabik-cabik oleh kucing, pak James pun segera menyelamatkan boneka itu dengan cara memburu kucing tersebut “hush! Lepaskan boneka itu”,  hardik pak James. Beberapa saat kemudian kucing itupun pergi. Boneka itu pak James bawa masuk kerumah.
“wah, boneka ini kelihatan masih bagus. Besok kalau aku membesuk putriku, akan kuberikan boneka ini kepadanya. Cuma……… rasanya aku harus membuatkan pakaian yang indah untuk boneka ini”gumam pak James sambil mengamati boneka kecil itu.

Dengan hati yang tulus dan ikhlas, diruang kerjanya pak James segera menggunting kain untuk dijadikan pakaian boneka, pak James pun segera membuatkan baju untuk boneka itu, dengan penuh ketelitian baju itupun akhirnya selesai dalam waktu 30 menit.
“huahh!” , tiba-tiba pak James merasa ngantuk dan pusing. Ah padahal ia harus segera bekerja ya, menyelesaikan tiga potong gaun pesta dalah sehari semalam belum pernah ia lakukan. Tapi, rupanya karena letih kemarin malam menunggu puterinya di rumah sakit, pak James pun tak sanggup menahan kantuknya. Pak James tertidur sebentar. Saat terbangun ia langsung melihat boneka didekatnya. Heh! Pakaian boneka itu menghilang! “pasti ada tikus yang mencurinya. Lain kali akan kubasmi tikus-tikus dirumahku,” tebak pak James. Ia menggunting kembali kain yang lain dan membuatkan boneka itu pakaian dengan model yang berbeda. Setelah mengenakan pada boneka itu pak James kembali bekerja. Tapi baru beberapa saat, kepala pak James terasa pening.
“oh aku harus mengobati sakit kepalaku ini dulu,” gumam pak James. Ia pergi ke kedai obat dan meminum obat itu disana. Saat kembali yang pertama dilihatnya adalan boneka itu. Lagi-lagi pak James pun terkejut. Pakaian boneka itu hilang lagi !
“heran, mengapa tikus-tikus disini suka dengan pakaian boneka ini?” pak James bingungg. Ia memutuskan untuk membuat pakaian untuk boneka itu lagi dari kain yang berbeda dengan model yang lain.
“ini pakaian terakhir untukmu, boneka. Kalau tikus-tikus itu mencurinya, Aku tidak akan membuatkan lagi untukmu. Pekerjaanku belum selesai.”
Pak James melanjutkan pekerjaannya. Namun rupanya obat yang diminumnya tadi membuat rasa kantuknya semakin kuat. Olala! Padahal pak James belum menyelesaikan satu potong gaunpun untuk bu Charey.

Zzz…….zzzzzzzzz…… pak James tertidur dengan nyenyaknya dimesin jahit. Pagi hari saat ayam berkokok, ia terbangun dengan terkejutnya.
“aduhh! Mengapa aku bisa sampai tertidur?” pak James panik. Ia langsung berjalan kesana-kesini tanpa tahu apa yang harus dilakukannya. Sampai kemudian ia baru menyadari ada tiga gaun pesta tergantung diruang kerjanya. Mata pak James langsung terbelalak.
“wah, bahan dan model gaun pesta ini semuanya sama dengan yang kubuatkan untuk boneka itu!” seru pak James kaget. Ia kemudian mencari bonekanya. Heran boneka itu kini menghilang! Benar-benar boneka misterius.

Belum hilang keheranannya,tiba-tiba pak James mendengar suara geram dirumahnya.
“pak James yang baik hati, aku ucapkan terima kasih atas pertolonganmu kemarin. Sebenarnya aku adalah peri yang dikutuk karena kenakalanku, menjadi sebuah boneka. Kalau pak James tidak menolongku, mungkin kucing itu sudah mengoyakku hingga hancur. Semalam, pak James telah membebaskan aku dari kutukan itu karena telah membuatkan aku tiga potong pakaian. Kini tiga pakaian itu kukembalikan pada pak James. Sebagai rasa terima kasihku, kuperbesar ukuran baju itu sesuai dengan ukuran bu Charey. Terima kasih, pak James. Kudoakan semoga puterimu cepat sembuh.”
Suara itu kemudian menghilang tanpa memberi kesempatan pada pak James untuk menyahutinya. Namun, kini pak James mulai memahami apa yang terjadi pada dirinya. Tanpa menunda banyak waktu lagi, ia kemudian pergi menemui bu Charey untuk menyerahkan tiga gaun pesta pesanannya.
Melihat gaun pesta yang indah dan mewah, bu Charey langsung menepati janjinya untuk menghapuskan hutang pak James. Hal tersebut sontak membuat pak James bahagia.

Dengan langkah riang kemudian pak James pergi kerumah sakit. Ia akan membayar semua ongkos perawatan puterinya. Ah iya, tak lupa pak James membawakan oleh-oleh sebuah boneka untuk puterinya. Tapi kali ini bukan boneka misterius, karena pak James telah membelinya di toko yang ada di dekat rumah sakit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s