Kancil The Explorer

Oleh   : Kresna Aditya Ramadhan – XI Multimedia SMKN1Samarinda

Kancil The ExplorerPada suatu hari di suatu hutan, ada seekor kancil yang sedang mencari ketimun untuk makan siang. Ia segera pergi ke tempat musuh bebuyutannya yaitu pak petani. Ia mengendap-ngendap layaknya seorang ninja dan bergaya ala ninja untuk mendekati ladang ketimun si pak petani. Ketika ia sampai ternyata tidak ada orang.

“ah sial udah keren-keren kayak ninja sampe guling-guling ternyata si pak petani tidak menjaga ladangnya. Tapi tak apa lah, dengan begini gua bisa memakan ketimun segar ini sampai kenyang hahaha.”

Si kancil pun memakan ketimun dengan lahap hingga kenyang. Ketika ia memakan ketimun-ketimun segar itu ia mendengar suara bapak-bapak yang sedang mengatakan “Berhasil !!! Berhasil !!! Berhasil !!! Horee !!!!!”. si kancil pun terkaget-kaget hingga tersedak ketimun. Kancil pun segera mencari minum, dengan ekspresi marah karena terganggu oleh suara bapak-bapak itu ia pun mencari asal suara tersebut.

“sialan nih bapak-bapak, apaan coba pake teriak-teriak begitu. Gua kan jadi tersedak nih !”

Si kancil pun mengetahui asal dari suara itu. Asal suara itu ternyata dari jendela pak petani musuh bebuyutan si kancil. Ia pun mendekati jendela itu perlahan dan mengintip jendela tersebut. Ternyata oh ternyata suara itu berasal dari pak petani. “Buset nih petani ribut amat sampe kegirangan gitu nonton apaan sih ? hah ? Dora the explorer ? seru juga nih kayaknya.” Kata si kancil.

Pak petani dengan girangnya menonton Dora the explorer hingga tidak menyadari ladang miliknya habis di makan kancil. Dan kancil tersebut ada di jendelanya sedang mengintipnya. 1 jam pun berlalu hingga film selesai.

“Bagian mana yang kamu suka ?” kata Dora di tv.

“Bagian saat jalan di pinggir kali dan jatuh ke kali itu !!!” kata pak petani dengan muka bapak-bapak seram kegirangan.

“Aku juga suka bagian itu !!!” Dora menjawab.

Tidak Cuma pak petani yang kegirangan. Si kancil pun kegirangan bahkan hingga terinspirasi ingin berpetualang seperti Dora.”Wah seru juga berpetualang !!! Besok gua juga akan berpetualang !!!” dengan semangat si kancil mengatakannya. Malam pun tiba, si kancil pun sedang asik berkhayal-khayal menjadi petualang.”Besok aku akan berpetualang !!” kata si kancil. Kancil pun tertidur lelap. si kancil pun segera bersiap-siap untuk memulai petualangannya. Ia mengambil perlengkapan seperti tas, peta, dll.

“Sudah lengkap nih ! makan, minum, baju ganti, peta, dll. Tapi sepertinya masih ada yang kurang.” Si kancil pun melihat kea rah poster Dora nya di dinding dan seketika mengatakan “Aku butuh monyet !”. Ia pun bergegas segera ke tempat temannya yang kebetulan adalah seekor monyet. “Nyet ! woy nyet ! keluar dong !” si monyet pun keluar.”Apaan sih ncil, ganggu aja sih orang lagi tidur” si monyet menjawab dengan wajah terngantuk-ngantuk. “Ikut gue yok nyet!” si kancil berkata. “kemana ncil pagi-pagi gini ?” si monyet bertanya. Si kancil pun terdiam dan berpikir “iya juga ya, gua udah siap-siap dari tadi tapi belum tau mau kemana. hehehe” si kancil menjawab dengan tertawa kecil. “Yaelah ncil” si monyet berkata.

“oiya ncil denger-denger di ujung hutan sebelah utara sana ada pohon yang berbuah macam-macam buah” si monyet memberi usul kepada si kancil. ”Yang bener nyet ? boleh juga tuh!” kata si kancil “Ayo kita ke sana!!”. Si kancil dan si monyet pun segera bergegas ke arah utara untuk mencari dimana tempat yang ada banyak buah dan makanan itu. “kenapa lu ncil tiba-tiba pengen berpetualang gini ? jangan-jangan lu kesurupan hantu yang mati karena berpetualang ya !?” kata si monyet. “Enak aja lu gua nih terinspirasi dari film Dora the explorer tau !” si kancil menjawab. “ooo ternyata begitu” si monyet berkata sambil tertawa.

