Kepemimpinan Siswa dan Keterlibatan Dalam Organisasi Sekolah

Oleh: Parhan Ibus, Usman Akadir

A. Pendahuluan

Pemimpin merupakan faktor kritis penentu yang dapat menentukan maju mundurnya kemajuan suatu bangsa. Pemimpin harus mampu mengarahkan kepada kesejahteraan para anggotanya karena pemimpin merupakan inisiator, motivator, stimulator, dinamisator, dan inovator dalam kelompoknya. Keberhasilan sebuah kelompok dalam mencapai sebuah tujuan yang ingin diraih bergantung pada kepemimpinannya, yaitu apakah kepemimpinannya mampu menggerakkan sumber daya manusia, sarana, dana, dan waktu secara efisien dan efektif untuk mencapai suatu tujuan organisasi (Rivai, 2003: 3).

Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara banyak tergantung pada kaum mudanya sebagai agent of change (agen perubahan). Pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada darah muda yang memeloporinya. Keberadaan pemuda di Indonesia sesungguhnya dapat menjadi modal yang berharga bagi masa depan bangsa ini ke arah yang lebih baik dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain dalam segala bidang.

Proses membina kemampuan kepemimpinan dapat dimulai sejak dini pada lingkungan sekolah sehingga saat ini pendidikan kepemimpinan di sekolah mulai banyak diterapkan. Usia sekolah merupakan periode yang sangat penting untuk pertumbuhan kepribadian, sosial, dan professionalisme siswa. Menyadari pentingnya periode tersebut banyak institusi pendidikan membuat kegiatan di luar kelas untuk memperkaya pengalaman siswanya dan untuk memaksimalkan potensi pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kepemimpinan siswa, keterlibatannya di organisasi, posisinya sebagai pemegang tanggung jawab, atau aktif sebagai anggota selama kegiatan eksrakurikuler dalam organisasi, sejalan dengan pengembangan personal selama masa sekolah (Astin, 1985: 176)

B. Pengertian Kemimpinan Siswa (Student Leadership)

Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi orang lain agar mau bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Robbins dalam Makmuri (2008: 318) bahwa kepemimpinan didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi sebuah kelompok menuju pencapaian tujuan kelompok.

Baca Selanjutnya di¬†Kepemimpinan_Siswa … >>

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s