Kesalahan Pendidik Jika Tidak Memperhatikan Teori, Konsep dan Prinsip dalam Pendidikan.

Oleh : Yoseph Payong Ado, M. Pd.

Rasionalisasi

YosephPayongADSektor pendidikan adalah sesuatu yang sangat menentukan di dalam pembangunan suatu bangsa. Karena lewat pendidikan suatu bangsa dapat mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi. Misalnya, persoalan kemiskinan, kebodohan, lapangan kerja, dan masih banyak lagi. Semuanya ini dapat diatasi lewat pendidikan. Karena hanya orang-orang yang terdidiklah yang dapat mencari jalan keluar yang terbaik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Kalau suatu bangsa mau maju dan berpartisipasi aktif dalam pertarungan internasional, maka janganlah mengabaikan sektor pendidikan. Dengan demikian maka pendidikan menjadi hal yang sangat menentukan keberadaan suatu bangsa, dan harus menjadi kebutuhan yang sangat vital.

Pembukaan UUD 1945 secara tegas dinyatakan dalam alinea ke 4 bahwa salah satu tujuan Negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Atas dasar amanat ini maka bagi Negara kita sektor pendidikan ini ditempatkan pada posisi yang sangat strategis di dalam pembangunan nasional kita. Maka menjadi tugas kita semua untuk berpartisipasi aktif guna menjadikan sektor pendidikan ini sebagai sarana untuk mencerdaskan seluruh anak bangsa menuju bangsa yang mandiri yang sanggup memenangkan persaingan internasional yang semakin ketat ini.

Menyadari betapa pentingnya sektor pendidikan ini, maka para pengelola pendidikan di Negara kita diharapkan menaruh perhatian yang serius di dalam mengembangkan pendidikan, karena lewat pendidikan yang dikelola dengan baik dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa kita di mata internasional. Perhatian yang serius artinya bukan hanya pada tataran wacana belaka, akan tetapi harus mampu diwujud-nyatakan dalam tindakan nyata. Seperti pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas pendukung pendidikan, biaya pendidikan yang terjangkau sampai kepada masyarakat yang paling bawah, dan yang tak kalah pentingnya adalah perhatian terhadap keberadaan para pengabdi pendidikan, guru.

Guru menjadi ujung tombak pendidikan. Berhasil tidaknya pendidikan sangat tergantung pada guru. Karena di pundak merekalah harapan besar akan keberhasilan pendidikan ini diletakan. Namun demikian guru terkadang dilupakan keberadaannya di masyarakat. Sudah saatnya masyarakat dan bangsa kita memberikan apresiasi yang wajar terhadap para pengabdi pendidikan yang adalah pahlawan tanpa tanda jasa ini. Tidak boleh lagi guru dipandang dengan sebelah mata lantaran jasa-jasa yang pernah ditorehkan pada segenap anak bangsa dewasa ini. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa guru, mulai dari pendidikan tingkat bawah sampai tingkat selanjutnya telah banyak memanusiakan manusia di Negara kita ini. Banyak yang telah menjadi orang penting di masyarakat kita lahir dari tangan guru. Laksana busur, maka guru telah banyak melepaskan anak panah pendidkan dan persis kena pada sasaran yang tepat.

Guru Dalam Keseharian

Tugas pokok seorang guru adalah membawa anak-anak bangsa kita ke suatu situasi yang baru. Artinya bahwa, anak yang datang ke sekolah pada awalnya belum tahu apa-apa. Fungsi gurulah yang membimbing, mengarahkan dan mendampingi mereka untuk memulai tahu apa yang belum diketahuinya, mulai membaca apa yang belum pernah dibacanya, dan menulis apa yang sebelumnya belum bisa dibuatnya sendiri. Inilah tiga hal yang menjadi tugas guru yang paling utama. Di atas ketiga hal ini, pembentukan karaketer anak didik sesuai dengan kepribadian bangsa kita adalah hal yang sangat mutlak dan tak dapat ditawar-tawar. Dari sinilah pembentukan peserta didik menjadi pribadi yang utuh harus dimulai. Dan karenanya, untuk menjadi guru harus benar-benar melalui suatu pendidikan dan latihan yang memadai dan bukan suatu pelatihan yang asal jadi. Sehingga pada saat berdiri di depan kelas guru sungguh menjadi model bagi anak didiknya, karena tahu apa yang seharusnya dilakukan bagi anak didiknya. Guru yang seperti inilah yang mampu membawa anak-anak memasuki situasi pendidikan yang memberi harapan akan masa depan.