Sudah setengah perjalanan mereka di hadang oleh singa yang sedang kelaparan. “Aduh lapar banget nih perut dari kemaren belum makan.” Si singa mengeluh. Sesaat dia mengatakan itu si kancil dan si monyet pun lewat. “wah ada kancil tuh sepertinya nikmat pagi-pagi gini makan kancil hahaha” si singa pun bergegas sembunyi di dekat jebakannya dan menunggu kancil terjebak di jebakan tersebut. Ketika si kancil dan si monyet sedang asik bercerita, mereka terjatuh di dalam lubang jebakan singa dan singa pun langsung muncul di hadapan mereka. “Hahahaha… aku akan memakanmu kancil !” Singa berkata. “aduh tolong ! tolong kamii!” si kancil dan monyet berteriak. “percuma.. kalian tidak akan mendapatkan bantuan dari siapapun karena aku adalah raja hutan dan semua binatang takut padaku !” kata si singa. Si kancil pun terdiam dan segera memikirkan cara agar lolos dari singa itu.

“Aaaaaa !!! aaaa!!!! Aaaaaaaaa!!!!” monyet berteriak teriak ketakutan. “apaan sih lu nyet teriak-teriak ! siapa juga yang mau makan monyet !! lu tu bau, banyak bulu, gak enak banget dah.” Si singa berkata. Si monyet pun lega tapi juga merasa terhina. Si kancil pun langsung memiliki akal “nyet.. gua punya akal.. lu lempar tu singa lalu lari untuk mengulur waktu. Lagi pula lubang ini tidak terlalu dalam. gua akan menggali lubang ini hingga sangat dalam agar si singa terjatuh ke lubang ini dan gak bisa naik lagi. Jika selesai gua akan ngasih kode pake suara kambing” si kancil berbisik kepada si monyet. “boleh juga tu ncil… dia kan gk makan gua juga.. siip dah” si monyet juga berbisik kepada singa.

“apaan sih kalian ni bisik-bisik gitu !? mau coba kabur ya ?! gak akan bisa !” kata singa. “bukan begitu tuan singa.. saya hanya bilang ke monyet saya akan menyerahkan diri dan sebagai gantinya tuan melepaskan dia” si kancil bernegosiasi dengan singa. “Baiklah aku akan melepaskannya, lagi pula dia tidak berguna” si singa berkata. Saat monyet keluar dari lubang itu ia langsung melempar batu ke muka si singa dan singa pun marah besar “dasar monyet sialan!!! jangan lari kamu !!!” singa pun segera mengejar monyet tersebut. Dengan sigap si kancil menggali lubang tersebut lebih dalam lagi dan ia melompat keluar dari lubang tersebut. “untung saja lompat gua tinggi.” Si kancil berkata. Kancil pun menutupi lubang tersebut dan memberi monyet kode “mbeeeeeeeek… !!!!!”. “wah kancil sudah selesai.. aku harus bergegas ke tempat semula. Woy singa jelek, segini aja ya kekuatan si raja hutan !!!” monyet berkata. “sialan kau !” singa sangat emosi hingga lepas kendali dan berlari secepatnya mengejar si monyet. Si monyet pun kembali ke tempat dimana mereka di tangkap ia langsung melompat ke pohon dan bersembunyi. Si Singa berlari dengan cepat dan seketika terjatuh kedalam lubang yang di buat kancil.

“apa ini ?!” kata si singa. Si kancil dan si monyet pun keluar dan menertawakan si singa. “rasakan itu dasar singa jelek !!” kata si monyet dan si kancil. “grrrr… dasar kalian sialan !!!” singa berkata dengan marah. Si kancil dan si monyet pun meneruskan perjalanan mereka. Mereka berjalan dengan gagah karena sudah mengalahkan singa. “wah ncil lu pinter juga ya” si monyet memuji kancil. “Iya dong kancil gitu !” kata si kancil. “wah udah deket nih ncil kita tinggal ngelewatin sungai yang ada jembatannya dan…” si monyet pun seketika terdiam saat melihat kedepan. “kenapa lu nyet ? kok diem gitu ? eek lu ?” si kancil bertanya ke monyet. “ncil.. seharusnya kita tinggal ngelewatin jembatan tapi… jembatannya udah hancur..” si monyet berkata dan kecewa. “gimana nih udah hampir sampai padahal..” kata si monyet. “udah kita tidur aja dulu gua bawa tenda.. kita buat tenda di dekat pohon itu saja biar kita pikirkan sama-sama saja di dalam tenda. Hari juga sudah mulai gelap” kata si kancil. “baiklah..” si monyet menjawab dengan nada kecewa. “setelah buat tenda kita makan dulu lalu tidur” si kancil berkata.

