Arsip

The Circle

Oleh: Muhammad Fakhri – XII Multimedia SMKN1Samarinda

COVER SENI BUDAYAFakhri dan Andi adalah sepasang sahabat yang masuk ke dalam dunia criminal bersama-sama. Mereka mengikuti sebuah geng “Blood Seeker” yang di pimpin oleh “Big Boss” yang dikenal sangat kejam. Kejahatan yang mereka lakukan sangatlah kejam, mereka adalah pembunuh bayaran yang sangat terkenal di kota. Andi di angkat oleh “Big Boss” menjadi tangan kanannya yang terpercaya karena keahlian tinggi yang Andi miliki. Setelah sekian lama, Fakhri sadar akan apa yang di lakukannya itu salah. Ia pun keluar dari geng Blood Seeker, Big Boss tidak terima dengan keputusan Fakhri karena Big Boss masih membutuhkan keahlian Fakhri yang sama kuatnya dengan Andi. Fakhri tetap teguh dengan pendiriannya dan ia pun keluar. Big Boss mengancam Fakhri tetapi Fakhri tetap keluar.

Andi membujuk Fakhri untuk kembali, Fakhri tidak mau kembali, dia meyakinkan Andi untuk keluar dari geng itu dan menyadari apa yang telah mereka perbuat itu salah. Andi menolak dan pergi kembali ke markas geng. Andi memberitahukan Big Boss, Big Boss sangat marah. Beberapa bulan telah berlalu, Big Boss masih merasa dendam terhadap mantan anak buahnya yaitu Fakhri. Big Boss pun memiliki rencana jahat, Ia menyuruh Andi untuk menculik adik perempuan Fakhri sebagai sandera dan memaksa Fakhri untuk bekerja kembali dengan Big Boss. Andi melakukannya dengan berat hati. Di suatu perjalan pulang Adik Fakhri di temui oleh Andi. Andi bilang ke adiknya Fakhri untuk ikut dengannya untuk keselamatannya. Awalnya sang adik tidak mau ikut, tetapi karena Andi bilang ini atas perintah Fakhri, adiknya Fakhri pun mau ikut dengan Andi.

Malam pun tiba, Fakhri sangat khawatir dengan adiknya yang tidak pulang-pulang juga. Fakhri mendapat telpon dari nomor yang tidak dia kenal. Fakhri sangat terkejut bahwa telpon tersebut berasal dari Big Boss. Big Boss mengatakan bahwa adik Fakhri telah di tahan oleh Andi atas perintahnya. Dan jika ia ingin adiknya kembali ia harus memilih 2 pilihan yang Big Boss berikan. Big Boss pun memberi 2 pilihan untuk Fakhri. Pilihan tersebut adalah untuk bekerja dengan Big Boss lagi atau bertarung dengan Blood Seeker. Fakhri menolak untuk bergabung dan memilih untuk bertarung dengan Blood Seeker. Big Boss pun memberi waktu untuk Fakhri mengumpulkan pasukan dalam jangka waktu 2 minggu. Dan Big Boss mengatakan akan hanya mengeluarkan 3 pembunuh bayaran terbaik miliknya untuk bertarung dengan tim nya Fakhri.

Fakhri merasa stress karena satu-satunya anggota keluarga yang hanya ia miliki di tahan oleh geng pembunuh bayaran terjahat di kota. Fakhri resah dan terlihat putus asa. Keesokan harinya ia berlatih di sebuah tempat berlatih bela diri. Fakhri bertemu 2 teman lamanya yang juga sedang berlatih di sana. Mereka adalah Rendy, Aldi . Fakhri pun bercerita tentang keterlibatannya dengan geng Blood Seeker dan adiknya yang di tahan. Rendy, Aldy pun bersedia untuk membantu Fakhri untuk menyelamatkan adiknya. Mereka pun berlatih bersama hingga waktu yang di tentukan tiba.

Hari demi hari pun berlalu. Fakhri dan teman-temannya selalu mencari info tentang keberadaan adiknya dan hasilnya pun tidak ada. Hingga pada suatu malam Siddiq telah melihat salah satu orang mencurigakan berjalan ke suatu tempat yang mencurigakan juga. Siddiq pun mengikuti orang itu. Dan ternyata orang itu adalah salah satu anggota Blood Seeker yang menjaga rumah tempat adiknya Fakhri di tahan. Siddiq melihat adiknya Fakhri dalam keadaan baik-baik saja. Siddiq pun segera menuju ke tempat Fakhri dan menceritakan semua yang ia lihat. Fakhri merasa lega, Fakhri dan teman-temannya pun membuat rencana untuk menyelamatkan adiknya dan juga sekalian menghancurkan geng Blood Seeker.

Hari pertarungan pun semakin dekat. Fakhri dkk pun sudah siap untuk melawan pembunuh terbaik geng Blood Seeker dan menyelamatkan adiknya dari geng Blood Seeker. Fakhri dkk berlatih sangat keras agar mereka bisa menghancurkan kriminal-kriminal tersebut.

Hari pertarungan akhirnya tiba. Fakhri dkk pun pergi ke tempat pertarungan yang sudah di tentukan Big Boss. Mereka pergi dengan rencana yang sudah mereka rencanakan. Sesampainya mereka di tempat tujuan mereka langsung berhadapan dengan pembunuh terbaik Blood Seeker. Fakhri, Aldi dan Rendy dari kelompok Fakhri melawan Andi, Bayu dan Aldian. Fakhri sangat terkejut bahwa salah satu dari lawannya adalah Sahabatnya sendiri. Mereka pun berkelahi. Siddiq diam-diam menuju ke tempat dimana adiknya Fakhri ditahan. Siddiq menumbangkan seorang penjaga yang sedang berjaga. Ia menceritakan semua ke adiknya Fakhri dan membawa adiknya Fakhri ke rumah. Adiknya Fakhri tidak mau pergi ke rumah, dia ingin mendatangi kakaknya dan menghentikan perkelahian antar sahabat itu. Siddiq pun mengikuti kemauannya.

Satu per satu dari masing-masing kelompok tumbang hingga akhirnya yang hanya tersisa adalah Fakhri dan Andi. Kedua sahabat ini berkelahi dengan sangat hebat. Tanpa rasa takut dan tanpa pandang kalau mereka adalah sahabat, Andi pun tumbang. Fakhri dengan emosi hampir membunuh Andi tetapi sempat di hentikan oleh adiknya Fakhri. Fakhri pun berhenti. Dengan keadaan Andi yang babak belur Fakhri sadar akan perlakuannya terhadap sahabatnya. Adiknya Fakhri mengingatkan Fakhri bahwa mereka tidak boleh berkelahi. Mereka adalah sahabat mulai dari SMA. Andi pun mengingat masa-masa mereka berdua bersahabat di sekolah berlatih bersama. Mereka berdua langsung saling minta maaf dan Andi pun ingin membantu Fakhri untuk menghancurkan Blood Seeker. Aldian juga sebagai anak buah Andi mengikuti Andi untuk menghancurkan Blood Seeker. Tanpa di ketahui Bayu yang sudah mendengar semuanya segera berlari dan bersembunyi.

Setelah pertarungan selesai mereka kembali ke tempat mereka masing-masing. Andi lapor ke Big Boss bahwa Fakhri sudah di kalahkan. Big Boss pun percaya. Tetapi semua hancur ketika Bayu datang dan memberitahukan hal yang sebenarnya. Andi dan Aldian pun segera melarikan diri ke tempat Fakhri. Mereka pun menceritakan apa yang terjadi di basecamp Blood Seeker. Fakhri pun muak dengan kejahatan Big Boss dan membawa Rendy, Aldy, Aldian, Siddiq dan Andi untuk menyerang Blood Seeker. Sesampainya di Basecamp Blood Seeker mereka di hadang oleh para anak buah Big Boss yang di pimpin oleh Bayu. Mereka pun berkelahi. Andi menyuruh Fakhri untuk menangkap Big Boss dan membiarkan Andi dan yang lainnya menghadang para pasukan Blood Seeker. Fakhri pun mengejar Big Boss.Pertarungan sangat sengit antara Bayu dan Andi.

Fakhri mengejar Big Boss tetapi Fakhri sempat tertembak di bagian bahu. Fakhri tetap mengejarnya. Akhirnya Big Boss pun tertangkap dan segera di bekukkan Fakhri. Andi dan yang lainnya pun berhasil membantai para pasukan Blood Seeker. Tetapi Bayu sempat melarikan diri. Fakhri dkk mengikat pasukan Blood Seeker dan Big Boss di sebuah tempat dan menelpon polisi. Fakhri dkk pun segera pergi meninggalkan musuh-musuhnya. Polisi pun datang dan menangkap semua anggota Blood Seeker, begitu juga Big Boss.

Ini adalah misi dimana geng “Blood Sekker” harus membunuh seorang petinggi perusahaan terkenal dan sekaligus sebagai salah satu mafia yang sangat berbahaya di seantero kota,, misi ini terjadi karena penghianatan yang dilakukan oleh petinggi perusahaan yang tidak mau memberikan jatah yang sesuai dan malah memanipulasi keadaan dengan melaporkan nya ke pihak yang berwenang, semenjak itulah big bos memerintahkan anak buahnya untuk membunuh petinggi perusahaan, setelah pembunuhan tersebut geng “Blood Sekker” memnyembunyikan identitas mereka dengan tidak melakukan kegiatan kejahatan ……….

2  BULAN BERLALU……..

Hari demi hari berlalu, kegiatan geng “Blood Sekker” mulai kembali, normal setelah sekian lama melarikan diri dari pencarian polisi, fakhri salah satu anggota geng “Blood Sekker” merasa ada sesuatu yang salah dari misi terakhir yang ia lakukan, dia merenungi perbuatannya dan mengajak andi untuk bertemu dan membicarakan sesuatu.

Iklan

Kancil The Explorer

Oleh   : Kresna Aditya Ramadhan – XI Multimedia SMKN1Samarinda

Kancil The ExplorerPada suatu hari di suatu hutan, ada seekor kancil yang sedang mencari ketimun untuk makan siang. Ia segera pergi ke tempat musuh bebuyutannya yaitu pak petani. Ia mengendap-ngendap layaknya seorang ninja dan bergaya ala ninja untuk mendekati ladang ketimun si pak petani. Ketika ia sampai ternyata tidak ada orang.