Ada 3 hal yang penting yang harus diperhatikan dalam pendidikan. Teori, konsep dan prinsip pendidikan. Ketiga hal ini sangat menentukan keberhasilan pendidikan yang dilakukan oleh para guru. Lewat pemahaman teori yang baik seorang guru mampu mengembangkan pendidikan anak-anaknya. Tanpa teori maka jalan menuju ke suatu situasi yang baru menjadi tidak terarah. Guru berhasil memberikan penampilan terbaiknya di depan kelas karena guru tersebut mengusai teori pendidikan dengan baik. Maka dengan kualifikasi yang memadai seorang guru akan memiliki kepercayaan diri yang mantap menuntun para siswanya untuk mengetahui lebih banyak hal yang indah demi masa depan para siswanya. Dengan demikian maka haruslah dikembangkan terus kemampuan guru akan perkembangan teori pendidikan yang semakin hari semakin kompleks.

Guru juga harus mengetahui dengan jelas konsep pendidikan yang dikembangkan dalam suatu satuan pendidikan. Lewat konsep yang baik guru dapat mentransfer ilmu yang dimilikinya kepada para siswanya. Guru mampu mengarahkan para siswanya kepada konsep pendidikan yang benar tentang apa yang dipelajari dan untuk apa  suatu hal itu harus dipelajari. Guru mampu mengarahkan para siswanya untuk menjadi manusia seutuhnya karena memahami konsep pendidikan yang baik. Maka konsep pendidikan kita yang berlandaskan pancasila menjadi sangat penting untuk dipahami dan harus dilaksanakan oleh seorang guru dalam membimbing anak-anaknya. Membimbing anak-anak di dalam sebuah kelas bukan hanya untuk menguasai sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan, akan tetapi juga untuk membentuk mental spiritual anak menuju pribadi yang sempurna, yang pada gilirannya nanti dapat bertingkah laku yang baik di masyarakat sebagai manifestasi dari tingkat kognitif yang baik yang diperolehnya lewat pendidikan.

Di samping itu Prinsip-prinsip pendidikan yang dikembangkan di Negara kita juga harus mendapat perhatian guru. Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam  pendidikan, guru harus tahu benar prinsip-prinsip yang harus dikembangkan sesuai dengan tuntutan pendidikan nasional kita. Secara umum prinsip pendidikan terhadap seorang anak adalah bagaimana membuat seorang anak dapat belajar dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki dalam dirinya. Guru harus tahu benar kebutuhan anak dalam belajar. Guru hendaknya mampu menempatkan dirinya dalam situasi anak sehingga anak merasa didampingi dan nyaman dalam belajar. Dalam mengembangkan suatu pendidikan haruslah diciptakan suasana belajar harmonis di mana siswa menemukan dirinya dan mau menjadi sumber belajar bagi dirinya sendiri. Selanjutnya guru sebagai fasilitator untuk berusaha membawa siswanya untuk menemukan hal-hal baru yang berguna bagi dirinya. Belajar tidak berarti harus mendapat ilmu sebanyak-banyaknya dari guru. Siswa juga harus diarahkan untuk menemukan sendiri segala sesuatu yang penting bagi diri dan masa depannya. Prinsip seperti inilah yang harus diperhatikan dan dikembangkan oleh guru dalam pendidikan.

Dilema Guru

Kesalahan besar sering terjadi dalam dunia pendidikan adalah, terkadang guru tidak memperhatikan tiga hal pokok seperti yang telah diuraikan di atas. Dalam praktek sehari-harinya, guru sering mengabaikan teori, konsep dan prinsip dalam pendidikan, dan menyelenggarakan pendidikan yang asal jadi. Seperti telah dikatakan sebelunya, betapa teori, konsep dan prinsip pendidikan itu sangat  penting, namun tidak dilakukan oleh guru. Hal ini biasa terjadi pada kondisi guru yang tidak memiliki spirit guru, atau yang tidak menyadari tugas pokok sebagai guru yang adalah memanusiakan manusia. Sehingga yang terjadi adalah unsur mengajar dan bukan dibarengi unsur mendidik. Dalam pelaksanaannya guru hanya memberikan ilmu sebanyak-banyaknya tanpa sedikitpun menyadari bahwa pada diri anak sebenarnya terdapat potensi besar yang kalau dikembangkan secara maksimal akan membawa hasil luar biasa bagi diri anak itu sendiri. Konsekuensi dari praktek yang seperti ini adalah anak menjadi pasif, tinggal menerima apa yang disampaikan oleh guru, tidak punya cukup waktu untuk mengemukakan pendapatnya, tidak punya cukup waktu untuk menemukan sendiri apa dianggapnya baru sebagai usaha mengembangkan potensi dalam dirinya. Semuanya ini bisa terjadi di samping karena guru yang tidak mempunyai spirit guru, juga Karena guru yang tidak mempunyai kualifikasi guru yang  memadai.