Mereka pun tertidur lelap. Pagi pun datang mereka pun segera bangun dan bergegas ingin membangun rakit. Tetapi ketika mereka mendekati sungai tersebut banyak sekumpulan buaya yang sedang tidur di dekat sungai. “nciiil !! banyak buayaa !!” si monyet berteriak hingga membangunkan semua buaya tersebut. “Astaga nyet lu bego amat liat tuh mereka bangun !” kancil memarahi si monyet. “Siapa yang berani membangunkan kami !? dasar kurang ajar !” kata pemimpin buaya itu. “Tuan itu mereka yang membangunkan kita tuan !” anak buah buaya memberitahu pemimpinnya. Kancil dan monyet pun di kepung. “wah ada sarapan nih !” pemimpin buaya berkata. “Aaaaaaaa!!!!! Aaaaaaaaa!!!!!!!! Aaaaaaaa!!!!!” si monyet berteriak ketakutan. “Ngpain sih lu nyet teriak-teriak !? lu mau gua bunuh ! bukan gua makan ! lagian lu tu bau dan berbulu ! pasti lu gk enak!” pemimpin buaya berkata kepada monyet. Lagi-lagi monyet pun lega dan lagi-lagi merasa terhina. Si kancil pun langsung mendapat akal setelah mengingat suatu adegan yang terdapat pada film Dora dimana dora dibantu oleh buaya yang berbaris untuk menyebrangi sungai. “Tuan buaya,apakah anda dan anak buah anda sangat kompak ?” kancil bertanya kepada pemimpin buaya. “Tentu saja ! kami adalah kelompok buaya terkompak di sini !” Pemimpin buaya menjawab dengan tegas.

“bagaimana kalau saya beri tuan tantangan? Jika tuan kalah saya dan teman saya di bebaskan dan jika tuan menang tuan boleh memakan saya dan membunuh teman saya.” kancil berkata kepada buaya. “baiklah ! saya setuju ! cepat beritahu kami apa tantangannya !?”. “pertama saya akan menghitung kalian semua, dan kalian akan berenang bebas selama 20 detik. Setelah itu kalian berbaris dari sini sampai ujung sungai di seberang sana. Saya akan menghitung kembali. Jika kalian lengkap saya kalah dan jika kalian tidak lengkap tuan yang kalah.” Si kancil  berkata kepada pemimpin buaya. “Oke ! sangat mudah ! baiklah kalian semua kita akan memperlihatkan kekompakkan kita !” pemimpin buaya berkata kepada anak buahnya. Si kancil pun pura-pura menghitung para buaya. ”Satu.. Dua.. Tiga… Mulai!!!” si monyet memulai tantangan tersebut. Para buaya pun bergegas berenang bebas selama 20 detik. “oke waktu habis silahkan berbaris !” si kancil berteriak. Buaya-buaya itu pun berbaris dan si kancil dan monyet mulai menghitung. “hey.. hey.. sedang apa kau naik-naik badan kami kancil dan monyet ?” si pemimpin mulai curiga. “Saya ingin menghitung lebih jelas tuan agar saya tidak salah hitung..saya kan tidak pernah curang.. saya selalu sportif” kata si kancil. “Baiklah sekarang cepat hitung ! aku sudah lapar !” buaya membentak kancil. Kancil pun melompati satu persatu punggung buaya dan menghitung hingga ia sampai ke seberang sungai. “Tuan.. Anda menang.. anda berhak memakan kami..” si kancil berkata sambil tertawa. “hahaha sudah saya bilang kami kompak dan sekarang aku akan memakanmu !” buaya berkata. “kalian memang kompak dan kalian memang… BODOH!!” monyet dan kancil bergegas melarikan diri sesaat mereka meledek buaya tersebut. “ah sialan kalian ! dasar kancil dan monyet sialaaan !!!!” buaya kesal.

“hahahaha kancil lu memang sangat cerdas ! udah dua kali nih lu nyelamatin kita !” si monyet berkata dengan hati lega “sialan tuh buaya dan singa gua di kata-katain.. huh.. sakitnya tuh disini ncil” si monyet nunjuk ke dada. “hahahahaha makanya lu mandi ! cukur tu bulu-bulu lo biar rapi ! hahahaha” si kancil meledek si monyet. “sialan lu ncil !” si monyet berkata dengan nada kesal. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.

“Ncil kita udah sampai !” si monyet berteriak kegirangan. “iya nyet kita sampai ! gua seneng banget !” kata si kancil. Mereka pun mendekati pohon tersebut dan memetik salah satu buah di pohon itu. Ternyata bukan hanya ada mereka di sana. Banyak sekali binatang-binatang lain yang hidup di sekitar pohon berbuah beraneka macam itu. Mereka di sambut dengan hangat oleh penduduk sekitar situ dan mereka memutuskan untuk tinggal di sana selamanya. “wah nyet seru banget petualangan kita ya!” si kancil dengan hati yang senang. “iya ncil seru banget lain kali kita berpetualang lagi ya ncil !” monyet dengan semangat mengajak kancil untuk berpetualang lagi nanti. “Baiklah nyet ! saatnya kita bilang……… Berhasil!!! Berhasil!!! Berhasil!!! Hore !!!!” si kancil dan si monyet kegirangan. “Bagian mana yang kamu suka nyet ?” kata si kancil. “Bagian di saat aku melempar batu ke singa !” kata si monyet dengan nada gembira. “aku juga aku juga” si kancil berkata. Mereka pun hidup di sana selamanya. Dan tiba-tiba cahaya menghampiri si kancil. Cahaya tersebut semakin terang dan semakin terang dan akhirnya… Si kancil bangun dari tidurnya setelah ia berkhayal-khayal menjadi petualang.

(Kalau gk ngerti endingnya, setelah baca endingnya silahkan baca pada paragraph ke 6)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s