“ah sial udah keren-keren kayak ninja sampe guling-guling ternyata si pak petani tidak menjaga ladangnya. Tapi tak apa lah, dengan begini gua bisa memakan ketimun segar ini sampai kenyang hahaha.”

Si kancil pun memakan ketimun dengan lahap hingga kenyang. Ketika ia memakan ketimun-ketimun segar itu ia mendengar suara bapak-bapak yang sedang mengatakan “Berhasil !!! Berhasil !!! Berhasil !!! Horee !!!!!”. si kancil pun terkaget-kaget hingga tersedak ketimun. Kancil pun segera mencari minum, dengan ekspresi marah karena terganggu oleh suara bapak-bapak itu ia pun mencari asal suara tersebut.

“sialan nih bapak-bapak, apaan coba pake teriak-teriak begitu. Gua kan jadi tersedak nih !”

Si kancil pun mengetahui asal dari suara itu. Asal suara itu ternyata dari jendela pak petani musuh bebuyutan si kancil. Ia pun mendekati jendela itu perlahan dan mengintip jendela tersebut. Ternyata oh ternyata suara itu berasal dari pak petani. “Buset nih petani ribut amat sampe kegirangan gitu nonton apaan sih ? hah ? Dora the explorer ? seru juga nih kayaknya.” Kata si kancil.

Pak petani dengan girangnya menonton Dora the explorer hingga tidak menyadari ladang miliknya habis di makan kancil. Dan kancil tersebut ada di jendelanya sedang mengintipnya. 1 jam pun berlalu hingga film selesai.

“Bagian mana yang kamu suka ?” kata Dora di tv.

“Bagian saat jalan di pinggir kali dan jatuh ke kali itu !!!” kata pak petani dengan muka bapak-bapak seram kegirangan.

“Aku juga suka bagian itu !!!” Dora menjawab.

Tidak Cuma pak petani yang kegirangan. Si kancil pun kegirangan bahkan hingga terinspirasi ingin berpetualang seperti Dora.”Wah seru juga berpetualang !!! Besok gua juga akan berpetualang !!!” dengan semangat si kancil mengatakannya. Malam pun tiba, si kancil pun sedang asik berkhayal-khayal menjadi petualang.”Besok aku akan berpetualang !!” kata si kancil. Kancil pun tertidur lelap. si kancil pun segera bersiap-siap untuk memulai petualangannya. Ia mengambil perlengkapan seperti tas, peta, dll.

“Sudah lengkap nih ! makan, minum, baju ganti, peta, dll. Tapi sepertinya masih ada yang kurang.” Si kancil pun melihat kea rah poster Dora nya di dinding dan seketika mengatakan “Aku butuh monyet !”. Ia pun bergegas segera ke tempat temannya yang kebetulan adalah seekor monyet. “Nyet ! woy nyet ! keluar dong !” si monyet pun keluar.”Apaan sih ncil, ganggu aja sih orang lagi tidur” si monyet menjawab dengan wajah terngantuk-ngantuk. “Ikut gue yok nyet!” si kancil berkata. “kemana ncil pagi-pagi gini ?” si monyet bertanya. Si kancil pun terdiam dan berpikir “iya juga ya, gua udah siap-siap dari tadi tapi belum tau mau kemana. hehehe” si kancil menjawab dengan tertawa kecil. “Yaelah ncil” si monyet berkata.

“oiya ncil denger-denger di ujung hutan sebelah utara sana ada pohon yang berbuah macam-macam buah” si monyet memberi usul kepada si kancil. ”Yang bener nyet ? boleh juga tuh!” kata si kancil “Ayo kita ke sana!!”. Si kancil dan si monyet pun segera bergegas ke arah utara untuk mencari dimana tempat yang ada banyak buah dan makanan itu. “kenapa lu ncil tiba-tiba pengen berpetualang gini ? jangan-jangan lu kesurupan hantu yang mati karena berpetualang ya !?” kata si monyet. “Enak aja lu gua nih terinspirasi dari film Dora the explorer tau !” si kancil menjawab. “ooo ternyata begitu” si monyet berkata sambil tertawa.

Sudah setengah perjalanan mereka di hadang oleh singa yang sedang kelaparan. “Aduh lapar banget nih perut dari kemaren belum makan.” Si singa mengeluh. Sesaat dia mengatakan itu si kancil dan si monyet pun lewat. “wah ada kancil tuh sepertinya nikmat pagi-pagi gini makan kancil hahaha” si singa pun bergegas sembunyi di dekat jebakannya dan menunggu kancil terjebak di jebakan tersebut. Ketika si kancil dan si monyet sedang asik bercerita, mereka terjatuh di dalam lubang jebakan singa dan singa pun langsung muncul di hadapan mereka. “Hahahaha… aku akan memakanmu kancil !” Singa berkata. “aduh tolong ! tolong kamii!” si kancil dan monyet berteriak. “percuma.. kalian tidak akan mendapatkan bantuan dari siapapun karena aku adalah raja hutan dan semua binatang takut padaku !” kata si singa. Si kancil pun terdiam dan segera memikirkan cara agar lolos dari singa itu.

“Aaaaaa !!! aaaa!!!! Aaaaaaaaa!!!!” monyet berteriak teriak ketakutan. “apaan sih lu nyet teriak-teriak ! siapa juga yang mau makan monyet !! lu tu bau, banyak bulu, gak enak banget dah.” Si singa berkata. Si monyet pun lega tapi juga merasa terhina. Si kancil pun langsung memiliki akal “nyet.. gua punya akal.. lu lempar tu singa lalu lari untuk mengulur waktu. Lagi pula lubang ini tidak terlalu dalam. gua akan menggali lubang ini hingga sangat dalam agar si singa terjatuh ke lubang ini dan gak bisa naik lagi. Jika selesai gua akan ngasih kode pake suara kambing” si kancil berbisik kepada si monyet. “boleh juga tu ncil… dia kan gk makan gua juga.. siip dah” si monyet juga berbisik kepada singa.

“apaan sih kalian ni bisik-bisik gitu !? mau coba kabur ya ?! gak akan bisa !” kata singa. “bukan begitu tuan singa.. saya hanya bilang ke monyet saya akan menyerahkan diri dan sebagai gantinya tuan melepaskan dia” si kancil bernegosiasi dengan singa. “Baiklah aku akan melepaskannya, lagi pula dia tidak berguna” si singa berkata. Saat monyet keluar dari lubang itu ia langsung melempar batu ke muka si singa dan singa pun marah besar “dasar monyet sialan!!! jangan lari kamu !!!” singa pun segera mengejar monyet tersebut. Dengan sigap si kancil menggali lubang tersebut lebih dalam lagi dan ia melompat keluar dari lubang tersebut. “untung saja lompat gua tinggi.” Si kancil berkata. Kancil pun menutupi lubang tersebut dan memberi monyet kode “mbeeeeeeeek… !!!!!”. “wah kancil sudah selesai.. aku harus bergegas ke tempat semula. Woy singa jelek, segini aja ya kekuatan si raja hutan !!!” monyet berkata. “sialan kau !” singa sangat emosi hingga lepas kendali dan berlari secepatnya mengejar si monyet. Si monyet pun kembali ke tempat dimana mereka di tangkap ia langsung melompat ke pohon dan bersembunyi. Si Singa berlari dengan cepat dan seketika terjatuh kedalam lubang yang di buat kancil.

“apa ini ?!” kata si singa. Si kancil dan si monyet pun keluar dan menertawakan si singa. “rasakan itu dasar singa jelek !!” kata si monyet dan si kancil. “grrrr… dasar kalian sialan !!!” singa berkata dengan marah. Si kancil dan si monyet pun meneruskan perjalanan mereka. Mereka berjalan dengan gagah karena sudah mengalahkan singa. “wah ncil lu pinter juga ya” si monyet memuji kancil. “Iya dong kancil gitu !” kata si kancil. “wah udah deket nih ncil kita tinggal ngelewatin sungai yang ada jembatannya dan…” si monyet pun seketika terdiam saat melihat kedepan. “kenapa lu nyet ? kok diem gitu ? eek lu ?” si kancil bertanya ke monyet. “ncil.. seharusnya kita tinggal ngelewatin jembatan tapi… jembatannya udah hancur..” si monyet berkata dan kecewa. “gimana nih udah hampir sampai padahal..” kata si monyet. “udah kita tidur aja dulu gua bawa tenda.. kita buat tenda di dekat pohon itu saja biar kita pikirkan sama-sama saja di dalam tenda. Hari juga sudah mulai gelap” kata si kancil. “baiklah..” si monyet menjawab dengan nada kecewa. “setelah buat tenda kita makan dulu lalu tidur” si kancil berkata.

Mereka pun tertidur lelap. Pagi pun datang mereka pun segera bangun dan bergegas ingin membangun rakit. Tetapi ketika mereka mendekati sungai tersebut banyak sekumpulan buaya yang sedang tidur di dekat sungai. “nciiil !! banyak buayaa !!” si monyet berteriak hingga membangunkan semua buaya tersebut. “Astaga nyet lu bego amat liat tuh mereka bangun !” kancil memarahi si monyet. “Siapa yang berani membangunkan kami !? dasar kurang ajar !” kata pemimpin buaya itu. “Tuan itu mereka yang membangunkan kita tuan !” anak buah buaya memberitahu pemimpinnya. Kancil dan monyet pun di kepung. “wah ada sarapan nih !” pemimpin buaya berkata. “Aaaaaaaa!!!!! Aaaaaaaaa!!!!!!!! Aaaaaaaa!!!!!” si monyet berteriak ketakutan. “Ngpain sih lu nyet teriak-teriak !? lu mau gua bunuh ! bukan gua makan ! lagian lu tu bau dan berbulu ! pasti lu gk enak!” pemimpin buaya berkata kepada monyet. Lagi-lagi monyet pun lega dan lagi-lagi merasa terhina. Si kancil pun langsung mendapat akal setelah mengingat suatu adegan yang terdapat pada film Dora dimana dora dibantu oleh buaya yang berbaris untuk menyebrangi sungai. “Tuan buaya,apakah anda dan anak buah anda sangat kompak ?” kancil bertanya kepada pemimpin buaya. “Tentu saja ! kami adalah kelompok buaya terkompak di sini !” Pemimpin buaya menjawab dengan tegas.

