Pembelajaran Kooperatif

Ogadis-pushtunleh : FalahYu

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Kooperatif berarti bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam kegiatan yang kooperatif setiap anak
berusaha mencapai hasil yang menguntungkan bagi diri mereka sendiri dan semua anggota kelompok. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah proses belajar mengajar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan peserta didik untuk bekerja bersama-sama di dalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran satu sama lain. Idenya sederhana setelah menerima pelajaran dari guru, anggota kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Mereka kemudian mengerjakan tugas yang diberikan sampai semua anggota kelompok berhasil memahami dengan baik materi tersebut dan menyelesaikan tugasnya.[1] Menurut Burton yang dikutip oleh Nasution, kooperatif atau kerjasama ialah cara individu mengadakan relasi dan bekerjasama dengan individu lain untuk mencapai tujuan bersama.[2] Arthur T. Jersild, yang dikutip Syaiful Sagala, mendefinisikan bahwa Learning adalah “modification of behavior through experience and training” yakni pembentukan perilaku melalui pengalaman dan latihan.[3] Dia menambahkan bahwa learning sebagai kegiatan memperoleh pengetahuan, perilaku dan ketrampilan dengan cara mengolah bahan ajar.[4] David dan Roger Johnson mendefinisikan  cooperatif learning adalah strategi pembelajaran dalam bentuk kelompok-kelompok kecil dimana setiap peserta didik memiliki tingkat kemampuan berbeda, dengan menggunakan berbagai macam aktifitas belajar untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi[5]

Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kooperatif learning adalah usaha mengubah perilaku atau mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan secara gotong royong atau kerjasama. Pembelajaran cooperative learning atau dikenal dengan pembelajaran secara berkelompok merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dengan sesama peserta didik dalam tugas-tugas yang terstruktur. Belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan yang bersifat interdepedensi efektif diantara anggota kelompok. Hubungan kerja seperti itu memungkinkan timbulnya persepsi yang positif tentang apa yang dapat dilakukan peserta didik untuk mencapai keberhasilan belajar berdasarkan kemampuan dirinya secara individu dan andil dari anggota kelompok lain selama belajar bersama dalam kelompok.

Elemen Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Adapun berbagai elemen dalam pembelajaran kooperatif adalah :

  1. Adanya saling ketergantungan positif

Dalam pembelajaran ini guru menciptakan suasana yang mendorong agar peserta didik merasa saling membutuhkan. Dalam hubungan inilah yang dimaksud saling ketergantungan positif dan menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan sesama peserta didik saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal.

  1. Adanya interaksi tatap muka

Dalam pembelajaran ini menuntut para peserta didik dalam kelompok dapat saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog tidak hanya dengan guru tetapi juga dengan sesame peserta didik dan interaksi seperti ini memungkinkan pembelajaran menjadi lebih bervariasi.

  1. Adanya akuntabilitas individual

Dalam pembelajaran ini penilaian ditujukan untuk mengetahui penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran secara individual. Hasil penelitian tersebut selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar dapat diketahui kelompok mana yang memerlukan bantuan dan kelompok mana yang dapat memberikan bantuan bahkan nilai kelompok didasarkan atas rata-rata hasil belajar semua anggotanya.

  1. Adanya ketrampilan menjalin hubungan antar pribadi

Dalam pembelajaran ini harus ada ketrampilan social seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide, berani mempertahankan pemikiran yang logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri, dan berbagai sifat lainnya yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi tidak hanya diasumsikan tetapi sengaja diajarkan. Tetapi bagi peserta didik yang tidak dapat menjalin hubungan antar pribadi harus bisa dicarikan solusi oleh guru.

Pentingnya pembelajaran kooperatif

Ada beberapa alasan mengapa pembelajaran kooperatif dikembangkan. Hasil penelitian melalui metode meta-analisis yang dilakukan Johnson dan Johnson (1984) menunjukkan adanya berbagai keunggulan pembelajaran kooperatif sebagaimana yang terurai seperti berikut ini :

  1. memudahkan peserta didik melakukan penyesuaian sosial.
  2. mengembangkan kegembiraan belajar yang sejati.
  3. memungkinkan para peserta didik saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan.
  4. memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai social dan komitmen.
  5. meningkatkan kemampuan metakognitif.
  6. menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois dan egoisentris.
  7. meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial.
  8. menghilangkan peserta didik dari penderitaan akibat kesendirian atau keterasingan.
  9. dapat menjadi acuan bagi perkembangan kepribadian yang sehat dan terintegrasi.
  10. membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa.
  11. mencegah timbulnya gangguan kejiwaan.
  12. mencegah terjadinya kenakalan pada masa remaja.
  13. menimbulkan perilaku rasional pada masa remaja.
  14. berbagai ketrampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekkan.

Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif

Urutan langkah-langkah perilaku guru menurut model pembelajaran kooperatif yang diuraikan oleh Arends (1997) adalah sebagaimana terlihat pada tabel :

syntaksKooperatif

Pembelajaran dalam kooperatif dimulai dengan guru menginformasikan tujuan-tujuan dari pembelajaran dan memotivasi peserta didik untuk belajar. Fase ini diikuti dengan penyajian informasi, sering dalam bentuk teks bukan verbal. Kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkahdi mana peserta didik dalam bimbingan guru bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan tugas-tugas yang saling bergantung. Fase terakhir dari pembelajaran kooperatif meliputi penyajian produk akhir kelompok atau mengetes apa yang telah dipelajari oleh peserta didik dan pengenalan kelompok dan usaha-usaha individu.

[1] David W. Johnson, dkk. Colaborative Learning: Strtaetgi Pembelajaran untuk Sukses  Bersama, Penerjemah: Narulita Yusron, (Bandung: Nusa Media, 2012) hlm. 4

[2] S. Nasution, Didaktik Azas Mengajar, (Bandung: Bumi Aksara, 2000), hlm. 148.

[3] Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2003), hlm. 12.

[4]Ibid.

[5]David and Roger Johnson, “Cooperative Learning”, http//:www.clrcc.com/pages/cl.html, [Online]

Iklan

2 thoughts on “Pembelajaran Kooperatif

    • Ya Azizah yang penuh perhatian apakah anda mau menyumbang tulisan untuk kita barangkali?, terima kasih atas sumbang saran.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s