Kreativitas Belajar

Oleh : Falah Yunus

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) maupun Kurikulum 2013 di desain agar peserta didik dapat aktif, kreatif dan inovatif dalam bealajar. Dengan kata lain, KTSP dan penerusnya yaitu Kurikulum 2013 telah merubah paradigma pembelajaran, yaitu dari pembelakaran berpusat di guru (teacher centered) beralih ke pembelajaran berpusat di peserta didik (student centered). Sikap aktif, kreatif dan inovatif terwujud dengan menempatkan peserta didik sebagai subyek pendidikan. Peran guru adalah sebagai fasilitator dan bukan sumber utama pembelajaran. Para guru yang peduli dengan masalah ini terus berusaha menyusun dan menerapkan berbagai model yang bervariasi agar peserta didik tertarik dan bersemangat dalam belajar

Menurut Utami Munandar (2009:25), kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam memecahkan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Menurut Fadelis E. Waruwu yang diterjemahkan oleh Monti P Satiadarma (2003: 109), kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada. Conny Semiawan (1984:7) mendefinisikan kreativitas ialah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi ciri-ciri aptitude seperti kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan keaslian (orisinalitas) dalam pemikiran maupun ciri-ciri non aptitude seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan, dan selalu ingin mencri pengalaman baru

Berdasarkan uraian tentang pengertian kreativitas di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah adalah potensi daya kreatif pada setiap pribadi sebagai suatu bentuk pemikiran dimana individu berusaha menemukan hubungan – hubungan yang baru, mendapatkan jawaban, metode atau cara – cara lain dalam menghadapi suatu masalah yang datang dari diri sendiri berupa hasrat dan motivasi yang kuat untuk berekreasi.

Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa kreativitas penting dipupuk dan dikembangkan dalam diri anak sebagaimana diungkapkan oleh Utami Munandar (2009:45), yaitu: 1) Dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya, dan perwujudan diri termasuk salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. 2) Kreativitas sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan formal. 3) Bersibuk diri secara kreatif dapat memberikan kepuasan kepada individu. 3) Kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurut Utami Munandar (2009 : 71) bahwa ciri-ciri kepribadian kreatif yang diharapkan yaitu : 1) Rasa ingin tahu yang luas dan mendalam, 2) Sering mengajukan pertanyaan yang baik, 3) Memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu masalah, 4) Bebas dalam menyatakan pendapat, 5) Mempunyai rasa keindahan yang dalam, 6) Menonjol dalam salah satu bidang seni, 7) Mampu melihat suatu masalah dari berbagai segi/sudut pandang, 8) Mempunyai rasa humor yang luas, 9) Mempunyai daya imajinasi, 10) Orisinal dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan masalah.

Sedang menurut Sund (dalam slameto, 2003: 147-148) menyatakan bahwa individu dengan potensi kreatif dapat dikenal melalui pengamatan ciri-ciri sebagai berikut : 1) Hasrat keingintahuan yang cukup besar, 2) Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru, 3) panjang akal, 4) Keinginan untuk menemukan dan meneliti, 5) Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit, 6) Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan, 7) Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas, 8) Berpikir fleksibel, 9) Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak, 10) Kemampuam membuat analisis dan sintesis, 11) Memiliki semangat bertanya serta meneliti, 12) Memiliki daya absrtaksi yang cukup baik, dan 13) Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas.

Contoh penjabaran di atas dapat digunakan untuk Penelitian Tindakkan Kelas (PTK) model pembelajaran Think Talk Write dengan 10 indikator kreativitas yaitu: 1) Memberikan banyak gagasan atau usulan terhadap suatu masalah; 2) Menanggapi pendapat teman, 3) Mengajukan pertanyaan kepada pengajar, 4) Memiliki alternatif dalam menyelesaikan masalah, 5) Dapat menjawab pertanyaan dengan baik, 6) Membahas hal-hal yang diketahui dan tidak diketahuinya, 7) Catatan peserta didik yang dibuat dengan bahasanya sendiri, 8) Menulis hasil kerja kelompok dengan rapi dan benar, 9) Lancar dalam mengemukakan ide secara lisan dan tulisan, 10) Lengkap dan rapi dalam memaparkan hasil kerja kelompok

Contoh instrumen kreativitas belajar pada model pembelajaran Think Talk Write (TTW)

instrumen kreativitas peserta didikSumber Pustaka :

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Utami Munandar. 1992. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah: Petunjuk Bagi Para Guru dan Orang tua. Jakarta: PT Gramedia Widiasaran.

Yamin, M dan Ansari, B. I. 2008. Taktik Mengembangkan Kemampuan Individu Peserta didik. Jakarta: Gaung Persada Press

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s