“bagaimana kalau saya beri tuan tantangan? Jika tuan kalah saya dan teman saya di bebaskan dan jika tuan menang tuan boleh memakan saya dan membunuh teman saya.” kancil berkata kepada buaya. “baiklah ! saya setuju ! cepat beritahu kami apa tantangannya !?”. “pertama saya akan menghitung kalian semua, dan kalian akan berenang bebas selama 20 detik. Setelah itu kalian berbaris dari sini sampai ujung sungai di seberang sana. Saya akan menghitung kembali. Jika kalian lengkap saya kalah dan jika kalian tidak lengkap tuan yang kalah.” Si kancil  berkata kepada pemimpin buaya. “Oke ! sangat mudah ! baiklah kalian semua kita akan memperlihatkan kekompakkan kita !” pemimpin buaya berkata kepada anak buahnya. Si kancil pun pura-pura menghitung para buaya. ”Satu.. Dua.. Tiga… Mulai!!!” si monyet memulai tantangan tersebut. Para buaya pun bergegas berenang bebas selama 20 detik. “oke waktu habis silahkan berbaris !” si kancil berteriak. Buaya-buaya itu pun berbaris dan si kancil dan monyet mulai menghitung. “hey.. hey.. sedang apa kau naik-naik badan kami kancil dan monyet ?” si pemimpin mulai curiga. “Saya ingin menghitung lebih jelas tuan agar saya tidak salah hitung..saya kan tidak pernah curang.. saya selalu sportif” kata si kancil. “Baiklah sekarang cepat hitung ! aku sudah lapar !” buaya membentak kancil. Kancil pun melompati satu persatu punggung buaya dan menghitung hingga ia sampai ke seberang sungai. “Tuan.. Anda menang.. anda berhak memakan kami..” si kancil berkata sambil tertawa. “hahaha sudah saya bilang kami kompak dan sekarang aku akan memakanmu !” buaya berkata. “kalian memang kompak dan kalian memang… BODOH!!” monyet dan kancil bergegas melarikan diri sesaat mereka meledek buaya tersebut. “ah sialan kalian ! dasar kancil dan monyet sialaaan !!!!” buaya kesal.

“hahahaha kancil lu memang sangat cerdas ! udah dua kali nih lu nyelamatin kita !” si monyet berkata dengan hati lega “sialan tuh buaya dan singa gua di kata-katain.. huh.. sakitnya tuh disini ncil” si monyet nunjuk ke dada. “hahahahaha makanya lu mandi ! cukur tu bulu-bulu lo biar rapi ! hahahaha” si kancil meledek si monyet. “sialan lu ncil !” si monyet berkata dengan nada kesal. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.

“Ncil kita udah sampai !” si monyet berteriak kegirangan. “iya nyet kita sampai ! gua seneng banget !” kata si kancil. Mereka pun mendekati pohon tersebut dan memetik salah satu buah di pohon itu. Ternyata bukan hanya ada mereka di sana. Banyak sekali binatang-binatang lain yang hidup di sekitar pohon berbuah beraneka macam itu. Mereka di sambut dengan hangat oleh penduduk sekitar situ dan mereka memutuskan untuk tinggal di sana selamanya. “wah nyet seru banget petualangan kita ya!” si kancil dengan hati yang senang. “iya ncil seru banget lain kali kita berpetualang lagi ya ncil !” monyet dengan semangat mengajak kancil untuk berpetualang lagi nanti. “Baiklah nyet ! saatnya kita bilang……… Berhasil!!! Berhasil!!! Berhasil!!! Hore !!!!” si kancil dan si monyet kegirangan. “Bagian mana yang kamu suka nyet ?” kata si kancil. “Bagian di saat aku melempar batu ke singa !” kata si monyet dengan nada gembira. “aku juga aku juga” si kancil berkata. Mereka pun hidup di sana selamanya. Dan tiba-tiba cahaya menghampiri si kancil. Cahaya tersebut semakin terang dan semakin terang dan akhirnya… Si kancil bangun dari tidurnya setelah ia berkhayal-khayal menjadi petualang.

(Kalau gk ngerti endingnya, setelah baca endingnya silahkan baca pada paragraph ke 6)

Lab Sekolah Yang Mengerikan

Cerpen Karya: Hani, Adenurfahliany, Lisa aprianti, Firya fakhirah, Sariana D.A, Alifya nuridzka – Email: hanipoenya@yahoo.com

Cerita ini berawal saat aku berusia 18 tahun dan masih menjadi siswa di SMK yang tidak begitu terkenal di Banjarmasin. aku mengambil jurusan komputer dan di sekolahku baru dibangun lab komputer untuk siswa, aku dan teman-teman ku pun sering ngumpul-ngumpul di lab komputer baru itu maklum kalau di warnet pakai internet bayar sedangkan di lab sekolah gratis hehehe. entah mengapa malam itu kami semua bosan main facebook, padahal tidak biasanya kami bosan main facebook maklum dulu anak gila facebook ckckck. nah malam itu ternyata malam jum’at kami semua tidak sadar dan teman saya bernama ZAKY dia mau pulang karena sudah mulai bosan facebookan.
“broo.. gue pulang yah, soalnya bosen main facebook aja mana cewek di obrolannya pada enggak ada lagi!”
“wah.. lu nggak setia kawan lo, masa jam segini pulang banci aja pulang pagi hahaha”
Pada saat itu waktu menunjukan pukul 10.00 malam.
“iya deh gua enggak pulang, tapi kita ngapain nie biar seru.. hehehe”
“bro soob semuaa kita main jelangkung yuk, iseng” aja hehehe sambil cari keringat hahahaha”
“gkgkgkg… elooo kalau mau cari keringat keliling aja sekolahan ini sendiri 10 kali pasti lo keringetan hahaha, alesan aja lo cari keringat tapi bener juga sih seru juga tuh. soalnya kalau di film film sekali main jelangkung langsung keluar hantu yang kita mau”
“yang kita mau elo bilang, emang aladin elo gosok bisa keluar apa yang kita mau. hahahah gosok aja pantat lu nanti keluar kentut lo karena itu yang elo mau gkgkgkgk”
Kami semua pun ketawa, dan beberapa saat kemudian kami pun mencari perabotan seperti sapu dan lain lain untuk membuat boneka jelangkung, kami berlima pun membuat lingkaran dan sesaat teman saya mematikan lampunya.

“brrooo, jangan dimatiin lampunya nanti kalau hantunya dateng kita kaburnya gimana?, nanti pas lari lo kejedot tembok mau? hahahha.”
“hahaha iya yah, tapi enggak seru ah kalau lampunya nyala”
“oke deh matiin aj lampunya”

Dan kami pun membaca mantra seperti ada di TV, dan sesaat teman saya yang bernama zaky gemetar-gemetar dan ternyata lampu di ruangan lab sekolah nyala dan mati sendiri. Dan sesaat teman ku tergelepak, dan kami pun langsung menyalakan lampu ruangan. Kami pun takut dan langsung membangunkan teman saya Zaky.
“ehh, zakk lo enggak kenapa-kenapa kan?, ehh bangunn lo”.
Dan sesaat teman saya bangun matanya sayu, mulutnya berkata “gue udah laper banget bro sampai-sampai gemeteran tadi” hahaha kami semua tertawa. “Wahh lo sialan ngerjain kami ya, gue kira lo kesurupan ternyata kelaperan. Gkgkgkgk”
“Ya udahh kita beli makan yuk teman”

Teman gue berdua beli makanan tinggal saya, zaky dan fadli yang main facebook. Entah kenapa perut saya mulai mules pengen BAB (buang air besar), si fadli lagi asyik main facebook enggak enak ganggu akhirnya saya minta temenin si zaky yang lagi bengong liat fadli facebookan sama cewek.
“Ehh.. Zak temenin gue donk ke WC, bentar aja”
“oke deh gue juga pengen pipis, bro gue tinggal dulu ya sama topan ke WC” sambil menepuk pundak fadli.

Kami pun berjalan menelusuri lorong-lorong sekolahan, suhu yang dingin, suasana gelap dan mengerikan pun mulai terasa, entah kenapa kami berdua menjadi diam tidak saling ngobrol mungkin menghayati keadaan yang mengerikan.
“ehh broo elo merasa ngeri nggak, mana gelap lagi”
“iya nih bro, padahal ini sekolah kita sendiri dan sering kita lalu lalang tiap hari disini kok sekarang serem yah”

Akhirnya kami sampai juga setelah menelusuri lorong kelas yang biasanya kami lari-lari, sekarang terlihat seperti di depan wahana rumah hantu. Sesampainya di wc saya pun langsung masuk untuk membuang isi perut saya dan zaky juga kencing di wc sebelah. Saking takutnya saya sampai-sampai kalau keluar wc minta barengan sama zaky.

Pada saat kami keluar temen saya zaky melihat ada kain putih dari seberang wc sekolahan kami yang masih hutan dan zaky pun menegur saya.
“pan apaan tu, kaya kain putih deket pohon itu.”
“ahhh itu paling baju si amang (penjaga sekolah), tapi kok di taruh disitu yah?”
“nah makanya gue juga bingung, kita samperin yuks!”
“enggak ah kita langsung ke lab aja yuk kasian fadli sendirian (padahal saya takut dan mungkin si fadli juga lagi asyik facebookan sama si Diana anak kelas Ii yang bohay), “
“kita sampaerin aja sebentar, gue penasaran”

Entah kenapa dari jauh kain putih itu seperti kain yang tersangkut di kayu, setelah kami mendekat ada suara cewek gitu Cuma pelaan banget. Kami pun semakin mendekat setelah kami sangat dekat tinggal 5 langkah, ehhh kain itu berbalik dan ternyata “KUNTILANAK lagi Menimang anaknya” pokoknya seremm banget mukanya putih pucat dan garis matanya yang hitam seperti marah dan matanya melotot ke kami” saya dan zaky pun langsung kabur, enggak tau apapun yang kami injek padahal lapangan di sekolah kami lagi becek bekas hujan magrib. Anehnya saya udah lari sekencang mungkin tapi seperti lambat sekali dan kami seperti jauh sekali untuk kembali ke lab padahal jarak dari lab tidak jauh.