Yang menjadi dilema guru adalah karena tekanan system. Bahwa alasan tidak memperhatikan pentingnya teori, konsep dan prinsip dalam pendidikan disebabkan karena tidak ada spirit dan motivasi pada seorang guru, maka hal itu bisa diterima.  Yang menjadi masalah adalah bagi guru yang punya spirit guru yang luar biasa dan punya motivasi yang tinggi akan tetapi terkadang tidak memperhatikan pentinya teori, konsep dan prinsip dalam mengembangkan suatu pendidikan dan pengajaran. Hal ini terjadi karena tekanan system dari pengelola pendidikan kita.

Di dalam pendidikan dan pengajaran kita kenal adanya input, proses dan output    (IPO). Input adalah siswa yang masuk ke sebuah sekolah. Proses adalah proses belajar mengajar yang dikembangkan oleh sekolah (guru). Sedangkan output adalah lulusan (hasil) dari proses belajar mengajar itu. Seharusnya dalam proses pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan yang harus mendapat perhatian lebih adalah pada tingkat prosesnya. Yang terjadi dewasa ini adalah kita (para guru) yang karena tekanan system sangat mengejar hasil (output). Bahwa hasil pendidikan dan pengajaran kita harus bagus dan maksimal, apapun prosesnya tidak penting. Bahayanya, karena kita mengejar output (hasil) maka tidak pernah kita memperhatikan prosesnya. Tekanan system itu terjadi karena situasi pendidikan kita sudah terkontaminasi oleh nuansa lain yang memanfaatkan pendidikan sebagai tolok ukur keberhasilan dari sistem itu.

Pada kondisi ini sebenarnya para guru menyadari betul akan manfaat dan pentingnya teori pendidikan diterapkan, konsep  dilaksanakan dan prinsip-prinsip dijalankan dengan baik. Akan tetapi karena adanya tekanan system maka terabaikanlah semuanya itu, yang paling penting adalah bagaimana memperoleh hasil yang maksimal apapun caranya. Dengan tidak memperhatikan proses maka hasilnya sangat instant. Anak hanya belajar untuk bisa berhasil lulus, tanpa menghiraukan apa jadinya setelah itu di kemudian hari. Dengan demikian maka akibatnya pendidikan tidak memperhatikan perkembangkan mental spiritual anak didik dan hasilnya malah menimbulkan banyak masalah sosial yang merebak di mana-mana di tanah air kita.

Kondisi seperti ini terjadi secara berkelanjutan. Karena kita selalu mengejar hasil dan tidak memperhatikan proses, maka hal ini ternyata ditangkap oleh para siswa kita. Opini terbangun dalam pikiran siswa kita dewasa ini adalah bahwa, walaupun tidak belajar sungguh-sungguh, pada saatnya akan lulus juga. Akibatnya tidak ada usaha keras dari siswa di dalam mengikuti proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, betapapun hal ini tidak bisa dikatakan semua siswa ada dalam kondisi itu. Keinginan siswa untuk menguasai ilmu pengetahuan untuk masa depannya menjadi sangat kecil. Dan akhirnya kita menciptakan generasi yang tidak tahan uji, tidak sanggup mengikuti persaingan global yang kini semakin ketat.

Kesimpulan

Dari semua uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa : Apabila dalam mengembangkan pendidikan para pendidik tidak memperhatikan teori, konsep dan prinsip dalam pendidikan, maka yang terjadi adalah pendidikan hanya menghasilkan generasi yang tidak tahan tahan uji, tidak mampu bersaing di era global, yang hanya mempunyai kemapuan kognitif tanpa dibarengi mental spiritual yang baik di masyarakat, tidak sanggup mengemukakan pendapat, tidak sanggup menemukan sendiri apa yang baik bagi diri dan masa depannya.

Maka yang seharusnya terjadi adalah pendidikan yang memperhatikan pentingnya teori, konsep dan prinsip dalam pendidikan agar mampu menghasilkan generasi yang sempurna. Semoga!

*) Drs. Yoseph Payong Ado, M. Pd adalah guru senior bahasa Inggris pada SMK Negeri 1 Samarinda, Dosen Bahasa Inggris pada S T Kateketik Pastoral Katolik, Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda, Dosen Bahasa Inggris pada FaHutan Universitas Mulawarman Samarinda

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s