Archive | Juli 2018

Tautan Bisnis Daring & Pemasaran K13

 

Spektrum Kurikulum KTSP K 2013

  1. Struktur Kurikulum
  2. C1 KIKD Simulasi dan Komunikasi Digital
  3. C1 KIKD Ekonomi Bisnis
  4. C1 KIKD Administrasi Umum
  5. C1 KIKD IPA
  6. C2 KIKD Dasar Program Keahlian
  7. C3 KIKD Kompetensi Keahlian
  8. C3 KIKD Produk Kreatif dan Kewiraus

SILABUS C 1 Dasar Bidang Keahlian

  1. Simulasi dan Komunikasi Digital
  2. Ekonomi Bisnis
  3. Administrasi Umum
  4. I P A

SILABUS C 2 Dasar Program Keahlian

  1. Marketing
  2. Perencanaan Bisnis
  3. Komunikasi Bisnis

 

Bahan Ajar K 2013

BAHAN AJAR KELOMPOK C 2

  1. ANALISA DAN RISET PASAR
  2. MENGELOLA USAHA PEMASARAN
  3. PERENCANAAN PEMASARAN 1
  4. PERENCANAAN PEMASARAN 2
  5. STRATEGI PEMASARAN 1
  6. STRATEGI PEMASARAN 2

BAHAN AJAR KELOMPOK C 3

  1. ADMINISTRASI BARANG 1
  2. ADMINISTRASI BARANG 2
  3. ADMINISTRASI TRANSAKSI 1
  4. ADMINISTRASI TRANSAKSI 2
  5. KOMUNIKASI BISNIS
  6. PELAYANAN PENJUALAN 1
  7. PELAYANAN PENJUALAN 2
  8. PENATAAN BARANG DAGANGAN 1
  9. PENATAAN BARANG DAGANGAN 2
  10. PENGETAHUAN PRODUK 1
  11. PENGETAHUAN PRODUK 2
  12. PRINSIP BISNIS 1
  13. PRINSIP BISNIS 2

 

 

 

 

 

Sumber : MGMP Pemasaran Jateng

Iklan

Kepemimpinan Siswa dan Keterlibatan Dalam Organisasi Sekolah

Oleh: Parhan Ibus, Usman Akadir

A. Pendahuluan

Pemimpin merupakan faktor kritis penentu yang dapat menentukan maju mundurnya kemajuan suatu bangsa. Pemimpin harus mampu mengarahkan kepada kesejahteraan para anggotanya karena pemimpin merupakan inisiator, motivator, stimulator, dinamisator, dan inovator dalam kelompoknya. Keberhasilan sebuah kelompok dalam mencapai sebuah tujuan yang ingin diraih bergantung pada kepemimpinannya, yaitu apakah kepemimpinannya mampu menggerakkan sumber daya manusia, sarana, dana, dan waktu secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu tujuan organisasi (Rivai, 2003: 3).

Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara banyak tergantung pada kaum mudanya sebagai agent of change (agen perubahan). Pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada darah muda yang memeloporinya. Keberadaan pemuda di Indonesia sesungguhnya dapat menjadi modal yang berharga bagi masa depan bangsa ini ke arah yang lebih baik dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain dalam segala bidang.

Proses membina kemampuan kepemimpinan dapat dimulai sejak dini pada lingkungan sekolah sehingga saat ini pendidikan kepemimpinan di sekolah mulai banyak diterapkan. Usia sekolah merupakan periode yang sangat penting untuk pertumbuhan kepribadian, sosial, dan professionalisme siswa. Menyadari pentingnya periode tersebut banyak institusi pendidikan membuat kegiatan di luar kelas untuk memperkaya pengalaman siswanya dan untuk memaksimalkan potensi pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kepemimpinan siswa, keterlibatannya di organisasi, posisinya sebagai pemegang tanggung jawab, atau aktif sebagai anggota selama kegiatan eksrakurikuler dalam organisasi, sejalan dengan pengembangan personal selama masa sekolah (Astin, 1985: 176)

B. Pengertian Kemimpinan Siswa (Student Leadership)

Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi orang lain agar mau bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Robbins dalam Makmuri (2008: 318) bahwa kepemimpinan didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi sebuah kelompok menuju pencapaian tujuan kelompok.

Baca Selanjutnya di Kepemimpinan_Siswa … >>

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

Oleh : Rita Komala, S. Pd (Pembina OSIS SMK Negeri 1 Samarinda)

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh siswa-siswa yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola OSIS perlu kejelasan mengenai Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Struktur OSIS. Dengan mengetahui pengertian, tujuan,fungsi, dan struktur yang jelas, maka akan membantu Pembina peengurus dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS ini sesuai dengan fungsi dan tujuannya.

Pengertian OSIS  meliputi :

Secara Semantis. Di dalam Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1992 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. OSIS adalah  Organisasi Intra Sekolah yang masing-masing kata mempunyai pengertian, sebagai berikut :

  1. Organisasi Secara umum adalah kelompok kerja sama Antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
  2. Siswa Siswa adalah orang yang datang ke suatu lembaga untuk memperoleh atau mempelajari beberapa tipe pendidikan.
  3. Intra Berarti terletak di dalam dan di Antara. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada didalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.
  4. Sekolah Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah yang sederajat.

Secara Organis. OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu, setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

Secara Fungsional. Dalam rangka pelaksanaan kebijakan pendidikan, khususnya di bidang pembinaan kesiswaan, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, di samping ketiga jalur yang lain yaitu latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, dan wawasan wiyatamandala.