Saya merasa lemas dan badan saya terasa layu dan akhirnya kami sampai di depan pintu lab setelah saya menengok ke arah hutan depan WC kuntilanak itu sudah tidak ada, saya langsung masuk dan rebahan di lantai sambil terengah-engah nafas saya seperti mau habis.
“eh lo berdua kenapa? Ketakutan ya jadi lari kan”
“enggak lah ngapain gue takut orang Cuma deket aja, kami tadi coba lomba lari bro siapa yang paling cepet di antara kami hehehe”

Setelah beberapa saat teman teman saya datang bawa makanan, dan entah kenapa teman teman saya yang beli makanan cepet cepet masuk ke lab seperti habis nyolong makanan aja.
“ehhh lo berdua ngapain lari” kaya habis nyolong makanan aja, ah jangan-jangan makanan ini nyolong yah”
“enak aja lo gue beli nie makanan, eh bro tadi pas kami mau masuk gerbang sekolah terbuka sendiri pas kami masuk ternyata ada pocong di pos deket gerbang. Gue langsung tancap gas, nah makanya gue cepet-cepet masuk takut gue kalau pocongnya ngikut di belakang”
“hahaha kalau pocongnya ikut lo bawa aja ke perempatan lampu merah nanti lo ditilang sama pak polisi, gkgkgkgk kalau polisi nanya kenapa pakai motor bertiga karena kalau berempa enggak muat pak ckckck”
Si fadli malah menertawakan teman saya seolah-olah cerita teman saya itu Cuma rekayasa padahal saya yakin itu benar, kami pun makan bersama sama sambil merasa ketakutan.

Kami berlima pun berniat begadang sampai pagi karena takut kalau tidur nanti hantunya muncul tiba tiba lagi, hari menunjukan jam jam malam gue liat teman gue bertiga sudah tidur tinggal gue dan fadli yang masih main komputer, si fadli main komputer sambil ketawa ketawa gue tanya aja kenapa?
“ini si diana ketakutan di kamar katanya suasana kamarnya terasa panas, gue tekutin aja dia biar dia enggak bisa tidur. Hahaha”
“waduuhh parah lo!, kasian tuh anak orang enggak bisa tidur”
“biarin aja, kan dia yang ketakutan bukan gue. hehehe”
Saya pun kembali ke komputer saya tidak terasa jam sudah menunjukan setengah tiga

Lelaki Misterius

Cerpen Karya : Aji Laras Sastaviana-xap1smkn1samarinda

pacaranAlarm membangunkan dari tidurku yang sangat pulas semalam. Kubuka mata dan mencoba untuk bangkit dari tempat tidurku. Rasanya masih ngantuk, jika kuturuti mau aku tidur lagi. Namun aku segera berdiri dengan semangat sambil menatap jendela yang ditutupi oleh segar embun pagi.

Seperti biasa aku menjalani aktivitasku sehari-hari sebagai anak sekolahan. Aku bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, aduh ternyata hari sudah siang, ternyata tadi kelamaan menatap jendela menikmati embun yang mulai memudar. Padahal ini jam pelajaran pak guru Valah, guru killer yang suka masuk kelas di jam pertama sebelum bel pelajaran berbunyi. Wah bisa-bisa aku dihukum nanti jika terlambat, aku disuruh memunguti sampah-sampah yang berserakan di halaman sekolah. Ih dasar, anak-anak sekolah itu suka membuang sampah sembarangan, jadi menjadi tugas murid yang terlambat untuk memunguti.

Pagi ini aku mandi bebek, pokoknya cepat deh dan sarapan sisa roti bakar yang kemarin aku beli dari tenant burgerone Samarinda. Tancap gas motorku untuk memulai menuntut ilmu, untung jalanan pagi ini tidak begitu macet dan benar dugaanku pak guru Valah sudah mulai bergegas masuk kelas. Aku dan teman-teman berlarian ke kelas mendahului pak guru Valah.
“Wuuih, guru satu ini memang lebay, masak belum bel sudah mau masuk kelas?”, gerutu Novi sambil berlari ke kelas.
“Biarin, napa?”, aku menimpali sekalian membela pak guru Valah yang katanya guru killer tapi aku malah suka.
“Eh keset dulu, jangan nyelonong gitu”, teriak Azizah petugas piket hari ini pada teman-teman.

Syukurlah aku sampai di kelas dengan selamat dan ngos-ngosan tentunya, aku menunggu guru Valah yang mengajar masuk ke kelasku. Dengan wajah garang tapi macho guruku memasuki kelas. Setelah kami berdo’a, pak guru mulai nyerocos akan materi olah raga yang akan kita praktikkan pagi ini.
“Baiklah anak-anak, semua sudah siap. Semua sudah berpakaian orah raga. Sekarang semua turun ke lapangan!”, teriak pak guru Valah. Pak guru menyuruh kami untuk pergi ke lapangan untuk melakukan pemanasan sebelum praktek olahraga.

Dilapangan kami melakukan pemanasan dengan berlari-lari kecil mengitari lapangan. Namun di saat aku berlari aku seperti melihat seorang pemuda, awalnya biasa saja. Tapi ketika berputar lagi aku sempat melirik pemuda itu yang yang berperawakan tinggi, memiliki hidung yang sangat mancung. Berputar lagi aku sempatkan meliriknya dan berpikir siapa pemuda yang sedang melamun di bawah rindangnya pohon beringin. Aku tercengang melihat pemuda itu. Rasa-rasanya bukan murid sekolah ini, aku baru melihat pagi ini, aku bingung melihat pemuda itu, misterius. Aku berkata di dalam hati “Ngapain ya tu orang kok melamun di bawah pohon sendirian?”
“eh siapa pemuda itu, cakep juga”, bisik Irma padaku
“Iya, boleh juga tuh!”, teriak Sinta

Rupanya tidak aku saja yang memperhatikan pemuda itu, tapi teman-temanku wanita juga memandangi pemuda itu. Lumayan sih pemuda itu, menurutku cakep, mungkin juga teman-temanku juga berpikiran sama denganku.  Buktinya mereka pada suka memandangi pemuda itu, tapi yang dipandang malah cuek dan tidak merasa. Tapi  menurutku lebih cakep jika tidak murung seperti sekarang.

Pada waktu jam pelajaran olah raga pak guru Valah ini konsentrasiku tidak fokus, kenapa aku kepikiran dengan pemuda yang cakep menurutku. Murid pindahankah atau pemuda sekitar kampung di sekolah ini?. Diam-diam hari ini aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk melihatnya dari kejauhan ketika pelajaran olah raga. Untungya kali ini pak guru Valah kurang perhatian kepada kami-kami semua, sehingga killernya tidak muncul. Bahkan pak guru Valah juga tidak menegur pemuda itu, seperti yang biasa dilakukan oleh guru-guru jika ada murid yang berada di luar kelas pasti ditanya macam-macam seperti : “ini jamnya siapa kok Kamu di luar kelas?, atau mengapa Kamu ada di luar kelas pada ini jam masuk pelajaran?”, atau bahkan dimarahin dan ujung-ujung di hukum memunguti sampah atau menyapu halaman sekolah yang masih kotor.

Aku sempatkan untuk membuat hipotesa pada pemuda yang tatapan matanya kosong, dahinya sering dikernyitkan dan cuek pada gadis-gadis yang sedang memperhatikan, oke hipotesaku : “diduga pemuda itu sedang memikirkan suatu masalah yang tidak bisa ia selesaikan sendiri”.

Akhirnya selesai juga jam pelajaran olah raga yang seharusnya menyenangkan,  tapi tidak membuatku konsen dan tidak membuatku merasa capek. Kamipun bergegas kembali ke kelas untuk mengganti pakaian olahraga dan ada jeda waktu 15 menit untuk istirahat agar nanti masuk kelas bisa fresh lagi dalam mengikuti pelajaran berikutnya.

Aku pergi ke kantin sekolah mau beli minum dan sarapan burger kesukaanku, ya burger spesial ala burgerone Samarinda. Kami juga berlarian untuk menyerbu burgerone agar dapat segera dilayani. Maklum burgerone Samarinda memang selalu penuh pembeli sehingga selalu antri untuk mendapatknya.

Karena tergesa-gesa tanpa sengaja aku ditrabrak, tepatnya  aku yang menabrak seseorang. Oh yang kutabrak pemuda yang tadi melamun di bawah pohon beringin yang rindang.
“Maaf, ya!”, kataku sambil menatap pemuda yang cakep itu,  oh so sweet dia memang cakep.
Pemuda itu berhenti, diam saja. Tidak ada respon atau basa-basi misalnya dengan kata:  “ya tidak apa, lain kali jangan tergesa-gesa ya”. Dia cuma diam dengan muka merunduk melihat lantai keramik kantin sekolah. Kuberanikan diri menatap wajah pemuda yang kelihatan sedang bersedih itu. Semakin kutatap mukanya semakin merunduk tentu saja aku yang menatapnya semakin kebingungan, ada apa gerangan?.
“Eee, murid baru ya?”, tanyaku.
Tapi pemuda itu tetap tidak ada respon sama sekali, dia malah ngeloyor pergi. Ini semakin membuatku penasaran, pemuda itu kelas berapa?. Kok aku baru melihatnya?, Kelasnya di mana?.

Daripada penasaran seperti ini aku putuskan untuk mulai mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuan pemuda itu. Lho aneh, ternyata kelas pemuda itu di depan gedung kelasku. Ternyata memang dia murid pindahan dari sekolah lain di kotaku juga, pantesan aku baru melihatnya.

****

Alarm membangunkan dari tidurku yang sangat pulas semalam. Kubuka mata dan mencoba untuk bangkit dari tempat tidurku. Rasanya masih ngantuk, jika kuturuti rasanya mau aku tidur lagi. Namun aku segera berdiri dengan semangat sambil menatap jendela yang ditutupi oleh segarnya embun pagi.

Seperti biasa aku menjalani aktivitasku sehari-hari sebagai anak sekolahan. Di sekolah aku bertemu lagi dengan pemuda itu. Aneh, kali ini aku melihat wajahnya tidak kelihatan bersedih. Kok cepet betul perubahannya, kemarin kelihatan sedih, murung dan cuek, tapi sekarang kok seperti pemuda-pemuda lainnya, ketawa, bergurau. Pokoknya wajahnya seperti kebanyakan pemuda Indonesia, ceria. Ini juga membuatku semakin penasaran tentang siapa dirinya.

