Motivasi Belajar

copy-cropped-img_4656.jpg

Oleh: FalahYu

Menurut Hasibuan, kata motivasi berasal dari kata Latin movere yang berarti dorongan atau daya penggerak. Motivasi ini hanya diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut.[1] Menurut Cecco, motivasi itu bertalian dengan belajar. [2] Dimyati & Mudjiono menyatakan bahwa motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan yang terpengaruh oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologi peserta didik. [3] M. Alisuf Sabri, motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong orang untuk memenuhi suatu kebutuhan.[4] Sedang WS Winkel, motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif, motif menjadi aktif pada saat tertentu, bahkan kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau dihayati. [5]

Bagi peserta didik yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri peserta didik tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Peserta didik yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. Lain halnya bagi peserta didik yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. [6]

Berdasarkan pendapat para ahli tentang motivasi belajar maka motivasi belajar berkaitan dengan proses belajar. Motivasi dalam belajar sangat diperlukan karena dapat meningkatkan semangat peserta didik untuk belajar. Motivasi merupakan suatu perubahan yang terdapat pada diri seseorang untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. Kesimpulannya bahwa motivasi sebagai suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan adanya tujuan, maka dalam motivasi terkandung tiga unsur penting, yaitu : 1). Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia,  perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam system “neurophysiological” yang ada pada organisme manusia. 2). Motivasi ditandai dengan munculnya rasa “feeling”, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. 3). Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yakni tujuan.[7]Di Sekolah motivasi bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1). Motivasi Intrinsik dan 2). Motivasi Ekstrinsik.

Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri peserta didik sendiri yang dapat mendorong melakukan tindakan belajar.[8] Bisa dikatakan motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang atau motivasi yang erat hubungannya dengan tujuan belajar, misalnya : ingin memahami suatu konsep, ingin memperoleh pengetahuan dan sebagainya.

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah:

  1. Adanya kebutuhan
  2. Adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya sendiri
  3. Adanya cita-cita atau aspirasi.[9]

Sedangkan Motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang datang dari luar individu peserta didik, yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Bentuk motivasi ekstrinsik ini merupakan suatu dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar, misalnya peserta didik rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya, pujian dan hadiah, peraturan atau tata tertib sekolah, suri tauladan orang tua, guru dan lain-lain merupakan contoh konkrit dari motivasi ekstrinsik yang dapat mendorong peserta didik untuk belajar.[10]

Untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik guru harus dapat menggunakan berbagai macam cara karena  tidaklah mudah bagi peserta didik untuk memiliki motivasi belajar. Tejab mengemukakan cara membangkitkan motivasi belajar antara lain :

  1. Menjelaskan kepada peserta didik, alasan suatu bidang studi dimasukkan dalam kurikulum dan kegunaannya untuk kehidupan.
  2. Mengkaitkan materi pelajaran dengan pengalaman peserta didik di luar lingkungan sekolah.
  3. Menunjukkan antusias dalam mengajar bidang studi yang dipegang.
  4. Mendorong peserta didik untuk memandang belajar di sekolah sebagai suatu tugas yang tidak harus serba menekan, sehingga peserta didik mempunyai intensitas untuk belajar dan menjelaskan tugas dengan sebaik mungkin.
  5. Menciptakan iklim dan suasana dalam kelas yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  6. Memberikan hasil ulangan dalam waktu sesingkat mungkin
  7. Menggunakan bentuk .bentuk kompetisi (persaingan) antar peserta didik.
  8. Menggunakan intensif seperti pujian, hadiah secara wajar.[11]

Sardiman A.M, mengemukakan beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Beberapa bentuk dan cara motivasi tersebut diantaranya :

  1. Memberi angka
  2. Hadiah
  3. Saingan/kompetisi
  4. Memberi ulangan
  5. Mengetahui hasil
  6. Pujian
  7. Hukuman
  8. Hasrat untuk belajar
  9. Minat
  10. Tujuan yang diakui.[12]

kisi2motivasi

Dari kisi-kisi selanjutnya disusun instrumen berupa kuesioner tentang motivasi belajar

[1] Hasibuan, M. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. (Jakarta: PT Bumi Aksara), h.92

[2] De Cecco, J. P. De. The psychology of learning and introduction: Educational psychology.(New Jersey: Englewood Ciiffs, 1996), hlm. 100

[3] Dimyati & Mudjiono. 1999. Belajar dan pembelajaran. (Jakarta: Rineka Cipta), hlm. 105

[4] M. Alisuf Sabri, Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan, (Jakarta : CV. Pedoman Ilmu Jaya, 2001), hlm. 90

[5] WS. Winkel, Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, (Jakarta : PT. Gramedia, 1986), hlm. 71

[6] Sobry Sutikno, Peran Guru Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Peserta didik, diakses dari Jurnal Pendidikan, www.depdiknas.go.id pada Kamis, 11 September 2010

[7] Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1998). hlm. 74

[8] Muhibbinsyah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2002), hlm.82

[9]  Akyas Azhari, Psikologi Pendidikan, (Semarang : Dina Utama Semarang, 1996).hlm. 75

[10] Muhibbinsyah. Op Cit. hlm. 136

[11] Tadjab, Ilmu Jiwa Pendidikan, (Surabaya: Karya Abitama, 1994), hlm. 103

[12] Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta : C.V. Rajawali, 1990),  hlm. 92-95

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s