Secara Sistemik. Apabila OSIS dipandang sebagai suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai suatu sistem, dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan organisasi yang mampu mencapai tujuan.

OSIS dipandang sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok, yaitu:

  1. Berorientasi pada tujuan
  2. Memiliki susunan kehidupan berkelompok
  3. Memiliki sejumlah peranan
  4. Terkoordinasi
  5. Berkelanjutan dalam waktu tertentu

Tujuan OSIS – Baca selanjutanya di Organisasi Siswa Intra Sekolah … >>

Ekstrakurikuler

Oleh : Rita Komala, S. Pd (Pembina OSIS SMK Negeri 1 Samarinda)

A. Pendahuluan

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan disamping jalur OSIS, latihan Kepemimpinan dan Wawasan Wiyatamandala.

Kegiatan ekstrakurikuler selain meningkatkan minat dan bakat siswa dalam bidang non akademik, juga sebagai sarana aktivitas siswa yang positif sehingga siswa bisa semakin terhindar dari kegiatan yang merugikan, melalui kegiatan ekstrakurikuler para siswa dapat lebih memiliki rasa percaya diri, belajar berorganisasi, bekerja sama dan memiliki rasa tanggung jawab pada sebuah kelompok.

 

B. Definisi Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran sekolah biasa, yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa, mengenai hubungan antar mata pelajaran, menyalurkan bakat dan minat, serta melengkapi pembinaan manusia seutuhnya. Kegiatan ini dilakukan berkala atau hanya dalam waktu-waktu tertentu dan ikut dinilai (Yudha M. Saputra, 1998: 6).

Jadi ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah.

C. Tujuan Kegiatan Kkstrakurikuler

  1. Memperdalam dan memperluas pengetahuan, mengenal hubungan antara berbagai pelajaran, serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya dalam arti: a. beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, b. berbudi pekerti luhur, c. memiliki pengetahuan dan ketrampilan, d. sehat jasmani dan rohani, e. berkepribadian yang mantap dan mandiri, f. memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan
  2. Untuk lebih memantapkan pendidikan kepribadian dan untuk lebih mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikulum dengan kedaan dan kebutuhan lingkungan.
  3. Membina bakat dan minat, sehingga lahir manusia yang terampil, percaya diri dan mandiri
  4. Memberi siswa untuk menggunakan waktu senggang di isi dengan kegiatan yang bermanfaat

Hasil yang diharapkan dari program ekstrakurikuler, mendukung kegiatan kurikuler sehingga berhasil mencapai tujuan pendidikan ialah manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang cerdas yang didukung dengan keimanan dan ketaqwaan, kepribadian, berbudi pekerti luhur serta memiliki keterampilan dan wawasan.

D. Hambatan Dalam Pelaksanaan Ekstrakurikuler

  1. Belum tersedia Pembina yang profesional, dana dan sarana yang memadai
  2. Kurangnya kepedulian siswa, orang tua dan masyarakat
  3. Kurangnya pemahaman akan arti pentingnya ekstrakurikuler 

E. Materi Ekstrakurikuler

  1. Pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia
  3. Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara
  4. Pembinaan prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat
  5. Pembinaan demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial
  6. Pembinaan kreativitas, keterampilan dan kewirausahaan
  7. Pembinaan kualitas jasmani, kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi
  8. Pembinaan sastra dan budaya
  9. Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
  10. Pembinaan komunikasi dalam bahasa Inggris

 F. Tugas Pengurus OSIS dalam Ekstrakurikuler

  1. Mengkoordinir kegiatan ekstrakurikuler
  2. Semua kegiatan ekstrakurikuler di sekolah harus sepengetahuan OSIS
  3. Mendorong siswa untuk wajib mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler
  4. Masing-masing seksi mendata kegiatan ekstrakurikuler
  5. Membuat program kerja kegiatan ekstrakurikuler untuk masing-masing seksi
  6. Meminta nilai kepada pembina ekstrakurikuler dan melaporkan kepada wali kelas masing-masing, agar nilai ekstrakurikuler masuk di dalam raport.

G. Kepramukaan Sebagai Ekstrakurikuler Wajib

 Kepramukaan (latihan pramuka) ditetapkan menjadi ekstrakurikuler wajib di tingkat Sekolah Dasar (SD/MI), SMP dan MTs, serta SMA, MA, dan SMK. Sebagai ekstrakurikuler wajib, kepramukaan harus diikuti oleh seluruh peserta didik di SMK Negeri 1 Samarinda. Penetapan kepramukaan sebagai ekstrakulrikuler wajib di tingkat Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Alasan Kepramukaan wajib karena : 1) ada undang-undang yang mengatur adalah UU Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. 2) Pramuka mengajarkan banyak nilai, mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian.

H. Ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Samarinda

Para siswa SMK Negeri 1 Samarinda mari kita kembangkan potensi otak kanan kamu.

Otak kanan mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiran lain yang memerlukan kreativitas, orisinalitas, daya cipta dan bakat artistik. pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis. kita dapat melibatkan diri dengan segala rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dan dimensi yang mengikat.

Silahkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan otak kanan kamu. Pilihan ekstrakurikuler yang ada di SMK Negeri 1 Samarinda adalah :

  1. Majelis Taklim Al Falah
  2. Kepramukaan (wajib)
  3. Futsal
  4. Palang Merah Remaja
  5. Teater
  6. Bola Basket
  7. Bola Volley
  8. Bulu Tangkis
  9. English Club
  10. Karya Imiah Remaja
  11. Paskibraka