Aku memutuskan untuk mencari tahu tentang keberadaannya. Aku diam-diam dan hati-hati agar tidak dicurigai mencoba untuk melakukan ivestigasi. Teman-teman yang dekat dengan pemuda itu mulai ku wawancarai satu persatu. Seperti Yunus teman pemuda itu ketika sedang jalan sendirian ketika kami pulang sekolah, aku hampiri.
“Yunus tunggu dong?”, teriakku padanya
“Eh Aji ada apa?”, jawab Yunus
“Eh, boleh nanya nggak aku?”
“Tanya apa?”
“Itu, tuh teman sekelasmu yang baru itu …”
“Siapa?, Ari maksudmu, Ari Gunawan?”
“Bukan, yang baru pindahan itu?”
“Oh dia, kenapa … naksir ya?
“Eh ngaco aja kamu itu. Dia pindahan dari mana?
“Oh dia, yang aku tahu pindahan dari SMA Negeri 30, kenapa ndak boleh?
“Enggak, nanya aja kok. Kenapa dari SMA Negeri 30 kok pindah ke sekolah kita. Kan SMA Negeri 30 lebih bagus daripada sekolah kita?
“Mana aku tahu, itu urusan dia kali?, jawab Yunus sambil jalan.
“Yunus, tunggu napa. Kan cuma tanya saja. Situ kan temannya, maksudku alasannya apa kok pindah ke sini?”

“Aji …, dia tuh tukang ribut dikelas, dan playboy. Dia tuh dikeluarkan dari sekolah … eh salah di suruh pindah dari sekolah, nggak tahu di keluarkan atau di pindahkan, gara-gara kelahi sama teman sekolahnya yang dulu. Sudah ah, itu mah urusan orang, aku cabut dulu ya Ji?.

Aku terkejut mendengar informasi tentang dirinya dari teman-teman. Sebenarnya dia anak orang kaya, kalau ke sekolah selalu membawa mobil sendiri. Tapi dia suka bikin onar, berandal kali. Dia juga suka gonta-ganti pacar. Iya sih, dia itu memang cakep, tinggi, hidungnya mancung seperti mulut burung betet, kaya lagi, kira-kira gadis mana yang tidak tertarik sama dia. Playboy?, ih bencinya aku kalau melihat laki-laki yang suka gonta-ganti pacar. Sungguh aku benci dengan kata playboy.

Teman-teman gadis di sekolah rupa-rupa mulai naksir dengan pemuda itu. Aku juga, semakin hari perasaan ini semakin berubah dari penasaran menjadi suka. Ternyata aku juga termasuk salah seorang yang menyukai pemuda itu. Semua itu berawal dari melihatnya dari kejauhan di lapangan. Aku pun menjadi bingung : “mengapa semua ini bisa terjadi?. Apa aku salah menyukai seseorang yang seperti itu?”, kalimat itu sempat terlintas di pikiranku.

Secara tidak sengaja ketika aku sedang menikmati roti abon ala burgerone, pemuda itu duduk di depanku. Tidak menyangka aku semeja dengannya, rupanya selera kita sama, dia juga sedang membawa makan dan minum sama dengan yang aku pesan.
“Ikut duduk ya ?”, tanyanya dengan senyum ramah
“Silahkan”, jawabku.
Aku tersenyum lebar ketika bertemu pandang dengan seorang pemuda yang sedang duduk di depanku. Ia malah bingung melihatku tersenyum seperti itu di depannya. Suasana pun semakin rumit. Mungkin ia tahu aku memiliki perasaan pada dirinya. Aku pun sempat bingung dengan suasana tersebut. Tak lama kami pun berkenalan dan bercerita tentang diri kami satu sama lain.
“Namaku Aji kelas 12IPA3, nama kamu siapa?”, aku mulai mencairkan suasana
“Hmm, Aji ya, sebuah nama yang bagus. Hmm kok selera kita sama ya?”, jawab dia dengan pandangan mata aneh seolah-olah mau melahap ke seluruh tubuhku.

Yang jelas dengan sering ketemu di sekolah dan selera makan di kantin yang sama membuat hubungan kami semakin dekat. Sebenarnya ini membuat diriku merasa kurang nyaman dengan dirinya, aku merasa ada yang aneh dengan hubungan ini. Ini bisa dibilang bahwa aku dan dia saling jatuh cinta, maka aku pacaran dengan pemuda itu. Aku bangga ternyata dari sekian gadis di sekolahku, pemuda itu memilih aku.

Hubunganku dengan pemuda itu sungguh indah. Dia selalu suka memuji kecantikaanku, suaraku, baju yang ku kenakan, penampilanku dan kerinduannya jika tidak bertemu seharipuan denganku. Selalu ada kejutan hadiah darinya jika kita jalan-jalan ke Mall. Bahkan kemarin aku diajak ke Big Mall Samarinda dan makan di restoran sambil menghadap sungai Mahakam. Ini kejutan yang luar biasa, aku diberinya cincin dengan mata batu akik bermata shafir. Sambil membisikkan kata ”Aji, aku sayang kamu?”. Sungguh ini membuatku menjadi melambung, membuatku terbuai dan terhanyut dalam dunia asmara, padahal kata-kata ini setiap hari diucapkannya.
“Aku juga sayang Kamu!”, jawabku dengan penuh perasaan. Aku bahkan mulai memimpikan kelak mau jadi ibu dari seorang pemuda yang sedang di depanku. Aku mau melahirkan anak-anak yang wajahnya mirip dengannya.

***

Umur pacaran ini belum ada tiga bulan, ketika aku  melihat dirinya dengan wanita yang memiliki rambut yang bergelombang sedang duduk berdua di bawah pohon beringin yang rindang. Peristiwa ini seperti ketika pertama kali aku melihat dirinya dari kejauhan. Namun dulu ia sendirin dan sedang melamun, sekarang dia berduaan dan sedang ceria. Aku kaget setengah mati dan takjub dengan semua ini. Kok bisa-bisanya pemuda itu berbicara dengan wanita yang memiliki rambut yang bergelombang itu, akrab sekali. Tangannya saling memegang dan saling remas, rambut wanita dibelainya dan canda rianya menunjukkan suatu kemesraan, menjijikkan.

Bahkan ia melihatku yang juga aku sedang melihat kemesraan mereka di bawah pohon beringin yang rindang.  Ia terlihat sedang berbisik pada wanita itu, lalu keduanya sama-sama melihatku dan melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum. Ini membuatku mual dan menyesakkan dada. Ada perasaan sesak, dongkol, marah, benci dan jijik. Air mataku mengalir deras, sebelum diketahui teman-teman maka aku bergegas pergi dari tempat itu. Aku pulang sekolah sebelum bel pelajaran terakhir berbunyi, masa bodoh.

Sampai dirumah aku langsung bergegas masuk kamar, kubanting pintu kamar, lalu ku kunci. Ditempat tidur aku langsung jatuh untuk menangis sekeras-kerasnya. Agar tidak terdengar orang di rumah ku tutup bantal di mukaku.
“Dasar pemuda hidung belang, belum genap tiga bulan saja sudah ganti baru?, apalagi kalau setahun, berapa kali ganti!”, umpatku.

Sambil mengurai air mata aku kemudian bangkit, berdiri di depan kaca dan berkata: “apakah aku salah menyukai seseorang?. Apakah aku salah memberikan senyumanku di depannya?”.

Benar juga hubungan ini membuat diriku merasa kurang nyaman, aku merasa ada yang aneh dengan hubunganku dengan dirinya Namun kesadaran yang terlambat harus segera dipulihkan. Aku menerima semua kenyataan yang terjadi. Aku menganggap semua itu hanya pelajaran bagiku. Pelajaran anak sekolah yang sedang belajar bagaimana cara menjalin hubungan antara wanita dengan lelaki. Sudah kudapat dua pelajaran saat ini bahwa : pertama lelaki adalah misteri dan kedua lelaki adalah angin.

Life Must Go On

By: Nurul Darmayanti – mantan siswa pariwisata smkn1samarinda, wanita karir dan ibu rumah tangga

This story is tells us about: A young girl, she is 16 years old now. She is a lonely girl, even she has many friends, all her friends love her. But this girl just likes another girl, she wants to have a true love too. She is very kind, sweet, energic and sometimes she likes angry …!. But that just at school, at home, she can’t do anything, she doesn,t have friends at home, so …, she just stays alone in her badroom. OK…!. The name of this girl is Yasmine, we can call her Yessi. Two years ago, she ever loved someone, but that boy was died, because he had drunk of ‘marijuana’. Actually Agung (the name of that boy) loved Yessi too, but Yessi didn’t know about that. Yessi cried alone in the dark, she always remember the time when Agung is singing, laughing, and bothering other people. Agung can make Yessi feel happy, sad, worry and etc. You know that I love you Gung?, but you always make me upset with your smile, talk, and everything yours done to me, but you always make me think of you, me too, but now…?. Who will make me feels like that again, Gung!!. I always miss you and remember you gung!. Because I love yuu. And then Yessi takes a letter, that letter is from Agung, Agung’s friends gave that letter a day before Agung’s death. The contents of thet letter is :

Hi Yessi, I hope you still like me. I know you hope me to stop using that drugs!. I tried Yessi, when I wrote this letter I ful so cold, because I’m still in try!. I want to change my life for you. You know Yess, when I write this letter I feel so cold, because I’m still in try!. I want to change my life for you. You know Yess? Maybe as long as this time you think I just play your heart,

If I never want to talk with you because I don’t want you to be like me and my area!. You are my motivation to change my life. I love you Yess, and I hope you’ll get a better boy than me.
                                                                                                                                         Agung Sri Kapoor Barush

Yessi just crying, and then she says: “You are the first and the last to me Gung, noone can change your position in my heart”.

Two years later, situation in vocational high school. Yessi never changes, she still sweet, energic, and she still loves Agung. At school, many boys want to be her boyfriend, but she doesn’t want to have special relationship with another boys except Agung. There is a boy who always care of her as if he falls in love her, the name of that boy is Indra. He is a nice guy and his love to Yessi is honest.
In the Canteen. Yessi and her friends sit and drink some ice tea, because the canteen is very-very full (except beside Yessi’s chair) and Indra said : “may I sit here, girl?”.
Yessi : “yes, please sit down!”.
Indra : “thank you”. And then he asked : “are you Yasmine, who’s smart in English?”
Yessi : “No, I’m not very smart, just usuall, and call me just Yessi, please!”

***

Day after day, time pass away …., Indra and Yessi are closer, but Yessi thinks this relationship only a friendship, not more, even she knows that she falls in love, to Indra, but she doesn’t hope much with Indra, because she believes thar her love just for Agung.
One day Indra says to Yessi that he wants to talk something with Yessi, just both.
Indra : Yessi, what do you think about love?
Yessi : I think love is like heart, because my heart is just one, I’ll give it just for one pearson
Indra : Even that people was die?
Yessi : (very surprise) what …, what do you mean?
Indra : Guess you know what I means Yess, I know everything about you, Yess. you can’t loves someone if that person was die Yess! You can’t do that, you still alive and your life still go on, your life is not permanent. Think about it, Yess!

just want you to open your heart to another boys, because the man who’s standing in front of you now is loving you!!. Yo know that? I love you!!
Yessi : (Shock) …, no, you lie to me.., you don’t love me, you just feel pity to me …
Indra : Give me the reason …, why I must feel pity to you, I know you are a strong girl, and I’m sure you don’t need any pity. You should know, this love is pure, real and so deep.
Yessi : But …
Indra : Sssst.., now I ask you, do you want to be my girlfriend?. I know it’s hard for you, but please give me a chance to show you how deep I love you

And then Yessy smiles, she comes to Indra and they hug each other very tight. They are ready to pass everything in front of them with smile and love (*).

Misteri 10AP3

Oleh: Ine Febriyanti Gemi, Arni Tri Agustina, Kholifahtul Arifin, Syarifah Hinduan-xap1smkn1samarinda

 

Lulus dari SMP Muhammadiyah 1 Samarinda adalah harapanku dulu yang sudah tercapai saat ini. Aku bersyukur karena NEM UN ku sangat memuaskan. Sekarang aku sedang berkhayal bagaimana diriku saat memakai seragam putih abu-abu, memasuki kelas baru, teman-teman baru, dan bersiap mendapatkan inspirasi untuk tulisanku yang selanjutnya. Namun, hal itu adalah mustahil. Kedua orangtua ku mengharuskan aku memasuki sekolah kejuruan yang terkenal di Kalimantan. Borneo Vocational High School. Ya, dilihat dari namanya sangat jelas sekolah ini adalah sekolah favorit di Kalimantan. Tapi hal itu tidak penting bagiku. Bagaimana tidak, sekolah dengan akreditasi A memiliki banyak siswa yang tak tahu sopan santun dan tata tertib. Itulah salah satu alasan mengapa aku lebih memilih SMA yang biasa-biasa saja daripada sekolah ini.
“Vela, ayo cepat! Sebentar lagi pendaftaran akan dibuka.” Kata Ayah memerintahku.
Hari ini aku harus pergi mendaftar ke sekolah baruku. Aku bingung, mengapa dipagi yang sangat cerah ini aku harus menerima kenyataan pahit bahwa aku tidak bisa sekolah ditempat yang aku inginkan. Tapi apa daya, keputusan orang tua ku mutlak adanya.
“Iya, Pa. Vela pakai sepatu dulu.” jawabku lirih.

Saat tiba disana, aku sangat terkejut melihat panjangnya antrian pendaftaran. Aku merasa heran mengapa banyak sekali orang memilih sekolah ini.
“Apa mereka gila? Sekolah nggak bermutu kayak gini ternyata banyak banget muridnya!” , kataku dalam hati.
Karena datang terlambat, aku mendapatkan nomor pendaftaran yang sangat jauh. Aku harus bersiap-siap bosan menunggu. Meskipun sangat lama akhirnya namaku dipanggil juga. Aku masuk ke ruang pendaftaran dengan wajah kusut yang menandakan ketidaksukaan ku pada sekolah ini. Berkat nilai NEM ku yang memuaskan, aku harus menerima kesialan. Aku berhasil diterima di sekolah favorit ini.

***

Hari ini adalah hari pertama MOPDB (Masa Orientasi Peserta Disik Baru). Aku mengawali dengan rasa bosan stadium akhir. Aku bertekad untuk tidak mau mengenal siapapun di sini. Kecuali guru, penjaga sekolah, dan teman sebangku ku agar mereka bisa membantuku saat aku dalam kesulitan. MOPDB yang sangat membosankan dan menjengkelkan. Bagaimana tidak, salah sedikit kami para peserta akan menerima tausiah gratis dari para kakak kelas yang berlagak sok galak itu. Sebut saja mereka KTB (ketertiban). Memakai blezer hitam, berjalan mondar-mandir, mengawasi kami jika melanggar peraturan, dan tentunya memarahi kami tanpa alasan yang jelas.
“Lepas sepatumu!”, kata salah satu KTB kepada ku. Aku merasa heran mengapa ia menyuruhku melepas sepatu Skate ku yang mahal ini. Padahal sepatu ini sama sekali tidak melanggar aturan.
“Kenapa harus dilepas? . Bukannya sepatu ini bertali?”, kataku dengan nada kesal.
“Kamu nggak baca peraturan disini?. Sepatu harus berwarna hitam polos dan bertali!. Lihat sepatumu!.  Apa warnanya?!”, katanya dengan nada yang galak.
“Ini. Ambil aja. Aku masih punya banyak dirumah”, kataku sambil melepas sepasang sepatuku dan memberikannya kepada KTB menyebalkan itu.
Aku terpaksa merelakan sepatu skateku yang mahal diambil oleh KTB. Aku sudah bertekad untuk tidak akan mengenal mereka semua. Dengan menyerahkan sepatu itu, aku tidak akan dapat masalah. Dengan tidak ada masalah, aku tidak akan mengenal mereka.

***

Akhirnya MOPDB yang membosankan itu berakhir juga. Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah dengan mengenakan seragam baru. Seragam baru, hari baru. Begitulah anak-anak di sini menyebutnya. Tetapi tidak bagiku. “Awal dari kebosanan dengan seragam hitam putih mirip dengan pakaian para artis Korea saat berperan menjadi anak SMA.” Ucapku dalam hati.

Sekarang waktunya aku memasuki kelas baruku. X AP3. Salah satu kelas terburuk yang pernah aku tempati. Memang, kelasnya bagus, rapi, bersih, dan berfasilitas lengkap. Hanya saja yang buruk disini bukan kondisi kelasnya. Melainkan para penghuninya. Aku menemukan berbagai macam spesies disini. Mulai dari yang lebay, remponk, alay, pendiam, penakut, cengeng, dan sombong. Aku merasa benar-benar tertimpa oleh musibah.
“Hai. Boleh kenalan nggak?”, kata seseorang disampingku.
Aku kaget dan kemudian menatapnya dengan bingung.
“Hallo. Kok mukamu bingung gitu sih?. Aku boleh nggak duduk disini?”, katanya lagi sambil memohon kepadaku. Aku berpikir sejenak. Apakah dia yang akan menjadi teman sebangkuku nanti?. Apakah benar-benar dia?. Seorang gadis dengan style norak seperti ingin pergi shopping, aku terus berpikir bagaimana dia nantinya bisa beradaptasi dengan seorang sepertiku. Tapi apa boleh buat, aku tidak punya siapa-siapa disini. Aku harus kenal dengannya. Agar dia bisa dimanfaatkan membantuku mengerjakan tugas.
“Emm… hai juga!. Duduk aja nggak papa”, kataku gugup.
“Thank’s ya. Btw, nama kamu siapa?”, katanya dengan ramah sambil menjulurkan tangan.
“Aku Novela“, jawabku singkat dan menerima salamnya.
“Aku Tania Agatha. Kamu bisa panggil aku Ata. Nama kamu pendek banget”
“Sebenarnya nama panjang aku Novela Riyanti. Tapi kamu cukup panggil aku Vela aja ya”, kataku.
“Okey”, jawabnya singkat.

Semakin hari aku dan Ata semakin akrab. Kemana saja kami selalu berdua. Mulai dari berangkat sekolah, mengerjakan tugas, ke kantin, perpustakaan, sampai-sampai dihukum pun tetap bersama-sama. Aku merasa sudah menemukan teman baru yang sangat berbeda sifatnya dengan ku. Aku yang cuek dan pendiam sedangkan dia yang ramah namun sedikit lebay.

***

Para guru-guru killer sudah mulai memberi tugas kepada kami. Hari ini adalah mata pelajaran Bahasa Inggris. Tentu saja Bu Sri Harjanti masuk. Tiada kata FREE saat pelajaran ini. Bu Sri memberi kami tugas kelompok. Huufftt…. Aku benci tugas kelompok. Dengan berkelompok aku pasti akan banyak ngobrol dengan mereka. Aku pasti akan tahu nama mereka dan pastinya aku akan kenal mereka. Beruntung karena aku masih satu kelompok dengan Ata. Hanya saja kami harus bergabung dengan dua orang yang duduk di pojok paling belakang.
“Anak-anak!, Silahkan bergabung dengan kelompok kalian masing-masing. Kerjakan halaman 207 dan cari jawabannya di Internet. Hari ini juga harus dikumpulkan”, kata Bu Sri memerintah.

Aku dan Ata segera ke belakang untuk bergabung dengan kelompok kami. Satu kelompok dengan seseorang yang penakut dan yang satunya lagi sangat pendiam dengan rambut panjang yang menurutku sangat indah.
“Ayo kita kerjakan soal ini!. Harus cepat ya, hari ini dikumpul”, kata Ata berlagak pintar.
Kami bertiga hanya mengangguk pelan. Maksudku bukan bertiga tapi hanya berdua. Si pendiam rambut panjang itu tidak merespon apa-apa. Sepertinya dia tuna rungu. Sudahlah, untuk apa aku memikirkan dia. Kelas pun hening. Tidak seperti biasanya hening begini. Mungkin karena ada Bu Sri mereka semua menjadi pendiam. Tiba-tiba.
“Braak…”, Ata terjatuh dari kursinya.
“Ata…Ata…Ta Bangun!”, aku berusaha membangunkannya dari pingsan. Aku panik. Tidak biasanya Ata sakit. Dia selalu sehat menurutku.
Satu kelas pun panik terutama aku dan Bu Sri. Kami berusaha membangunkannya. Syukur ia ternyata siuman. Tetapi aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya. Ia bangun tanpa merasa sakit. Aku pikir dia akan pusing karena kepalanya terbentur di lantai.
“Ta, kamu nggak papa?. Kamu harus ke UKS dulu. Badan kamu pasti masih lemah”, kataku sambil menarik lengannya. Karena dia teman sebangkuku aku harus baik padanya. Dia telah baik padaku. Entah apa yang membuatnya marah padaku. Ia tak menghiraukanku, bahkan melepaskan tanganku pada lengannya. Kemudian ia pergi ke belakang sekolah.
Karena curiga, aku dan teman-teman yang lain pun mengikutinya dari belakang. Ternyata Ata duduk di bawah pohon waru yang tinggi. Aku pun menghampirinya.
“Ta, ngapain kamu duduk di bawah pohon ini?. Ayo masuk kelas, Bu Sri nanti khawatir”, kataku peduli.
“Apaan sih?. Aku mau disini aja. Ini rumah aku!”, katanya membentakku.
Aku dan teman-teman lain pun kaget. Mengapa Ata bilang ini rumahnya?. Jangan-jangan Ata kesurupan. Aku bingung dan takut. Aku segera meyuruh Karin, teman sekelompok ku untuk memanggil para guru. Yah, kali ini aku membatalkan tekadku untuk tidak mengenal mereka. Disaat darurat seperti ini aku tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan kepada Karin. Untung saja Karin dengan senang hati membantu.

Para guru pun datang. Pak Falah, guru mata pelajaran Otomatisasi Perkantoran segera mengobati Ata. Beliau adalah salah satu orang yang dipercaya bisa menangani orang yang kesurupan.
“AAA… JANGAN GANGGU AKU! INI RUMAHKU!”, teriak Ata dengan nyaring.
Aku dan semua yang ada di situ kaget. Ternyata Ata benar-benar kesurupan. Aku benar-benar heran sekarang. Sekolah dengan standar internasional ternyata sangat menakutkan. Hal ini semakin membuatku semangat untuk keluar dari sini. Ata pingsan. Dia kemudian di bawa ke UKS. Dan akhirnya sadar. Aku bersyukur ia baik-baik saja.

***

Semenjak kejadian Ata, semakin banyak peristiwa-peristiwa aneh yang muncul. Mulai dari Vivi si alay yang jatuh dari tangga kelas, Vino yang jatuh dari kursi setelah memperbaiki kipas angin, 5 orang siswa yang sakit tiba-tiba setelah datang lebih awal ke kelas, dan kelas yang sangat berantakan padahal sebelumnya sudah dibersihkan oleh petugas piket. Yang paling parah adalah Karin terbaring di rumah sakit karena koma.Tidak jelas apa penyakitnya, tetapi ia mengeluh kepalanya sangat sakit dan akhirnya pingsan dan belum sadar selama 5 hari.

Aku sangat heran dan bingung. Ada apa dengan teman-teman ku?. Mungkin ini memang saatnya aku harus peduli satu sama lain.
“Ta, kenapa ya banyak banget cobaan buat kelas kita?”, kataku sambil menyeruput es teh di kantin sambil makan burger dari burgerone yang tersohor itu.
“Huufftt… Aku juga bingung Vel. Semenjak kejadian kesurupan itu, makin banyak hal-hal aneh yang terjadi di luar logika”, kata Ata serius.
Aku hanya mengangguk pelan. Memikirkan banyak nya hal-hal aneh yang pernah terjadi. Ata berbicara lagi,
“Vel”
“Apa?”, kataku bertanya.
“Kamu masih ingat nggak, waktu di UKS kamu bilang ke aku kalau teman sebangkunya Karin itu orangnya cuek?”, kata Ata dengan sedikit gugup.
“Iya aku ingat. Sumpah Ta, gadis pucat itu pelit banget. “Cuek lagi!”, kataku bersemangat.
Aku memang tidak suka dengan gadis berambut panjang itu. Saat Ata kesurupan, ia hanya di kelas duduk diam dan membaca buku yang tidak penting. Padahal satu kelas bahkan hampir satu sekolah menengok keadaan Ata. Gadis itu juga sangat cuek, aku pernah bertemu dan senyum padanya.Tapi ia hanya diam. Aku tidak pernah melihat wajahnya dengan jelas. Karena rambutnya sangat panjang dan lebat sehingga sedikit menutupi wajahnya.
Ata bertanya lagi dengan wajah yang takut, aku heran kenapa dia takut.
“Eemm. Vel, gimana sih ciri-ciri teman sebangku Karin?”,
Aku heran, apakah Ata tidak pernah melihatnya?. Atau Ata yang memang tidak pernah bertegur sapa dengannya?
“Loh, kamu nggak pernah liat orangnya ya?”, kataku kaget.
“Vel”, kata Ata semakin gugup.
“Ya, kenapa?. Kamu mau kenalan sama gadis itu?”, kataku bingung dengan sikapnya.
“Vel, sebenarnya Karin itu … Karin… nggak… nggak…”, katanya semakin gugup.
Aku bingung dengan Ata. Mengapa harus ada rahasia-rahasia segala. Aku kan bukan tipe orang yang suka menyimpan rahasia.
“Apaan sih Ta?. Kalau mau ngomong, ngomong aja”, kataku sedikit kesal.
“Karin nggak punya teman sebangku”, kata Ata serius.
“Ha?”, kataku kaget.
Bagaimana bisa aku tidak kaget. Jadi gadis yang aku liat selama ini siapa?. Aku heran bukan main.
“Karin beneran nggak punya teman sebangku, Vela”, katanya lebih serius.
“Trus… yang… di sebelah Karin itu siapa?”, kataku gugup.
Aku masih tak percaya. Mengapa Ata dan yang lainnya tidak bisa melihat gadis pendiam itu?. Apa hanya aku yang bisa melihatnya?. Apa aku indigo?. Tapi kalau aku indigo, dari dulu pasti aku sering melihat hal semacam itu. Aku saja baru mengalami kejadian ini sekarang. Sekarang aku takut.

***

Sedikit demi sedikit misteri mulai terungkap. Gadis pucat itu semakin hari semakin terlihat pucat dan diam. Ternyata benar, kabarnya gadis itu bernama Lala. Ia bukan siswa kelas X AP3. Tetapi penghuni kelas. Kabarnya, Lala adalah siswi kelas X AP3,  lima tahun yang lalu menghilang. Ternyata menurut penerawangan pak Falah ia meninggal karena kecelakaan. Yaitu jatuh dari tangga sekolah. Sampai saat ini temannya itu juga menghilang entah kemana rimbanya. Dalam peristiwa itu Lala mengalami pendarahan hebat di kepala. Temannya ketakutan, takut kalau di tuduh membunuh, maka untuk menghilangkan jejak ia mengubur Lala di belakang sekolah, tepatnya di belakang kelas X AP3. Tepatnya bukan mengubur, tetapi memasukkan jasad Lala ke septictank, tutup septictank yang bisa dicongkel dengan kayu itu ternyata lubangnya muat untuk memasukkan Jasad Lala ke dalamnya.

Peristiwa itu tepatnya terjadi lima tahun lalu di malam jum’at, ketika mereka berdua sedang jalan ke sekolah, pada jam 20.00. Penjaga sekolah yang di depan tidak sadar kalau kedua remaja itu menyelinap masuk ke sekolah naik ke kelas X AP3 di lantai 2 yang letaknya belakang. Mungkin ada yang sedang diributkan oleh kedua insan tersebut hingga terjadi kecelakaan.

“Tapi jangan-jangan ia dibunuh”, menurut penerawangan pak Falah. Hingga Lala tidak tenang, karena itu ia menampakkan dirinya untuk menunjukkan bahwa ia ada di belakang sekolah. Tepat di septictank disamping pohon waru.

***

Beberapa hari yang lalu polisi datang ke sekolah untuk mengidentifikasi kejadian tersebut. Ternyata benar, jasad Lala di temukan di septictank di samping pohon waru. Jasadnya kemudian di bawa ke rumah sakit untuk divisum. Memang jasadnya sudah rusak tapi masih bisa divisum. Dari hasil visum ternyata Lala meninggal bukan karena jatuh dari benturan, tapi di otaknya ditemukan sel kanker yang ganas yang Lala sendiri tidak menyadari. Tepatnya kanker itulah penyebab kematian gadis itu. Disinyalir otak Lala mengalami kram otak, keseimbangan hilang dan terhuyung-huyung, karena waktu itu hujan gerimis dan lantai licin maka ia jatuh. Ya ia jatuh ketika sedang kram otak, dan mati mendadak atau “sudden death“. Tepatnya Lala sudah mati duluan baru jatuh.

Walaupun penerawangan pak Falah agak meleset dari kenyataan dan beliau tidak mampu menerawang siapa teman Lala itu dan dimana keberadaannya sekarang. Tapi kerja terawang-menerawang model beliau ini paling tidak telah membantu Polisi dalam memecahan misteri ini.

Lala akhirnya dikubur dengan layak. Aku yakin, Ia sudah tenang di alam sana. Aku bersyukur tidak ada lagi peristiwa-peristiwa aneh di kelas. Sekarang aku sadar bahwa aku harus menjadi bagian dari mereka. Tanpa mereka aku tidak punya siapa-siapa. Aku berjanji akan terus sekolah di sini hingga lulus.

Izinkan Aku Merasakan Cinta

Cerpen karya: Fitriah Andreyani, Irma Ervina, Nilam Sari, Yuniar Cahya Wardani Putri-XAP1 smkn1samarinda

 

Disudut kelas terlihat seorang wanita cantik sedang melihat jendela. Dia tersenyum-senyum sendiri. Ya dia adalah Rani kelas X IPS 1. Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya “ciee ngeliatin kak Rangga ya?”, kata Nilam. Nilam adalah sahabat Rani orang yang paling suka meledek, termasuk Yuni dan Fitri. Mereka sangat suka meledek Rani yang sedang jatuh cinta kepada kak Rangga.

Hari Senin dikanker otakmana semua murid berkumpul di lapangan upacara, saat itu juga Rani senang karena kak Rangga menjadi pemimpin upacara. Muhammad Rangga atau sering disapa Rangga adalah seorang yang sangat pintar, dia kelas X IPS 2 selain itu dia aktif dalam ekstrakurikuler OSIS dan BRIGADE. Setiap minggu Rangga dan kawan-kawan memasuki tiap kelas untuk meminta sumbangan untuk acara SMA Peduli. Hal itu juga membuat Rani senang karena bisa melihat dengan jelas wajah Rangga.Saat upacara berlangsung Rani sering tersenyum sendiri saat dia mencuri-curi pandang. Rasa cinta itu tumbuh semenjak Rangga menolong Rani karena Rani mau terpeleset saat menginjak lantai yang baru dipel.

Namun ditengah-tengah upacara berlangsung tiba-tiba Rani merasa pusing dan Rani pun mimisan dan pingsan. Dengan sigap PMR membawa Rani ke UKS untuk diberi pertolongan pertama. Setelah sadar ia melihat Rangga berada di sebelahnya. Lalu Rangga bertanya: “kamu sudah sadar?”, Rani hanya mengangguk.

Disebelah Rangga juga ada sahabat-sahabat Rani yang tertawa kecil karena melihat pipi Rani tersipu malu karena melihat senyum Rangga. Setelah merasa lebih baik, Rani kembali kekelas diantar Rangga dan juga sahabat-sahabatnya.

Bel pulang berbunyi Rani bergegas kembali kerumah. Sesampai di rumah ia langsung meminum obatnya. “Tunggu minum obat?”, ya Rani sedang sakit kepala parah. Sudah hampir setengah tahun Rani mengidap penyakit pusing , mual dan muntah bahkan akhir-akhir ini sering mimisan dan pingsan. Dia menganggap ini penyakit pusing biasa karena asam lambungnya naik, jadi cukup dibelikan obat magh dan pereda rasa sakit. Tetapi, tak ada seorang pun yang peduli kesehatan Rani bahkan orang tuanya.

Hari ini Sabtu malam minggu Rani di depan cermin sedang berdandan. Malam minggu istimewa ini ada janjian dengan Rangga untuk ketemu di taman hutan kota yang dulu bekas sekolah SMP 1 dan SMA 1 Samarinda. Rani menggunakan sweater hello kitty, jeans warna hitam serta wedges berwarna coklat. Terlihat anggun dengan rambutnya terurai di bahu. Sementara itu di taman Rangga sedang menyiapkan kejutan. Kejutan lilin-lilin berbentuk hati.

Ketika Rani sampai dipojokan taman, terlihat sosok Rangga yang gagah, tampan, tinggi besar sekilas mirip Saher Sheikh, itu bintang film Bollywood pemain drama televisi serial Mahabharata yang tayang di ANTV, yang berperan sebagai Arjuna. Berdebar-debar Rani mendatangi Rangga, ada rasa malu dan risih dihatinya.
“Would you be my girlfriend”, kata Rangga dengan gaya membungkuk dengan tangan kiri memegang lilin , tangan kanan menyalakan korek disulutkan ke sumbu lilin, seketika itu lilin berbentuk hati bertuliskan “ I LOVE YOU RANI” nampak terlihat jelas.
Muka Rani merah padam, tidak menyangka kejutannya terlalu cepat. Rangga menembak langsung ke hatinya.
“OK, repeat again. Would you be my girlfriend, Rani?”, tukas Rangga
Semakin kelu lidah Rani, namun akhirnya dia mengangguk. Rangga bangkit dan langsung memeluk Rani.
“Oh my sweet, I love U, so much!”, bisik Rangga di telinganya.
Tiba-tiba Nilam, Yuni, dan Fitri keluar dari persembunyian dan bersorak: ”selamat Rani, jangan lupa PBJnya ya, cieeee”. Rani buru-buru melepaskan pelukan Rangga dan ganti memeluk sahabatnya.

***

Rangga sedang mentraktir Rani dan sahabatnya di kantin sekolah, menunya adalah Roti burger spesial dari BurgerOne yang tersohor di kota Samarinda. Minumnya es durian Aziza yang leker. Ini traktiran sebagai hari jadi Rani dan Rangga yang keseratus hari, mereka terlihat bahagia sekali.
“Ayo tambah teman-teman, habisin semua menu burger di kantin ini”, seloroh Rangga.
“Benar, nih. Rangga. Cukupkah modalmu?”, ejek Nilam
“Ehm, jangan kuatir teman-teman. Pokoknya ini hari istimewa, Rangga gitu!”, kata Rangga sambil nepuk dada, padahal dalam hatinya agak ciut juga kalau mereka mau makan banyak bisa-bisa duwitnya tidak cukup.

Ditengah-tengah sendau gurau tiba-tiba Rani merasa pusing.
“Rani, hidungmu. Ke … keluar darah”, teriak Yuni.
“Oh ya Ran, kamu kenapa”, timpal Fitri bergegas mengambil tisu untuk melap darah yang keluar dari hidung Rani.
Rani berkata dalam hati : “jangan sekarang, jangan sekarang”. Namun daya tahan tubuhnya cepat drop iapun terkulai telungkup di meja makan, pingsan.
“Rani!”, teriak mereka bersamaan.
Hebohlah kantin itu, tapi dengan tangkas Rangga membopong Rani.
“Lapor, ke pak Falah bahwa Rani pingsan”, teriak Rangga gugup
“Cepat!”
“iya, ya aku mau ke Pak Falah”, Nilam menjawab sambil ngeloyor ke ruang pak Falah yang menjabat wakil kesiswaan di sekolah mereka.
Dengan cepat mereka membawa Rani ke rumah sakit. Rani langsung dibawa ke ruang ICU. Kelihatan orang yang paling khawatir adalah Rangga, orang ke dua yang khawatir adalah para sahabat Rani, sedang pak Falah kelihatan tenang-tenang saja.
Satu jam kemudian dokter keluar dari ruangan mencari keluarga Rani. “Siapa diantara kalian keluarga dari pasien ini?”, tanya dokter.
“Orang Tua Rani sedang berada di luar kota saya mewakili keluarga Rani”, jawab Rangga dengan tangkas.
“ehm, kamu siapa, kalian siapa. Eh Bapak ini siapa?, tanya dokter dengan pandangan sebelah matanya.
“Maaf pak dokter. Saya gurunya, Ini Rangga dan yang ini Nilam, Yuni dan Fitri teman-teman Rani”, jawab pak Falah dengan nada sopan.
“Apa kami bisa mewakili keluarga Rani, Bapak?.
“ehm, tidak bisa, tidak bisa. Harus orang tuanya atau kerabat dekatnya yang lebih dewasa. Ini agak serius penyakitnya sih, jadi saya perlu bicarakan dengan orang tuanya. Maaf ya Bapak hanya gurunya, sedang adik-adik ini cuma teman saja. Ndak bisa, jadi begini saja, sementara biar Rani di rawat dulu di sini. Bapak guru end kamu end Kamu segera hubungi orang tuanya”, kata dokter itu sambil ngeloyor pergi.
”Baik dok, terimakasih”

***

Rani mengidap penyakit kanker saat ini sudah stadium 4, itulah yang di dengar Rangga dan para sahabat Rani dari orang tuanya. Mereka semua histeris dan menangis tersedu-sedu mendengar kata-kata itu. Kanker otak stadium 4, pantesan Rani sering pusing hebat sampai muntah-muntah dan pingsan. Mereka mengira dia terkena penyakit Magh, tapi ternyata kanker otak.
Tumor di otak bagian tengah harus segera di operasi. Tengkorak kepalanya dibelah dengan digergaji lalu tumornya di buang sampai ke akar-akarnya. Jika selamat Rani masih punya harapan hidup, tapi mungkin akan mengalami kelumpuhan. Selanjutnya untuk mematikan sel kanker Rani harus menjalani kemoterapi. Itu semacam pengobatan yang memakan waktu lama bisa 10 sampai 12 kali kemoterapi. Efeknya bisa membuat rambut Rani rontok, lidahnya tidak bisa merasakan rasa. Nafsu makan turun drastis, bisa-bisa Rani yang sintal berisi ini jadi kurus kering dengan kelopak mata menghitam dan matanya yang indah itu menjadi sayu.

Rangga tahu itu, Rani mungkin menjadi tidak cantik lagi. Atau Rani menjadi lumpuh. Tapi cinta memang mengalahkan segalnya. Dia besarkan hatinya, ia harus mensupport Rani. Saat ini yang penting empati untuk Rani. Rangga berjanji akan mendampingi Rani, membantu merawat. Toh banyak juga orang terkena kanker bisa sembuh kembali. Mereka yang memperoleh dukungan dari sekitarnya, ditambah dengan semangat hidup yang tinggi tentu ada upaya dan doa untuk kesembuhan, bisa sembuh.

***

Rangga berada di teras rumah sedang memanaskan motornya, kemarin Rani mendadak sembuh setelah 3 bulan tergolek di ranjang rumah sakit. Senyumnya riang, malahan bergurau dengan teman-teman dan sahabatnya. Tiba-tiba kakinya yang lumpuh bisa digerak-gerakan, dia bisa duduk kembali. Rangga bahagia sekali melihat kemajuan ini, walaupun kepala Rani plontos dan mukanya sekarang lonjong dan berwajah kuyu, Rani tetap gadis paling cantik di hatinya.
“Alhamdulillah, aku tidak jadi lumpuh”, teriak Rani sambil sesenggukan
Pikir Rangga , sejalan dengan kesembuhannya lambat laun Rani bakal kembali seperti dulu cantik dengan matanya yang belok-belok. Digeber motornya segera ke rumah sakit tak lupa Rangga membawa bunga mawar dan coklat kesukaannya.

Sampai di rumah sakit Rangga melihat dari kejauhan orang tua Rani dan sahabat-sahabatnya sedang menangis. Ada apa?, Seketika tenggorokan Rangga tercekat , bunga mawar dan coklat di tangan Rangga pun jatuh. Spontan ia berlari ke sana, dia lihat tubuh Rani sudah ditutupi kain putih. Rangga terpaku, ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Rani telah meninggalkan dia selama-lamnya.
“Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!”
“Relakan Rani nak Rangga, Rani sudah tenang disisiNya”, kata Ibu Rani lirih, kelihatan Ibu Rani sangat terpukul dan merasa bersalah.
“Ibu sangat menyesal, kurang memperhatikan Rani selama ini”
“Rani, kenapa kamu tinggalkan Kakak?”.
“Kenapa sayang?”
“ oh ya Nak Rangga, ini ada surat titipan Rani”, kata ibu Rani

Dengan berurai air mata, Rangga menerima sepucuk surat itu, kemudian membukanya,  membaca:

“Happy Anniversary yang ke 2 tahun ya, maaf kalo Rani gak bisa temenin kak Rangga lagi

Kakak harus tau Rani bahagia banget karena Kakak telah hadir dikehidupan Rani

Trima kasih atas waktu yang Kakak beri, terima kasih atas semuanya

maafkan Rani kak, semoga Kakak dapat yang lebih baik dari Rani”

Rani, always Love U

Hari ini jasad Rani dikuburkan, orang tua, kerabat dan sahabat-sahabat Rani telah meninggalkan kuburan, tinggallah Rangga sendiri di atas pusara Rani yang masih basah.
“Terima kasih Rani, kamu sudah menjadi bagian dari kehidupan kakak, kamu udah menemani kakak di setiap detik kehidupan, sayang untukmu akan selalu ada walau pun nanti kakak sudah nikah dan punya anak”.